PESONA ALAM SATWA

 



DAFTAR ISI

Pendahuluan
Tupai : Pencinta Buah Kenari
Kelinci Penggemar Wortel
Binatang yang Setia: Anjing
Biri-biri Kecil Berbulu Putih
Kuda: Kawan Kita yang Setia
Zebra: Kuda Belang
Jerapah: Seperti Menara Bertotol-totol
Gajah Binatang Raksasa
Rusa: Terkenal Dengan Tanduknya
Kangguru dan Kantongnya
Koala Si Tukang Tidur
Kucing Lincah yang Ingin Disayang
Singa: Si Raja Hutan
Kucing Liar: Harimau
Beruang yang Gemar Madu
Boneka Salju Raksasa: Beruang Kutub

Perenang Cepat: Anjing Laut
Pinguin Dengan Jasnya
Pufin Si Pemancing
Penguasa di Udara: Burung
Bangau Berkaki Panjang
Burung Merah Muda: Flamingo
Angsa yang Anggun
Burung Unta (Terlalu Besar untuk Bisa Terbang)
Merak yang Gemerlapan (Burung paling Elok di Pesona Alam Satwa)
Burung Peniru: Beo
Itik Berkepala Hijau
Kupu-kupu: Keajaiban Warna-warni
Penghuni Lautan: Ikan
Ikan Badut
Lumba-lumba yang selalu Tersenyum
Ikan Paus Raksasa
Kesimpulan

Perenang Cepat: Anjing Laut

Binatang manis ini, yang sering kalian saksikan di televisi dan sirkus, banyak menghabiskan hidupnya di air. Mereka perenang dan penyelam yang ulung. Mereka merasa betah dan nyaman di air dan sungai-sungai es sebagaimana kita nyaman di daratan. Bahkan di musim semi suhu tempat tinggal mereka tetap sekitar – 5 derajat celsius. Sementara itu kita harus berpakaian berlapis-lapis dan melakukan berbagai hal untuk mengurangi rasa dingin, mereka tidak merasa kedinginan sama sekali. Ini karena bulu mereka dan lemak yang tersimpan di dalam tubuhnya mencegah mereka dari kedinginan.

Anjing laut hidup dalam kelompok besar. Bagaimanamenurut kalian ibu anjing laut mengenali anaknya dalam kelompok tersebut? Mudah sekali. Setelah melahirkan, anjing laut memberi anaknya ciuman selamat datang sehingga ia mengenali bau anaknya dan mampu membedakannya dengan bayi anjing laut lainnya.

Ketika lahir, sejenis minyak yang disebut “minyak bayi” menutupi tubuh bayi anjing laut. Berkat minyak ini, tubuh mungil ini senantiasa hangat. Lapisan minyak ini sangat tebal sehingga selama berlatih berenang dengan induknya, ia terapung di permukaan air seolah memakai pelampung. Ini karena minyak tersebut lebih ringan daripada air. Anak anjing laut perlu sekitar 2 minggu untuk belajar renang. Setelah selesai, anak anjing laut sudah bisa mandiri.

Sebagaimana binatang lainnya, anjing laut juga diberi Allah ciri-ciri khas yang sesuai dengan lingkungannya. Ini adalah satu tanda lain yang menunjukkan kasih sayang Tuhan kita.



Pinguin Dengan Jasnya

Penguin sebenarnya termasuk bangsa burung tetapi tidak dapat terbang. Mereka membentuk kelompok yang besar. Mereka telah diciptakan dengan begitu sempurna oleh Allah sehingga mereka dapat hidup di daerah yang suhunya kadang-kadang bisa serendah 88 derajat celsius di bawah titik beku. Renungkan sejenak, pada suhu tersebut kita perlu memakai jaket, kaos kaki, kaos tangan, mantel, dll. Tetapi penguin tak perlu itu semua. Mereka bahkan tidak memakai alas kaki. Meski demikian, mereka dapat berjalan dengan mudah di atas es tanpa terpeleset. Selain itu, penguin tidak punya rumah, mereka hidup di atas es begitu saja. Tidakkah mereka merasa kedinginan? Jawabnya, “tidak” karena Allah telah menciptakan mereka sedemikian rupa sehingga dapat bertahan di lingkungan yang penuh dengan es.

Ciri-ciri badan penguin sangat berbeda dengan manusia. Tidakkah kita ingin mengetahuinya?

Di musim dingin, makhluk manis ini, yang berasal dari kelompok beranggotakan 400.000 ekor penguin, memutuskan untuk berpindah lebih ke selatan menuju Antartika yang dingin membeku! Kesepakatan yang mereka capai ini adalah suatu keajaiban tersendiri. Bahwa penguin-penguin ini mengetahui datangnya musim dingin dan secara bersama-sama menentukan tujuan dan waktu untuk berpindah serta kesepakatan mereka atas semua keputusan tersebut tanpa ada keberatan dari anggota kelompok hanya dapat dijelaskan oleh adanya penguasaan Allah atas mereka. Jika tidak, tidaklah mungkin bagi ribuan penguin tersebut mencapai kesepakatan dan berpindah ke tempat lain.

Musim berpindah juga merupakan musim kawin bagi pinguin. Pada saat seperti ini yang dilakukan pertama kali oleh penguin adalah memilih pasangannya. Langkah kedua adalah mempelajari nyanyian pasangannya agar tidak kehilangan dia. Dengan kata lain, penguin jantan memiliki kemampuan untuk mengenali satu suara khusus di antara suara-suara yang lain. Ingatlah bahwa ini hanya karena kehendak Allahlah penguin – makhluk yang tidak bisa bernalar dan berpikir seperti manusia – dapat memilih pasangannya di antara 400.000 penguin dan mengenali suaranya.

Kemampuan mengenali suara ini juga dimiliki oleh bayi pinguin. Mereka dapat mengenali orang tuanya melalui suaranya saja. Jika tidak ada cara pembedaan seperti itu di Pesona Alam Satwa yang amat mirip satu sama lain ini, keadaan pasti akan kacau balau. Keteraturan khas yang diberikan Allah pada pinguin dan ciri-ciri lainnya yang diberikan kepada mereka menjamin ketenangan hidup pinguin.

Setelah masa kawin, pinguin betina hanya bertelur satu butir. Pinguin jantan bertanggung jawab untuk mengerami telur tersebut. Pada suhu serendah minus 30 derajat celcius pinguin jantan berusaha melaksanakan tugasnya tanpa bergerak selama 65 hari. Ini benar-benar merupakan saat yang berat bagi pinguin jantan. Karena mengerami telur, ia tidak dapat keluar untuk mencari makan. Sementara itu pinguin betina pergi mencari makan untuk anaknya yang akan segera menetas.

Dapatkah kalian bayangkan menunggu selama 65 hari tanpa makan apapun? Bagi manusia hal ini dapat mengantarkannya pada kematian. Namun pinguin menjalani pengorbanan ini tanpa menunjukkan ketidaksabaran atau kebosanan dan tetap melaksanakan tugas yang diilhamkan oleh Allah sampai selesai.

Setelah mengeram selama dua bulan, pinguin jantan kehilangan sepertiga berat tubuhnya. Pada kejadian yang sama, manusia dengan berat 60 kilogram akan berkurang 20 kilogram. Setelah telur menetas, bayi pinguin diletakkan di antara kedua kaki induknya selama satu sampai dua bulan. Perlindungan ini sangat penting untuk anak pinguin karena jika ia meninggalkan tempat yang hangat ini selama beberapa menit saja ia akan mati. Tentu saja Allahlah yang telah mengilhami mereka untuk melindungi anaknya dengan cara ini. Dari sini, sekali lagi, kita meyaksikan bahwa Allah adalah pelindung semua makhluknya.

Lebih jauh lagi, kelompok pinguin yang mencapai 400000 ekor ini menunjukkan sebuah contoh sempurna tentang kesetiakawanan dengan yang berkumpul bersama dan saling mendekatkan diri satu sama lain untuk melindungi diri dan yang lainnya dari cuaca kutub. Melalui tindakan tersebut, mereka dapat menjaga kehangatan kelompoknya karena dapat mencegah kehilangan suhu tubuh sampai setengahnya. Selain itu mereka juga memasukkan kembali anggotanya yang berada di bagian pinggir satu demi satu ke bagian tengah kelompok dan memastikan mereka tidak kedinginan. Dari generasi ke generasi penguin telah hidup dengan sangat harmonis dan mereka akan tetap melanjutkan keharmonisan ini tanpa satu pun anggota yang merasa keberatan.


Pufin Si Pemancing

Kalian mungkin belum pernah mendengar nama burung ini, tapi jika nanti kalian telah mengenalnya, kalian akan menyukai dan mengaguminya.

Kebanyakan orang mengira bahwa pufin adalah sejenis pinguin. Namun, sebenarnya pufin adalah burung jenis lain. Tidak seperti pinguin, pufin dapat terbang, inilah perbedaan besar di antara keduanya. Pufin hidup di Kutub Utara sedangkan pinguin hidup di Kutub Selatan. Yang sama adalah keduanya dapat menyesuaikan diri dengan mudah dengan lingkungannya yang membeku.

Pufin mempunyai cara hidup yang menarik. Pasangan Pufin jantan dan betina selalu bersama-sama sepanjang hidupnya, dan melahirkan seekor pufin setiap tahunnya.

Pada saat musim kawin, garis-garis di paruhnya yang biasanya suram, berubah menjadi cerah. Perubahan warna ini tidak terjadi secara kebetulan. Garis-garis ini, yang mempunyai fungsi tertentu, telah diberikan secara khusus pada pufin oleh Allah. Berkat garis-garis ini, pufin menggunakan paruhnya sebagai bendera dan berkomunikasi dengan yang lain dari jarak jauh dengannya.

Dapatkah kalian membuat sebuah garis muncul di hidungmu kapan saja kalian mau? Anggaplah garis seperti itu sudah ada sejak lahir. Dapatkah kalian mengubah atau menghilangkannya? Kalian pasti menjawab “tidak”, karena kalian tahu bahwa hanya Allah yang mempunyai keahlian seperti itu!

Sangatlah mudah bagi Tuhan untuk menciptakan berbagai jenis burung dan menganugerahinya ciri-ciri yang sesuai dengan tempat hidupnya. Demikian pula, sangat mudah bagi Allah menciptakan atau menghilangkan garis pada paruh pufin.

Allah, yang telah menciptakan pufin dengan begitu indah, juga memberinya keistimewaan yang menakjubkan. Sekarang, mari kita lanjutkan membahas keistimewaan tersebut:

Setelah anak pufin berumur enam minggu, mereka meninggalkan induknya dan mulai terbang di atas lautan bebas.

Pufin yang sehat bisa hidup hingga 25 tahun.

Pufin dapat menyelam dalam sekali. Tahukah kalian apa yang diperlukan manusia yang ingin menyelam sedalam pufin? Pertama, ia membutuhkan pasokan oksigen. Disamping itu, ia akan membahayakan dirinya sendiri karena tekanan air semakin tinggi jika ia menyelam semakin dalam. Karena alasan inilah, menyelam membutuhkan suatu keahlian. Bagaimana pufin mempelajari teknik yang diperlukan untuk menahan nafasnya saat di dalam air dan untuk kembali ke permukaan? Tuhan kita sekali lagi menunjukkan ke-Mahakuasaan-Nya dan keindahan ciptaan-Nya yang tiada tara.

Ada satu lagi ciri indah dari pufin : Bentuk mulut pufin memungkinnya membawa banyak ikan kecil di mulutnya. Pada kenyataannya, seekor pufin dapat membawa 62 ekor ikan sekaligus. Induk pufin hanya mempunyai satu tujuan dengan membawa begitu banyak ikan: untuk memberi makan anak-anaknya. Maka, jika kalian melihat pufin membawa begitu banyak ikan di mulutnya, ingatlah bahwa ia sedang mempunyai anak untuk di beri makan.

Versi online dari buku-buku Harun Yahya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sedang dalam persiapan.
Untuk sementara Anda dapat mengunjungi halaman Download untuk mendownload versi teks atau pdf yang tersedia dari buku-buku tersebut
© Harun Yahya Internasional 2004.
Hak Cipta Terpelihara. Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan dengan mencantumkan sumber situs web ini
info@harunyahya.com