PESONA ALAM SATWA

 



DAFTAR ISI

Pendahuluan
Tupai : Pencinta Buah Kenari
Kelinci Penggemar Wortel
Binatang yang Setia: Anjing
Biri-biri Kecil Berbulu Putih
Kuda: Kawan Kita yang Setia
Zebra: Kuda Belang
Jerapah: Seperti Menara Bertotol-totol
Gajah Binatang Raksasa
Rusa: Terkenal Dengan Tanduknya
Kangguru dan Kantongnya
Koala Si Tukang Tidur
Kucing Lincah yang Ingin Disayang
Singa: Si Raja Hutan
Kucing Liar: Harimau
Beruang yang Gemar Madu
Boneka Salju Raksasa: Beruang Kutub

Perenang Cepat: Anjing Laut
Pinguin Dengan Jasnya
Pufin Si Pemancing
Penguasa di Udara: Burung
Bangau Berkaki Panjang
Burung Merah Muda: Flamingo
Angsa yang Anggun
Burung Unta (Terlalu Besar untuk Bisa Terbang)
Merak yang Gemerlapan (Burung paling Elok di Pesona Alam Satwa)
Burung Peniru: Beo
Itik Berkepala Hijau
Kupu-kupu: Keajaiban Warna-warni
Penghuni Lautan: Ikan
Ikan Badut
Lumba-lumba yang selalu Tersenyum
Ikan Paus Raksasa
Kesimpulan

Angsa yang Anggun

Angsa putih berenang dengan anggun dengan lehernya yang elok dan ramping serta badannya yang besar. Setiap orang mengagumi penampilannya yang menawan. Mereka begitu indah seperti hiasan dalam sebuah karya seni.

Kalian mungkin pernah mendengar cerita tentang itik buruk rupa. Dalam cerita ini dikisahkan bahwa anak angsa sangat jelek saat baru menetas. Warna mereka coklat atau coklat muda. Anak angsa yang baru saja menetas disebut “signet”, berleher pendek dan tertutup oleh bulu yang lebat. Dalam beberapa jam setelah telur menetas, mereka sudah dapat berlari dan berenang. Induknya mengasuhnya dengan seksama selama beberapa bulan. Sampai akhirnya itik buruk rupa ini berubah menjadi angsa yang anggun. Kemampuan anak angsa untuk berenang dalam waktu secepat itu dan perubahan bentuknya menjadi makhluk indah bisa terjadi karena kesempurnaan keahlian Allah dalam penciptaan. Sebagaimana yang diwahyukan Allah dalam ayat berikut :
“(Allah) Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya...” (Surat As Sajadah : 7)

“Trumpeter (Angsa penyanyi)” adalah sejenis angsa yang mengerami telurnya untuk menjaganya agar tetap hangat. Kadang-kadang ia berdiri dan memutar telurnya. Melalui cara ini ia berusaha membuat panas tersebar secara merata. Tentu saja, Allahlah yang mengajari angsa cara perawatan yang dibutuhkan telur-telurnya.

Berkat kemampuan yang diberikan Allah atas merelka, angsa dapat bergerak sangat cepat baik di air maupun di udara. Angsa merasa lebih nyaman di dalam air dan dapat berenang dengan cepat berkat kakinya yang berselaput.

Angsa akan berpindah tempat jika musim dingin tiba, dan mereka terbang di atas ketinggian, berjajar-jajar. Dalam perjalanannya, untuk menembus angin kuat yang menerpa, mereka membuat bentuk “V.” Dengan cara cerdik ini mereka dapat terbang lebih cepat dan tidak terlalu merasa lelah. Tentu saja, tidak mungkin bagi angsa menemukan cara seperti ini, yang membutuhkan pengetahuan mendalam tentang aerodinamika (aerodinamika adalah ilmu tentang gaya dan gerakan yang dihasilkan benda-benda saat menembus udara) dan fisika. Mereka terbang seperti itu karena Allah, Yang Maha Mengetahui, telah mengajari angsa-angsa ini.

Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu. (Surat Al Mulk : 19)

Makanan angsa adalah tumbuhan yang ditemuinya di dasar rawa-rawa, sungai dan kolam. Lehernya yang panjang membantunya meraih makanan. Seperti bebek, mereka dapat masuk ke dalam air dan tak mengalami kesulitan untuk penyelaman pendek. Ada kegunaan lain dari dicabutinya tumbuhan itu oleh angsa: Beberapa tanaman tumbuh dan berkembang karena tanah menjadi gembur. Ketika angsa mengaduk-aduk dasar air untuk mencari makanan, mereka membuat tanaman tumbuh subur. Maka dengan Kehendak Tuhan kita, mereka menyebabkan beberapa tanaman dapat tumbuh. Dengan cara ini, melalui perantara angsa, Allah menjamin tumbuhnya tanaman.

Burung Unta (Terlalu Besar untuk Bisa Terbang)

Burung unta merupakan burung terbesar di dunia. Mereka lebih tinggi dari kita. Seekor burung unta bisa mencapai tinggi dua setengah meter dan berat 120 kilogram.

Burung ini, yang hidup secara berkelompok di Afrika Tengah, tidak dapat terbang. Sebagai gantinya, Allah memberinya kemampuan lain supaya mereka dapat lepas dari pemangsanya: Mereka dapat berlari sangat cepat dengan kakinya yang panjang. Mereka berlari begitu cepat sehingga tidak ada seorang pun yang dapat menandinginya. Burung unta adalah binatang berkaki dua yang berlari paling cepat dan kecepatannya dapat mencapai 70 kilometer per jam. Dan sekarang kami beritahu kalian sesuatu yang sangat menarik. Tahukah kalian bahwa burung unta hanya mempunyai dua jari di kakinya? Terlebih lagi, satu jarinya jauh lebih besar dibanding yang satunya. Dan burung unta berlari hanya pada jarinya yang besar.

Disamping itu, berkat kaki panjang yang membuatnya dapat berlari dengan cepat, mereka juga petarung sejati. Untuk melindungi dirinya dari musuh, mereka menendang pemangsanya.

Telur dari burung terbesar di dunia ini juga merupakan telur burung yang terbesar di dunia. Mereka menggali lubang yang sangat dalam di pasir dan meletakkan semua telur di dalamnya. Tapi ketika mereka bertelur lebih dari 10 – 12 butir, mereka perlu mengubah ukuran lubang tersebut supaya cukup. Jika burung unta membuat lubang di tanah sebagai ganti pasir, ini akan membutuhkan waktu yang lebih lama, menyebabkan mereka mengeluarkan banyak energi.

Sesungguhnya menggali pasir adalah lebih mudah dibandingkan tanah. Kalian bahkan dapat menggali pasir dengan tangan, sementara kalian akan membutuhkan sekop untuk menggali tanah. Dengan alasan inilah, burung unta, dengan petunjuk Allah, lebih suka menggali pasir daripada tanah sehingga menghemat tenaganya. Kemudian mereka menutupi telur-telur ini dengan pasir lagi tanpa kesulitan.

Satu hal lagi yang menarik dari burung unta adalah penjagaan dan perawatan semua telur dalam sebuah kelompok hanya ditangani oleh seekor burung onta betina. Tapi karena sarang hanya dapat melindungi sejumlah telur, burung unta betina itu mengutamakan telurnya sendiri.

Burung unta mengenali telur-telurnya melalui pori-pori udara pada kulit telur tersebut.

Anak-anak burung unta yang baru menetas keadaannya sangat tidak berdaya. Dalam setiap waktu, mereka dapat diserang oleh burung-burung pemangsa. Saat burung-burung unta yang baru menetas tersebut merasa ada bahaya, mereka berbaring di atas tanah dan berpura-pura mati. Melalui cara ini, para pemangsa mengira mereka telah mati dan tidak menyerangnya. Tanpa kecuali, semua anak burung onta melakukan pertahanan diri dengan cara ini.

Tidaklah mungkin bagi anak burung unta yang baru lahir untuk sampai memikirkan taktik semacam itu atau belajar bagaimana melakukanya! Maka, bagaimana seekor anak burung yang baru dapat membuka matanya ini dapat berpura-pura mati? Jawabannya sangat jelas. Tuhan kita, Yang Maha Mengajari dan Membimbing setiap yang hidup, juga telah mengajari anak burung kecil ini cara yang sedemikian cerdik, sehingga mereka dapat melindungi diri mereka sendiri.

Merak yang Gemerlapan
(Burung paling Elok di Pesona Alam Satwa)

Jika kalian pernah ke kebun binatang, kalian pasti pernah melihat burung merak dengan bulu-bulunya yang mempesona. Ciri-ciri utama dari burung merak adalah bulu-bulu ekornya yang dihiasi dengan warna-warna yang sangat indah. Namun, hanya merak jantan yang mempunyai ekor sehebat itu.

Dengan kepala dan leher birunya, burung merak juga dihiasi bulu-bulu hijau gemerlapan di ekornya. Bulu-bulu indah yang disebut “totol merak” ini mempunyai ujung bulat dengan bintik-bintik kecil.

Namun kalian tidak dapat selalu menyaksikan pemandangan yang mempesona ini. Kalian harus menunggu saat musim kawin merak. Burung merak jantan hanya mengembangkan ekornya seperti kipas dan memperlihatkan keindahannya untuk menarik perhatian merak betina.

Di sinilah kita perlu merenungkan hal berikut ini: Bagaimana merak jantan yang tidak dapat melihat dirinya sendiri yakin bahwa ia kelihatan indah dan menarik saat ia mengembangkan ekornya? Pasti ada yang mengajarinya hal tersebut, benar bukan? Tidak diragukan lagi, Tuhan kita, Yang telah menciptakan keindahan tersebut, juga telah mengajari burung merak bagaimana menggunakannya.

Dapatkah penampilannya yang sempurna tersebut datang dari usaha burung merak sendiri? Atau dapatkah keserasian warna yang mengagumkan tersebut terjadi secara kebetulan? Tentu saja, itu tidak mungkin. Dapatkah kalian percaya ketika temanmu bercerita bahwa lukisan yang tergantung di dinding kamarmu terjadi secara tiba-tiba karena percikan cat yang tidak disengaja? Kalian tentu tidak mempercayainya! Karenanya, ekor burung merak yang jauh lebih indah dibandingkan lukisan apapun, tak mungkin tercipta secara tidak sengaja. Tidak ada orang yang tidak mengagumi keserasian warna ekor burung merak karena yang menciptakannya dengan sempurna adalah Allah.


Burung Peniru: Beo

Burung beo mempunyai bulu berwarna-warni dan hidup di daerah tropis. Mereka hidup secara sosial. Sangat menarik melihat burung beo ini memperlihatkan kedermawanan dengan saling berbagi makanan dengan yang lain. Di hutan tropis, sekelompok burung beo terbang sambil berkicau di atas pucuk-pucuk pohon. Dari sahutan sekelompok lainnya mereka dapat menemukan tempat di mana pohon sedang berbuah.

Burung beo memegang makanan dengan kaki dan mengigitnya, seperti sedang memakan sepotong roti. Makanan favoritnya adalah biji bunga matahari, yang juga kita makan. Dengan bantuan lidah bengkoknya, mereka dengan mudah membelah menjadi dua kulit biji tersebut – yang agak sukar untuk dibuka – dan memakan bijinya.

Mereka bertelur dua sampai delapan butir per tahun. Selama masa pengeraman (saat dimana embrio masih dalam telur) burung beo jantan dan betina duduk di atas telur secara bergantian. Setelah menetas, anak burung beo tidak berbulu dan disuapi dengan makanan yang telah dicerna oleh induknya.

Ciri-ciri paling menonjol dari burung beo adalah kemampuannya dalam menirukan suara. Mereka dapat melantunkan kata-kata yang didengarnya secara berulang-ulang. Namun, mereka tidak memahami kata-kata tersebut; mereka hanya dapat mengulang suara yang didengarnya. Mereka bahkan dapat meniru suara bel pintu atau dering telepon. Oleh karena itu, jika kalian punya burung beo di rumah, kalian mungkin harus meyakinkan apakan bel pintu benar-benar berbunyi.

Jika binatang berbulu cerah dan cerewet ini tidak diciptakan, kita tidak akan pernah membayangkan bahwa binatang seperti itu ada. Kita tidak akan pernah dapat berharap akan ada burung berwarna-warni, yang dapat menirukan suara kita seperti itu. Kita tidak dapat memahami apapun jika Allah tidak mengajari kita. Allah adalah Yang Mengadakan segala sesuatu dan Ia menciptakan segala sesuatu dengan segala kelebihannya. Hal ini sesuai dengan ayat Al Qur`an berikut ini:

Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, ... (Surat al-Hasyr : 24)

Sebagaimana burung beo, Allah telah menciptakan berbagai hal yang indah untuk kita semua. Dia menunjukkan kebesaran dan tanda-tanda-Nya di mana-mana di setiap kejadian. Sebagai ganti atas itu semua, Allah hanya menyuruh kita mengenali keindahan ciptaan-Nya yang tidak terbatas dan bersyukur - berterimakasih – kepada-Nya serta selalu memenuhi hati kita dengan ingatan (dzikir) kepada-Nya.

 
Versi online dari buku-buku Harun Yahya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sedang dalam persiapan.
Untuk sementara Anda dapat mengunjungi halaman Download untuk mendownload versi teks atau pdf yang tersedia dari buku-buku tersebut
© Harun Yahya Internasional 2004.
Hak Cipta Terpelihara. Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan dengan mencantumkan sumber situs web ini
info@harunyahya.com