|
FOSIL-FOSIL YANG DITEMUKAN DI REPUBLIK DOMINIKA -1-
Salah satu lingkungan tempat fosil terbentuk adalah damar. Fosil-fosil yang terawetkan dalam damar adalah akibat lengketnya getah (resin) pohon yang menjebak mahluk hidup dan mengawetkannya seketika. Getah itu tidak larut oleh air dan segera memadat ketika terkena udara. Kemudian, proses polimerisasi dimulai (molekul-molekul monomer menjalani reaksi berantai yang menghasilkan rantai tiga dimensi), dan getah berwarna bening tersebut terus mengeras selama jutaan tahun. Karena itu, mahluk hidup yang terperangkap di dalamnya tetap tak berubah dari keadaan aslinya jutaan tahun yang lalu.
Di seluruh dunia, lebih dari 100 lapisan damar diketahui. Damar tertua yang diketahui didapat dari Pegunungan Lebanon dan berasal dari Zaman Kretaseus (120-130 juta tahun lalu). Penelitian baru-baru ini menyingkapkan beberapa lapisan damar berasal dari Era Mesozoikum. Kelompok itu mencakup damar Yordania (berumur 75-80 juta tahun), damar New Jersey (kira-kira 80 juta tahun), damar Danau Cedar (75-80 juta tahun), damar Prancis (sekitar 70 juta tahun) dan damar Pirenia (100 juta). Sebagian besar fosil yang diperoleh dari lapisan damar berasal dari zaman-zaman Eosen-Miosen (5-55 juta tahun silam).
Kebanyakan fosil damar Republik Dominika juga berasal dari zaman-zaman tersebut . Di negeri itu, ada dua lapisan damar utama. Salah satunya adalah kawasan pegunungan di timur laut kota Santiago; yang lainnya adalah tambang-tambang di dekat kota El Valle, di timur laut kota Santo Domingo. Damar Dominika dibentuk dari getah pohon yang termasuk spesies Hymeneae. Salah satu ciri terpentingya adalah keragaman spesies yang membatu di dalamnya. Selain puluhan ribu serangga, terdapat juga katak kecil, kadal dan kalajengking dalam damar Dominika.
Seperti fosil-fosil lainnya, fosil-fosil damar yang ditemukan di Republik Dominika menunjukkan satu fakta penting: mahluk-mahluk hidup tidak mengalami perubahan apapun selama jutaan tahun, dengan kata lain, tidak pernah mengalami evolusi. Nyamuk selalu ada sebagai nyamuk, semut sebagai semut, lebah sebagai lebah, capung sebagai capung dan laba-laba sebagai laba-laba. Singkatnya, semua mahluk hidup telah memiliki tepat sifat-sifat yang sama sejak saat kali pertama muncul di dunia, dan tetap dalam bentuk yang sama. Mahluk-mahluk hidup yang terawetkan dalam damar jutaan tahun lamanya sama dengan spesimen-spesimen dari masa kini. Ini melontarkan pukulan maut kepada teori evolusi dan sekali lagi menunjukkan fakta penciptaan.

Sebagian lapisan
damar di Republik
Dominika . |

Ada lebih dari 100 lapisan damar di seluruh dunia. Salah
satunya terletak di Norwegia, di mana damar Baltik
ditemukan. |
 |
WERENG
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Foto wereng berumur 25 juta tahun ini mirip
dengan plathhopper masa kini. Seranggaserangga
ini, yang tetap sama sekalipun
jutaan tahun waktu berlalu, membantah teori
evolusi. |
|
LABA-LABA PELOMPAT
Umur: 25 juta tahun
Ukuran: 16 mm x 10 mm (0,6 inci x 0,3 inci)
Lokasi: Pegunungan dekat Santiago, Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Potongan amar ini berisi seekor laba-labal pelompat dari keluarga Salticidae. Laba-laba ini
mendapatkan namanya dari caranya menerkam mangsa, melompat 50 kali panjang
tubuhnya. Selain empat mata di depan kepala, laba-laba ini juga memiliki empat mata
kecil dengan susunan yang tanpa cela di dekat mata-mata tadi yang dipakainya untuk
mengenali mangsa.
Sama seperti rekan-rekannya dari masa kini, laba-laba pelompat yang hidup jutaan tahun
silam juga memiliki struktur yang lengkap, tanpa cela. Dan selama jutaan tahun, tidak ada
perubahan terjadi dalam struktur itu. Damar berumur 25 juta tahun dalam foto ini adalah
buktinya.
|
|
 |
KUMBANG MIMI
Umur: 25 juta tahun
Ukuran: 11 mm x 9 mm (0,4 inci x 0,3 inci)
Lokasi: Pegunungan dekat Santiago, Republik
Dominika
Zaman: Oligosen
Kumbang mimi biasanya hidup dekat dengan
sarang semut. Fosil 25 juta tahun ini membuktikan
bahwa serangga ini tidak pernah mengalami
evolusi. Tidak ada perbedaan antara kumbang dari
jutaan tahun ini dan rekannya yang hidup
sekarang.
|
|
TABUHAN SKELIONIDA
Umur: 25 juta tahun
Ukuran: 17 mm x 10 mm (0,6 inci x 0,3 inci)
Lokasi: Pegunungan dekat Santiago, Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Tabuhan skelionida umumnya hidup di bawah tumpukan daun rontok. Tabuhan-tabuhan dikenal
menjadi parasit banyak spesies serangga, khususnya telur-telur mereka. Tabuhan skelionida
dalam foto membatu saat terbang, dan tidak ada perbedaan dengan spesimen masa kini.
Tabuhan skelionida berumur 25 juta tahun yang terawetkan di dalam damar ini menunjukkan
bahwa serangga ini, sebagaimana mahluk-mahluk hidup lainnya, tidak berevolusi
|
|
|
KEPIK PEMBUNUH
Umur: 25 juta tahun
Ukuran: 18 mm x 14 mm (0,7 inci x 0,5 inci)
Lokasi: Pegunungan dekat Santiago, Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Potongan damar ini mengandung spesimen kepik pembunuh yang langka. Kepik
pembunuh hidup dengan cara yang disebut dengan pencernaan luar. Ia melepaskan
cairan yang melarutkan jaringan mangsanya, lalu menelan larutan itu. Racunnya bekerja
cepat dan melumpuhkan mangsanya dalam beberapa detik. Sementara sebagian kepik
pembunuh giat memburu mangsa, sebagian lain mendekam menunggunya. Warnawarni
sayap spesimen ini terawetkan sempurna.
Kepik pembunuh zaman sekarang memiliki semua ciri serupa dengan kepik yang hidup
25 juta tahun silam. Fosil dalam foto adalah salah satu bukti bahwa kepik pembunuh
tidak pernah berevolusi, memertahankan ciri-ciri yang persis sama selama jutaan tahun. |
|
 |
KALAJENGKING KATAI
Umur: 25 juta tahun
Ukuran: 17 mm x 11 mm (0,6 inci x 0,4 inci)
Lokasi: Pegunungan dekat Santiago, Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Kalajengking katai (pseudoscorpion) sebenarnya adalah arakhnida yang menyerupai
kalajengking, namun tidak memiliki ekor panjang dan sengat, alih-alih menggunakan
capitnya untuk menangkap mangsa. Kalajengking katai dapat ditemukan di bawah
tumpukan daun rontok, atau di balik tanah dan batu. Sekitar 2,000 spesies berbeda
kalajengking katai telah diketahui.
Tidak ada perbedaan antara kalajengking katai yang hidup 25 juta tahun silam dan
spesimen yang hidup hari ini. Ketiadaan perbedaan anatomis ini membuktikan bahwa
arakhnida ini tidak berevolusi. |
|
SEMUT BERSAYAP
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Semut bersayap memiliki dua sayap
sepanjang 5 hingga 8 mm (1,9 hingga
3,1 inci). Semut jenis ini membangun
sarangnya dekat dengan sumber
makanan dan air. Mereka tetap tak
berubah selama jutaan tahun.
Fosil semut dalam damar berumur 25
juta tahun ini menunjukkan bahwa
serangga-serangga tetap sama selama
jutaan tahun, dengan kata lain, tidak
mengalamin evolusi.
|
|
 |
KUMBANG API, LUING, DAN LABA-LABA
Umur: 25 juta tahun
Ukuran: 15 mm x 13 mm (0,5 inci x 0,5 inci)
Lokasi: Pegunungan dekat Santiago, Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Serangga ini tergolong dalam keluarga Pyrochroidae dan secara umum dikenal sebagai
kumbang api atau warna api. Antenanya yang beruas-ruas dapat terlihat sangat mencolok
pada spesimen ini. Potongan damar ini juga berisi fosil seekor luing dan seekor laba-laba.
Kumbang api, luing dan laba-laba semuanya tetap sama tak berubah selama jutaan tahun,
menunjukkan bahwa mahluk-mahluk hidup tidak berevolusi satu sama lain dalam tahaptahap,
namun diciptakan seketika, bersama-sama dengan sifat-sifat mereka.
|
|
 |
TABUHAN PARASIT DAN
LALAT BONGKOK
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Fosil-fosil tabuhan parasit dan lalat bongkok
berumur 25 juta tahun ini adalah bukti bahwa,
sebagaimana mahluk-mahluk hidup lainnya,
spesies-spesies ini tidak berevolusi. Seranggaserangga
ini tetap sama selama jutaan tahun,
dan tidak pernah berubah..
|
|
LEBAH TAK BERANTUP
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Lebah tak berantup yang
terawetkan dalam damar ini
sama dengan spesimenspesimen
masa kini.
|
|
 |
SEMUT BERSAYAP,
AGAS BINTUL
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Semut bersayap dan agas bintul, yang
bertahan tak berubah selama 25 juta
tahun, menghancurkan pernyataanpernyataan
teori evolusi.
|
|
LABA-LABA DAN
SARANG LABA-LABA
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Sebagaimana bentuk-bentuk kehidupan
lainya, laba-laba telah bertahan selama
jutaan tahun tanpa mengubah struktur
tubuhnya. Laba-laba beserta sarangnya
ini terawetkan dalam damar selama 25
juta tahun. Mirip dengan spesimen
yang hidup di masa kini, laba-laba
bercerita kepada kita bahwa mereka
diciptakan, dan tidak berevolusi.
|
|
 |
KUTU KAYU
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Kita memiliki tak terhitung spesimen fosil yang berasal dari ribuan spesies
serangga; semua fosil itu menunjukkan bahwa mereka memiliki sifat-sifat yang
dama sejak kali pertama muncul dan tidak berevolusi. Salah satu fosil ini adalah
potongan damar berumur 25 juta tahun yang menunjukkan bahwa kutu kayu |
|
KUMBANG KAYU
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Kumbang kayu dari 25 juta tahun silam sama dengan yang hidup di
masa kini. Serangga-serangga ini, yang tetap sama selama jutaan
tahun, adalah satu contoh yang menunjukkan bahwa mahluk-mahluk
hidup tidak berevolusi, melainkan diciptakan.
|
|
 |
KUMBANG MIMI
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Semua rekaman fosil membantah para Darwinis yang bersikukuh bahwa mahluk-mahluk
hidup pelan-pelan turun dari satu sama lain. Namun, fosil-fosil menunjukkan bahwa
mahluk-mahluk hidup muncul mendadak dan bersama dengan semua struktur lengkap dan
tanpa cela masing-masing, dan mereka tidak pernah berubah selama keberadaannya.
Petunjuk nyata ciptaan Allah ini tidak pernah dapat dijelaskan oleh para evolusionis.
Salah satu spesimen yang tidak dapat diterangkan oleh mereka adalah kumbang mimi yang
terawetkan dalam damar selama 25 juta tahun. Serangga ini membantah evolusi. |
|
SEMUT BERSAYAP
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Damar ini berisi fosil semut bersayap. Tidak ada perbedaan
antara semut bersayap yang hidup saat ini dan yang hidup
jutaan tahun silam-salah satu bukti bahwa sebagaimana
mahluk-mahluk hidup lainnya, semut bersayap tidak
berevolusi. |
|
|
LABA-LABA
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Laba-laba masa kini memiliki semua ciri yang dipunyai
oleh laba-laba yang hidup jutaan tahun silam. Seekor
laba-laba berumur 25 juta tahun yang terawetkan di
dalam damar adalah salah satu buktinya. |
|
 |
SEMUT PEKERJA
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Semut-semut adalah salah satu dari demikian banyak spesies di Bumi.
Rekaman fosil telah menyingkapkan bahwa semut-semut tetap sama
selama jutaan tahun, dan tidak pernah mengalami perubahan apapundengan
kata lain, tidak pernah berevolusi. Fosil semut pekerja
berumur 25 juta tahun dalam foto ini menegaskan fakta tersebut. |
|
SEMUT BERSAYAP
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Tidak ada perbedaan antara semut bersayap berumur
25 juta tahun dan spesimen hidup masa kini. Semut
bersayap yang tetap sama sekalipun jutaan tahun
berlalu adalah sebagian bukti bahwa evolusi tidak
pernah terjadi. |
|
 |
LALAT KADIS, AGAS JAMUR SAYAP GELAP
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Dalam foto adalah seekor lalat kadis (caddis) dan agas jamur dalam damar.
Mahluk-mahluk hidup ini telah bertahan selama jutaan tahun tanpa perubahan
sedikit pun dalam struktur mereka. Fakta bahwa serangga-serangga ini tidak
pernah berubah adalah sebuah tanda bahwa mereka tidak pernah berevolusi.. |
|
RAYAP BERSAYAP
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Damar berumur 25 juta tahun dalam foto ini berisi fosil seekor rayap
bersayap. Mahluk ini memiliki sistem tanpa cela yang sama selama jutaan
tahun, dan tidak sedikit pun perubahan telah terjadi dalam strukturnya. |
|
 |
KUTU DAUN
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Serangga-serangga genus Hemiptera, yang
beranggotakan lebih dari 48,000 spesies,
muncul mendadak dalam rekaman fosil dan
tetap tak berubah selama jutaan tahun. Sama
seperti spesies-spesies serangga lainnya,
mereka menyangkal evolusi. |
|
LABA-LABA DAN
SARANG LABA-LABA
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Seekor laba-laba yang membatu bersama
sarangnya dapat dilihat dalam damar ini.
Laba-laba dan sarangnya yang berumur 25 juta
tahun ini sama dengan laba-laba mutakhir
beserta sarangnya, yang mana dengan tuntas
menyangkal kebenaran teori evolusi. |
|
 |
SEMUT BERSAYAP
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Semut bersayap, yang tetap sama selama 25 juta
tahun, adalah sebagian spesimen fosil yang
menunjukkan bahwa teori evolusi tidak sahih.
Para evolusionis tidak memiliki cara ilmiah yang
taat asas untuk menjelaskan mahluk-mahluk
hidup yang tidak berubah selama jutaan tahun. |
|
RAYAP BERSAYAP
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Spesies-spesies serangga yang tidak mengalami
perubahan selama jutaan tahun mewakili suatu
penghalang besar bagi teori evolusi. Spesies yang selalu
muncul dengan struktur yang sama dalam rekaman fosil
adalah di antara bukti bahwa mahluk-mahluk hidup tidak
pernah mengalami evolusi. Rayap bersayap dalam damar
pada foto berumur 25 juta tahun, dan tidak berbeda
dengan rekan-rekan mereka yang hidup saat ini. |
|
|
BELALANG
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Spesimen-spesimen belalang yang membatu sama dengan belalang
hidup hari ini. Fakta bahwa belalang yang hidup 25 juta tahun
silam sama dengan spesimen masa kini menunjukkan bahwa
evolusi tidak pernah terjadi. |
|
 |
TABUHAN SKELIONIDA,
KUTU LONCAT
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Tabuhan skelionida dan kutu loncat
membatu dalam damar berumur 25 juta
tahun. Tabuhan skelionida dan kutu loncat
yang tetap tak berubah selama jutaan tahun
menyangkal evolusi. |
|
KUMBANG PENGEBOR
LUBANG JARUM
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Para evolusionis tidak dapat menunjukkan bahkan satu
pun fosil yang menunjukkan bahwa kumbang berevolusi,
walaupun puluhan ribu fosil menunjukkan bahwa
mahluk ini tidak berevolusi. Sama seperti mahluk-mahluk hidup lainnya, seranggaserangga
mendadak muncul bersama semua ciri-ciri mereka dan tetap tak berubah
selama ratusan juta tahun. Salah satu temuan yang membuktikan hal ini adalah fosil
kumbang pengebor lubang jarum yang membatu dalam damar. |
|
 |
TABUHAN PARASIT,
KUTU EKOR PEGAS
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Teori evolusi menderita kekalahan telak di hadapan
temuan-temuan fosil. Salah satu contoh adalah tabuhan
parasit dan kutu ekor pegas (springtail) dalam damar
berumur 25 juta tahun pada foto. Tidak ada perbedaan
dengan spesimen yang hidup hari ini, artropodaartropoda
kuno ini menunjukkan ke fakta penciptaan. |
|
TABUHAN PTEROMALIDA
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Tabuhan pteromalida tetap tak berubah selama
jutaan tahun-dengan kata lain, mahluk ini
tidak pernah berevolusi. Fakta ilmiah tak
terbantahkan ini diungkapkan oleh rekaman
fosil. Satu contohnya adalah fosil tabuhan
dalam damar berumur 25 juta tahun pada foto. |
|
 |
KUMBANG PENGEMBARA
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Kumbang pengembara adalah anggota ordo Coleoptera.
Bersama dengan kumbang pengembara, kumbang kecil
lainnya ikut membatu di dalam damar. Kumbang
pengembara, yang tetap sama selama 25 juta tahun,
menyangkal pernyataan-pernyataan para evolusionis. |
|
SEMUT BERSAYAP
Umur: 25 juta tahun
Ukuran: damar (panjang-lebar): 13 mm x 7 mm (0,5 inci x
0,2 inci)
Lokasi: sekitar Santiago, Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Semut bersayap (drone) dikirim keluar dari koloni untuk
kawin dengan semut ratu. Tidak ada perbedaan antara
semut bersayap berumur 25 juta tahun yang membatu
dalam damar dan semut bersayap masa kini. |
|
|
SEMUT BERSAYAP, AGAS BINTUL
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Agas penyebab bintul (gall) adalah serangga yang lebih kecil
daripada nyamuk. Dua agas bintul yang membatu berumur
25 juta tahun. Ada juga fosil semut bersayap bersama mereka.
Semut bersayap dan agas tetap tak berubah selama jutaan
tahun termasuk di antara bukti-bukti bahwa evolusi tidak
pernah terjadi |
|
 |
AYAK-AYAK
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Tidak ada perbedaan antara ayak-ayak masa kini dan yang hidup 25 juta
tahun silam. Fosil dalam damar, seperti dalam foto, adalah salah satu
petunjuk. |
|
LALAT BONGKOK
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Lalat bongkok adalah spesies sangat kecil yang mirip lalat
buah. Semua spesimen fosil yang ditemukan menunjukkan
bahwa lalat bongkok selalu ada dalam bentuknya yang
sekarang. Lalat bongkok dalam damar berumur 25 juta
tahun ini sekali lagi menegaskan fakta itu. |
|
 |
AGAS PENYENGAT
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Tidak ada perbedaan antara agas
penyengat masa kini dan yang membatu
sejak 25 juta tahun silam.. |
|
AGAS JAMUR SAYAP GELAP
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Agas jamur sayap gelap ini berusia 25 juta tahun
silam, membantah pernyataan-pernyataan para
evolusionis. |
|
 |
SARANG LABA-LABA,
LALAT PEMULUNG
HITAM KECIL
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Satu temuan yang menunjukkan bahwa seranggaserangga
tetap tak berubah selama jutaan tahun
adalah fosil lalat pemulung berumur 25 juta tahun
ini. Sarang laba-laba membatu pada saat yang sama.
Sebagaimana laba-laba yang hidup jutaan tahun
silam, sarang laba-laba masa kini memiliki struktur
yang sama. |
|
KUTU EKOR PEGAS
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Tidak ada perbedaan antara kutu
ekor pegas yang hidup 25 juta tahun
silam dan yang hidup hari ini. |
|
|
LALAT BONGKOK
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Sebagaimana ikan selalu ada sebagai ikan, reptil
selalu ada sebagai reptil dan burung sebagai
burung, serangga juga selalu ada sebagai
serangga. Lalat bongkok yang tetap sama selama
25 juta tahun menegaskan sekali lagi fakta ini. |
|
 |
COCOPET, SEMUT PEKERJA
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Dalam damar ini, seekor semut pekerja
membatu bersama cocopet. Cocopet adalah
nama umum yang diberikan kepada serangga
anggota ordo Dermaptera. Sekitar 1,800 spesies
dari 10 keluarga telah dikenali. Ciri paling
mencolok pada semua spesimen fosil ini adalah
bahwa, bersama dengan semua mahluk-mahluk
hidup lainnya, tidak ada perubahan struktur.
Cocopet tetap tak berubah selama jutaan tahun,
dan membentuk salah satu bukti yang
menyangkal evolusi. |
|
NIMFA WERENG
Umur: 25 juta tahun
Lokasi: Republik Dominika
Zaman: Oligosen
Sebagaimana wereng dewasa, nimfa
wereng juga memiliki sifat-sifat yang
tepat sama jutaan tahun silam. Spesimen
fosil berumur 25 juta tahun dalam foto
menunjukkan bahwa larva masa kini
sama dengan yang hidup di masa lalu. |
|
|