STRUKTUR ATOM
Udara, air, gunung, binatang, tumbuhan, tubuh
kita, kursi yang kita duduki, pendeknya semua yang kita lihat, kita raba,
dan kita rasa, mulai dari yang paling berat sampai dengan yang paling
ringan dibentuk dari atom. Setiap halaman buku yang Anda pegang terdiri
dari miliaran atom. Atom adalah partikel yang begitu kecil sehingga tidak
mungkin dilihat walaupun menggunakan mikroskop tercanggih. Diameter atom
hanyalah sebesar sepersejuta milimeter.
Mustahil bagi manusia membayangkan ukuran ini.
Oleh karena itu, mari kita coba memahaminya dengan contoh:
Bayangkan Anda memegang sebuah
kunci. Tidak diragukan lagi, Anda tidak mungkin bisa melihat atom-atom
dalam kunci ini. Bila Anda tetap ingin melihatnya, maka Anda harus memperbesar
kunci ini menyerupai bumi. Setelah kunci Anda seukuran bumi, maka setiap
atom di dalamnnya seukuran buah ceri. 13
Mari kita perhatikan contoh lain lagi agar dapat
memahami kekecilan ini, dan bagaimana semua tempat dan semua benda dipenuhi
atom:
Katakanlah kita ingin menghitung
seluruh atom dalam sebutir garam, dan anggaplah bahwa kita dapat menghiung
satu miliar atom per detik. Meskipun kita sangat cekatan, akan dibutuhkan
lebih dari lima ratus tahun untuk menghitung jumlah atom di dalam sebutir
garam ini. 14
Lalu, ada apakah di dalam struktur sekecil
itu?
Meskipun teramat kecil, di dalam atom terdapat
sebuah sistem tanpa cacat, unik, dan kompleks yang dalam kecanggihannya
sebanding dengan sistem yang kita lihat di alam semesta secara umum.
Setiap atom terbuat dari inti dan sejumlah elektron
yang bergerak mengitari orbitnya yang berjarak sangat jauh dari inti.
Di dalam inti terdapat partikel-partikel lain bernama proton dan netron.
Dalam bab ini, kita akan mengamati struktur
atom yang luar biasa yang merupakan dasar dari semua yang hidup maupun
mati, dan melihat bagaimana atom-atom berkombinasi untuk membentuk molekul
dan akhirnya materi.
Kekekuatan yang Terkandung dalam Inti
Inti terletak tepat di pusat atom dan terdiri
dari sejumlah proton dan netron yang banyaknya tergantung pada sifat-sifat
atom tersebut. Jari-jari inti kira-kira seperseribu jari-jari atom. Untuk
menyatakannya dalam bentuk angka, jari-jari atom adalah 10-8 (0,00000001)
cm, dan jari-jari inti adalah 10-12 (0,000000000001) cm. Karena
itu, volume inti sama dengan satu per sepuluh-miliar volume atom.
Karena kita tidak dapat membayangkan
besarnya (atau tepatnya kecilnya) angka ini, mari kita ambil contoh buah
ceri tadi. Mari kita lihat inti di dalam atom yang telah kita bayangkan
sebesar buah ceri ketika kunci di tangan Anda sebesar bumi. Bahkan dengan
perbesaran skala seperti itu, masih mustahil bagi kita melihat inti, yang
masih sangat-sangat kecil. Bila kita benar-benar ingin melihatnya, maka
kita harus mengubah kembali skalanya. Ceri yang mewakili atom, harus diperbesar
lagi menjadi sebuah bola raksasa yang berdiameter 200 meter. Bahkan dalam
skala yang sukar dipercaya ini pun, inti dari atom tidak lebih besar dari
sebutir debu. 15
Sekecil itulah, sehingga bila
kita membandingkan diameter inti yang 10-13 cm dan diameter atom yang
10-8 cm, kita sampai pada hasil berikut: jika kita asumsikan bahwa atom
itu sebuah bola, dan jika kita ingin memenuhi bulatan ini dengan inti,
maka kita akan membutuhkan 1015 (1.000.000.000. 000.000) inti untuk mengisinya.1
Akan Tetapi, ada satu hal yang lebih mengejutkan
lagi: walaupun ukuran inti satu per sepuluh-milyar ukuran atom, massa
inti mencakup 99,95% massa atom. Bagaimana bisa sesuatu yang menguasai
hampir keseluruhan massa, di lain pihak, hampir tidak ada ruang yang ditempatinya?
Alasannya adalah kerapatan yang meliputi massa
atom tidak tersebar merata ke seluruh atom. Hampir seluruh massa atom
dikumpulkan di inti. Katakanlah, Anda memiliki sebuah rumah berukuran
10 milyar meter persegi, dan Anda harus menarik semua meubel di dalam
rumah itu ke sebuah kamar yang berukuan satu meter persegi. Dapatkah Anda
melakukannya? Tentu saja tidak.
etapi inti atom dapat melakukan ini berkat gaya
hebat yang berbeda dengan gaya-gaya lain di alam semesta. Gaya ini adalah
gaya nuklir kuat, satu dari empat gaya fundamental di alam semesta yang
telah kita sebutkan pada bab sebelumnya.
Kita telah mengkaji bahwa gaya ini, gaya paling
dahsyat di alam, menjaga inti atom tetap utuh dan tidak terjadi penguraian.
Semua proton dalam inti memiliki muatan positif dan mereka tolak-menolak
karena gaya elektromagnetik. Namun, karena gaya nuklir kuat yang seratus
kali lebih kuat daripada gaya repulsif proton, gaya elektromagnetik menjadi
tidak efektif, dan proton-proton tetap di orbitnya.
Kesimpulannya, terdapat dua gaya kuat yang saling
berinteraksi di dalam atom yang terlalu kecil untuk dapat kita lihat.
Inti dapat tetap utuh berkat nilai gaya-gaya ini tepat.
Kalau kita membandingkan ukuran atom dan jumlah
atom di alam semesta, mustahil untuk mengabaikan bahwa ada keseimbangan
dan rancangan luar biasa yang sedang bekerja. Sangat jelas bahwa gaya-gaya
fundamental di alam semesta ini telah diciptakan secara khusus dengan
pengetahuan dan kekuasaan mahaluas. Bagi mereka yang tidak mau percaya,
hanya bisa menyatakan bahwa semua ini menjadi ada karena "kebetulan" saja.
Namun, perhitungan probabilitas secara ilmiah telah menyatakan bahwa keseimbangan
di alam semesta terbentuk secara "kebetulan" peluangnya adalah "0" Semua
ini adalah bukti yang jelas dari keberadaan Allah dan kesempurnaan ciptaan-Nya.
Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu.
Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran. (QS. Al An'aam, 6:80)
Ruang di dalam Atom
Seperti disebutkan sebelumnya,
bagian terbesar dari atom adalah ruang. Ini menimbulkan pertanyaan yang
sama pada setiap orang: mengapa ada ruang seluas itu? Mari kita pikirkan.
Dalam kalimat sederhana, atom terdiri dari inti, dikelilingi elektron-elektron.
Tak ada apa-apa lagi antara inti dan elektron-elektron. Jarak mikroskopis
"di mana tidak terdapat apa pun", sesungguhnya sangat besar dalam skala
atom. Kita dapat mencontohkan skala ini sebagai berikut: Jika sebuah kelereng
berdiameter satu sentimeter mewakili elektron yang berada paling dekat
dengan inti, maka inti tersebut akan berjarak satu kilometer jauhnya dari
kelereng ini.17 Kita dapat mengutip contoh di bawah
ini untuk memperjelas perbandingan tesebut:
Ada ruang yang luas terbentang
di antara partikel-partikel dasar. Bila saya memisalkan proton dari sebuah
inti oksigen sebagai kepala "jarum pentul" yang terletak di atas meja
di depan saya, maka elektron yang bergerak mengitarinya hingga membentuk
lingkaran, akan melewati Belanda, Jerman, dan Spanyol (penulis kutipan
ini tinggal di Prancis). Karena itu, jika semua atom yang membentuk tubuh
saya berkumpul dengan begitu dekat hingga saling menyentuh, Anda tidak
akan dapat melihat saya lagi. Anda benar-benar tidak akan pernah dapat
melihat saya dengan mata telanjang. Saya akan menjadi sekecil partikel
debu yang berukuran seper sekian ribu milimeter.18
Sampai di sini kita menyadari bahwa ada kesamaan
antara ruang paling luas dan ruang yang paling sempit yang kita ketahui
di alam semesta. Saat kita mengarahkan mata kita ke bintang, sekali lagi
kita melihat kekosongan yang mirip dengan yang ada pada atom. Ada kekosongan
milyaran kilometer baik antar bintang maupun antar galaksi. Namun, di
dalam kedua kekosongan ini, sebuah keteraturan di luar batas pemahaman
manusia tampak jelas.
Di Dalam Inti: Proton dan Netron
Sampai tahun 1932, dianggap bahwa inti terdiri
dari proton dan elektron saja. Kemudian ditemukan bahwa bukan elektron
melainkan netron yang berada di dalam inti di samping proton. (Seorang
ilmuwan terkenal, Chadwick, membuktikan keberadaan netron dalam inti pada
tahun 1932 dan dia mendapatkan penghargaan Nobel untuk penemuannya ini).
Manusia diperkenalkan pada struktur atom yang sesungguhnya hanya baru-baru
ini.
Telah disebutkan sebelumnya betapa kecil inti
atom itu. Ukuran proton yang dapat masuk ke dalam inti atom adalah 10-15
m.
Anda mungkin mengira bahwa partikel sedemikian
kecil itu tidak akan berarti bagi kehidupan seseorang. Namun, partikel-partikel
yang teramat kecilnya sehingga tidak dapat dibayangkan manusia ini membentuk
dasar dari segala sesuatu yang Anda lihat di sekeliling Anda.
Sumber Keanekaragaman di Alam Semesta
Ada 109 unsur yang sudah dapat diidentifikasikan
sampai saat ini. Alam semesta, bumi kita, dan semua benda yang hidup maupun
mati, dibentuk dengan penyusunan 109 unsur tersebut dalam berbagai kombinasi.
Sampai saat ini kita telah melihat bahwa semua unsur terbuat dari atom-atom
yang mirip satu sama lain, sementara atom ini juga terbuat dari partikel-partikel
yang sama. Jadi, jika semua atom yang membentuk unsur terbuat dari partikel-partikel
yang sama, apakah yang membuat unsur-unsur itu saling berbeda dan menyebabkan
pembentukan zat yang sangat beraneka ragam?
|
1- titanium
2- yellow sapphire
3- pyrite
4- topaz
5- blue sapphire
6- calcite
7- copper
8- lime stone
9-fluoride
10- topaz
11- talc
12- iron |
13- emery stone
14- coal
15-galleon
16- quart z
17-barium sulfate
18- feldspar
19- diamond
20- apatite
21- Gold
22-feldspar
23- rock salt
24- quartz |
|
Yang menyebabkan perbedaan unsur-unsur adalah jumlah proton
dalam inti atomnya. Perbedaan inilah yang membuat material-material
di atas tampak begitu berbeda satu dengan lainnya |
Adalah jumlah proton di dalam inti atom yang
pada prinsipnya membedakan unsur satu dengan yang lainnya. Ada satu proton
dalam atom Hidrogen, unsur yang paling ringan, dua proton di dalam atom
Helium, unsur kedua paling ringan, 79 proton dalam atom emas, 8 proton
dalam atom oksigen, dan 26 proton dalam atom besi. Yang membedakan emas
dari besi, dan besi dari oksigen hanyalah perbedaan jumlah proton dalam
atom-atomnya. Udara yang kita hirup, tubuh kita, tumbuh-tumbuhan dan hewan,
planet-planet di angkasa, makhluk hidup dan benda mati, pahit dan manis,
padat dan cair, dan sebagainya… semuanya dibentuk dari proton, netron,
dan elektron.
Garis Batas Keberadaan Fisik: Quark
Sampai dengan 20 tahun yang lalu, dipercaya
bahwa partikel terkecil yang membentuk atom adalah proton dan netron.
Namun baru-baru ini, ditemukan bahwa ada partikel yang jauh lebih kecil
di dalam atom yang membentuk partikel-partikel yang disebutkan di atas.
Penemuan ini memicu perkembangan cabang ilmu
fisika yang disebut "fisika partikel" yang menyelidiki "sub-partikel"dalam
atom dan pergerakannya. Penelitian fisika partikel mengungkap bahwa proton
dan netron yang membentuk atom sebenarnya terbentuk oleh sub-partikel
yang disebut quark.
Dimensi quark yang membentuk proton, yang sedemikian
kecil sehingga melampaui kemampuan imajinasi manusia, jauh lebih menakjubkan:
10-18 (0,000000000000000 001) meter.
Quark di dalam proton tidak akan pernah dapat
dipisahkan satu sama lain karena "gaya nuklir kuat", yang menjaga partikel-partikel
tetap berada di dalam inti, juga bekerja di sini. Gaya ini berfungsi sebagai
pita karet antara quark-quark tersebut. Ketika jarak antar quark bertambah,
bertambah juga gaya ini dan dua quark tidak akan pernah berjarak lebih
dari seper-quadrilyun meter. Pita karet antara quark-quark ini terbentuk
oleh gluon yang memiliki gaya nuklir kuat. Quark dan gluon berinteraksi
sangat kuat. Namun, ilmuwan belum berhasil menyelidiki bagaimana interaksi
ini terjadi.
Proton dan netron dalam inti terbentuk dari
partikel yang lebih kecil lagi yang disebut quark. |
Penelitian di bidang "fisika partikel" sedang
berlangsung untuk memecahkan rahasia dunia partikel sub-atomik. Namun,
sekalipun dengan segala kecerdasan, kesadaran dan pengetahuan yang dimiliki
manusia, baru-baru ini kita hanya berhasil menemukan partikel-partikel
dasar yang membentuk segala sesuatu termasuk diri kita. Lebih jauh lagi,
semakin kita mencermati partkel-partikel ini, semakin detaillah subjek
ini, dan kita sudah dibuat terhenyak oleh batas dimensi 10-18 m dari quark.
Lalu, ada apa lagi di luar batas ini?
Dewasa ini, para ilmuwan mengemukakan berbagai
hipotesis me-ngenai subjek ini, tetapi seperti telah disebutkan di atas,
batas itu adalah titik terjauh yang bisa kita capai dalam dunia materi
alam semesta. Segala sesuatu yang melampaui titik ini hanya dapat dinyatakan
sebagai energi bukan materi. Yang terpenting adalah manusia menemukan
-di lokasi yang hanya bisa ditemukannya setelah seluruh teknologi yang
ada dikerahkan - keseimbangan luar biasa dan hukum-hukum fisika yang telah
berjalan seperti jam. Lebih jauh lagi, lokasi ini adalah di dalam atom,
yang merupakan bahan penyusun semua materi di alam semesta, termasuk makhluk
hidup.
Manusia baru mulai menyadari mekanisme sempurna
yang berfungsi tanpa gagal pada organ dan sistem di dalam tubuhnya sendiri.
Penemuannya tentang mekanisme sel pembentuk struktur ini baru terjadi
beberapa dekade lalu. Penciptaan agung yang tampak pada atom pembangun
sel, proton dan netron dalam atom, dan quark di dalam partikel-partikel
tersebut, begitu sempurna sehingga mengejutkan setiap orang, terlepas
dari apakah dia percaya atau tidak. Hal mendasar yang perlu dipikirkan
di sini adalah bahwa semua mekanisme sempurna ini berjalan dengan teratur
setiap detik di sepanjang hidup manusia, tanpa campur tangannya, dan
sama sekali di luar kendalinya. Fakta ini menjadi bukti nyata bagi setiap
orang yang menggunakan nurani dan pengetahuannya bahwa semua itu diciptakan
dan diatur oleh Allah, Pemilik kekuatan dan ilmu yang mahatinggi.
"Semua yang ada di langit dan di bumi selalu
meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Maka nikmat Tuhan
kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rah-maan, 55: 29-30)
Aspek Lain dari Atom: Elektron
Pada diagram sebelah kanan, Anda melihat empat jenis orbit
berbeda yang dibuat elektron, tergantung pada gerak gelombang.
Elektron mengikuti orbit ini, tak ubahnya planet-planet yang
bergerak mengelilingi matahari, tergantung pada sifat partikel-partikelnya.
Gerakan elektron yang berbeda ini mencegah batasan tertentu.
|
Elektron adalah partikel yang berotasi dan berevolusi/berputar
mengelilingi inti atom seperti halnya bumi berputar pada porosnya dan
juga berputar mengelilingi matahari. Perputaran ini, seperti rotasi planet,
ternyata berjalan terus-menerus dan sangat teratur pada jalur-jalur, yang
kita sebut orbit. Namun, perbandingan ukuran bumi dan matahari sangat
berbeda dari skala atom. Untuk membuat perbandingan antara ukuran elektron
dan ukuran bumi, jika kita memperbesar atom sebesar bumi, maka elektron
hanya akan sebesar apel.19
Puluhan elektron yang berevolusi dalam area
yang begitu kecil sehingga tak terlihat walaupun menggunakan mikroskop
tercanggih menciptakan sebuah lalu lintas yang sangat kompleks dalam atom.
Yang paling menakjubkan di sini adalah bahwa elektron-elektron ini, yang
mengelilingi inti seperti sebuah tameng muatan listrik, tidak pernah mengalami
kecelakaan kecil sekalipun. Bahkan, satu kecelakaan kecil saja di dalam
atom dapat menyebabkan bencana untuk atom itu. Tetapi kecelakaan seperti
itu tidak pernah terjadi. Seluruh operasi ini berjalan mulus. Elektron-elektron
yang mengelilingi inti dengan kecepatan sangat mengejutkan yaitu 1.000
km/detik, tidak pernah bertubrukan satu sama lain. Sangat mengagumkan
bahwa elektron-elektron ini, yang tidak berbeda satu dengan lainnya, berputar
di orbitnya sendiri-sendiri, dan ini jelas hasil dari sebuah "penciptaan
yang disengaja". Jika mereka mempunyai massa dan kecepatan berbeda, mungkin
wajar saja kalau mereka mempunyai orbit berbeda di sekeliling inti. Contohnya,
urutan planet dalam tata surya kita mengikuti logika ini. Planet-planet
yang mempunyai massa dan kecepatan saling berbeda dengan sendirinya mempunyai
orbit berbeda dalam mengelilingi matahari. Tetapi kasus elektron dalam
atom sama sekali berbeda dari planet-planet ini. Semua elektron sama benar
namun mempunyai orbit berbeda di sekeliling inti: Bagaimana mereka mengikuti
jalur ini dengan akurat, bagaimana mereka bisa tidak saling bertabrakan
meskipun mereka berukuran sangat kecil dan bergerak dengan kecepatan sangat
tinggi? Pertanyaan ini membawa kita pada kesimpulan tunggal: satu-satunya
kebenaran yang kita lihat dalam keteraturan unik dan keseimbangan rumit
ini adalah penciptaan sempurna oleh Allah.
"Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan,
Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling Baik. Bertasbih
kepada-Nya apa yang di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa
lagi Mahabijaksana." (QS. Al Hasyr, 59:24)
Elektron adalah partikel-partikel kecil, berukuran
hampir seperdua-ribu ukuran netron dan proton. Sebuah atom mempunyai jumlah
elektron dan proton yang sama dan setiap elektron bermuatan negatif yang
setara dengan muatan positif yang dikandung tiap proton. Total muatan
positif pada inti dan total muatan negatif pada elektron saling meniadakan
dan atom menjadi netral.
Muatan listrik yang dimilikinya membuat elektron
patuh pada hukum-hukum fisika tetentu. Salah satu hukum fisika ini adalah
"muatan listrik yang sama saling tolak dan muatan yang berlawanan akan
saling tarik".
Pertama, dalam kondisi normal, elektron-elektron,
yang seluruhnya bermuatan negatif, seharusnya saling tolak mengikuti hukum
ini dan melepaskan diri dari inti. Tetapi, ini tidak terjadi. Bila elektron
terlepas dari inti, maka alam semesta akan terdiri dari proton, netron
dan elektron bebas yang berkeliaran dalam ruang kosong. Kedua, inti yang
bermuatan positif seharusnya menarik elektron-elektron yang bermuatan
negatif, sehingga elektron akan melekat pada inti. Dalam kasus ini, inti
akan menarik semua elektron dan atom akan melesak hancur.
Akan tetapi, tak satu pun hal ini terjadi. Kecepatan
elektron yang luar biasa yang disebutkan di atas (1.000 km/detik), gaya
tolak-menolak yang dikeluarkan oleh sesama elektron, dan gaya tarik-menarik
antara inti dan elektron, merupakan nilai-nilai yang begitu tepat sehingga
ketiga faktor yang saling bertentangan ini saling menyeimbangkan secara
sempurna. Sebagai hasilnya, sistem luar biasa di dalam atom ini berjalan
tanpa kegagalan. Bahkan jika nilai salah satu gaya yang bekerja pada atom
lebih atau kurang daripada seharusnya, atom tidak akan pernah ada.
Di samping faktor-faktor itu, jika tidak ada
gaya-gaya nuklir yang mengikat proton dan netron di dalam inti, proton-proton
yang bermuatan sama bahkan tidak akan bisa saling mendekat, apalagi berikatan
di dalam inti. Dengan cara yang sama, netron-netron tidak akan bisa melekat
pada inti. Sebagai hasilnya, tidak akan ada inti dan karena itu, tidak
ada atom.
Semua perhitungan akurat ini adalah indikasi
bahwa sebuah atom pun tidak bebas lepas namun bekerja di bawah kendali
sempurna Allah. Jika tidak, alam semeta yang kita tinggali ini pasti akan
berakhir sebelum dimulai. Proses ini akan berbalik di permulaan dan alam
semesta tidak akan terbentuk. Namun Allah, Pencipta segala sesuatu, Yang
Mahakuasa dan Mahabesar, menetapkan keseimbangan yang sangat tepat di
dalam atom seperti Dia menetapkan semua keseimbangan di alam semesta,
yang karenanya atom terus eksis dalam keteraturan sempurna.
Para ilmuwan telah memberikan usaha terbaik
mereka selama bertahun-tahun untuk mengungkap rahasia keseimbangan yang
ditetapkan oleh Allah ini, dan berhasil hanya sejauh memberi nama untuk
gejala-gejala yang teramati seperti "gaya elektromagnetik", "gaya nuklir
kuat", "gaya nuklir lemah", dan "gaya tarik massa"… Tetapi, seperti yang
disebutkan di bagian pendahuluan buku ini, tak seorang pun memikirkan
pertanyaan "Mengapa?" Mengapa gaya-gaya ini beroperasi pada intensitas
tertentu di bawah aturan-aturan tertentu? Mengapa daerah yang diatur gaya-gaya
ini, aturan-aturan yang mereka patuhi, dan intensitas gaya-gaya ini, memiliki
keharmonisan yang begitu hebat?"
Para ilmuwan tidak berdaya dihadapkan pada semua
pertanyaan ini karena yang bisa mereka lakukan hanyalah memperkirakan
keteraturan dalam peristiwa yang terjadi. Penelitian mereka, bagaimanapun
juga, membangkitkan kenyataan yang tidak dapat dibantah. Setiap titik
di alam semesta menunjukkan campur tangan Pemilik kecerdasan dan kehendak,
yang tidak membiarkan satu atom pun menganggur. Ada kekuatan tunggal yang
menjaga semua gaya ini dalam keharmonisan, dan itu adalah Allah, Yang
memegang seluruh kekuatan dan kekuasaan. Allah menjelmakan kekuasaan-Nya
di mana saja Dia berkehendak dan kapan saja Dia berkehendak. Seluruh alam
semesta, dari atom terkecil hingga galaksi tak berujung mampu melanjutkan
keberadaannya hanya karena kehendak dan penjagaan Allah.
Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa
yang
diciptakan Allah di langit
dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda
(kekuasan-Nya) bagi orang-orang
yang bertaqwa.
(QS. Yunus, 10:6)
|
Di dalam Al Quran, Allah menyatakan bahwa tidak
ada kekuatan kecuali Dia dan Dia mengumumkan hukuman bagi mereka yang,
karena ketidaktahuannya, menganggap bahwa makhluk tak berdaya (hidup atau
mati) yang diciptakan Allah memiliki daya dan kekuatan yang mandiri dari-Nya,
dan memberikan atribut karakteristik ketuhanan pada mereka.
"Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat
zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat),
bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat
siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)." (QS. Al Baqarah, 2: 165)
Sampai sejauh ini, tidak ada ilmuwan yang mampu
menjelaskan penyebab dan sumber gaya-gaya di dalam atom dan tentunya di
alam semesta pula, dan mengapa gaya-gaya tertentu berperan pada saat-saat
tertentu. Yang dilakukan oleh ilmu pengetahuan hanyalah membuat pengamatan,
mengukur dan mengarang "nama-nama" untuk hasil temuan mereka.
PARTIKEL-PARTIKEL TERAKSELERASI
Akselerator dan Penabrak
Pengkajian partikel yang merupakan
bahan penyusun materi dimungkinkan dengan menyelidiki partikel
yang berjuta-juta kali lebih kecil daripada atom.
Penelitian terhadap partikel yang
sangat renik ini hanya dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan
eksperimental fisika partikel yang sangat kompleks dan besar.
Eksperimen yang sedemikian rumit hanya dapat dilakukan dengan
penggunaan komputer yang ekstensif .
Fisika partikel energi-tinggi adalah
bidang sains yang mempelajari bahan pembangun materi dan interaksi
di antara mereka. Percobaan terbaru yang dilakukan dengan bantuan
teknologi baru yang canggih memungkinkan kita memperluas dengan
cepat pengetahuan kita tentang komposisi materi.
Penelitian pada fisika partikel dilakukan
di laboratorium akselerasi partikel yang berdiameter berkilo-kilometer.
Di dalam akselarator, partikel bermuatan - kebanyakan proton
dan elektron - dipercepat hingga kecepatan sangat tinggi melalui
medan elektromagnetik dan diarahkan pada kamar awan. Partikel
yang dipercepat kemudian dibuat bertabrakan dengan target tetap
atau dengan sesamanya. Partikel-partikel yang pecah sebagai
hasil tabrakan ini akan diuji dengan pelbagai sistem detektor.
Teknologi akselerator
dan detektor, yang kecanggihannya dengan cepat meningkat sejak
tahun 1950, membuat tabrakan berenergi setinggi mungkin. Penelitian
tentang tabrakan ini oleh sistem detektor lanjut membuka jalan
untuk penemuan bahwa proton dan netron, yang diketahui sebagai
dasar materi, mempunyai sub-struktur yang terdiri dari partikel,
yang disebut quark. Pengukuran dilakukan pada tingkat energi
tinggi memberi peluang kepada ilmuwan untuk mempelajari komposisi
materi pada jarak sekecil seperseratus jari-jari proton. Laboratorium
akselerator hanya ditemukan di beberapa pusat di dunia karena
pendirian dan pengoperasiannya sangat mahal. Yang terpenting
adalah CERN (Jenewa), DESY (Hamburg), Fermilab-FNAL (Chicago)
dan SLC (California). Para ahli fisika energi-tinggi mengikuti
studi eksperimental ini di pusat-pusat tersebut dalam kelompok-kelompok
besar dan mempelajari rahasia atom. Di antara lab-lab ini, SLC
berdiameter 3 km dan CERN 27 km. Namun, pemenang dalam kompetisi
ukuran ini adalah proyek AS, SSC yang sedang dibangun di pusat
kota Texas, Amerika Serikat, dengan diameter sekitar 85 km.
Biaya peralatan meningkat sebanding dengan ukuran (untuk SSC,
angkanya mendekati 6 milyar dollar)20.
|
 |

|
Laboratorium fisika partikel CERN menggunakan tabung 100 meter
di bawah tanah yang dipasang melingkar dengan diameter 27 km.
Partikel awalnya dipercepat di dalam tabung panjang ini, kemudian
dibuat saling bertabrakan.
Labortorium fisika partikel CERN adalah
pusat penelitian internasional yang berlokasi di perbatasan
Swiss-Prancis dan didirikan oleh 19 negara Eropa anggotanya.
Tujuan penelitian laboratorium ini adalah struktur dasar materi
dan partikel-partikel utama yang membentuk struktur ini. Sekitar
3.000 ahli fisika, insinyur, teknisi dan karyawan administratif
dipekerjakan di lab ini, yang dikunjungi lebih dari 6.000 ahli
fisika anggota untuk tujuan riset.
|
"Penamaan" seperti itu dianggap sebagai penemuan
besar di dunia sains. Padahal yang dilakukan ilmuwan bukanlah usaha untuk
membentuk keseimbangan baru di alam semesta atau membangun sistem baru,
namun hanya usaha untuk memahami dan menguraikan rahasia keseimbangan
yang nyata di dalam kosmos. Yang biasa mereka lakukan adalah hanya mengamati
salah satu keajaiban dari yang tak terhitung banyaknya ciptaan Allah di
alam semesta dan menamainya. Para ilmuwan yang mendeteksi sistem atau
struktur agung ciptaan Allah diberi aneka penghargaan ilmiah, dihormati
dan dikagumi orang. Dalam hal ini, yang seharusnya benar-benar dihormati,
tanpa ada keraguan, adalah Allah, yang Maha Pengasih, yang Maha Penyayang,
yang menciptakan sistem itu dari tidak ada menjadi ada, melengkapinya
dengan keseimbangan sangat rumit dan terus-menerus menciptakan keajaiban
luar biasa.
"Sesungguhnya pada pertukaran malam dan
siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar
terdapat tanda-tanda (kekuasan-Nya) bagi orang-orang yang bertaqwa." (QS.
Yunus, 10: 6)
Orbit Elektron
Puluhan elektron, yang berpusing dan mengorbit
dalam satu daerah tak teramati bahkan oleh mikroskop paling canggih sekalipun,
menciptakan lalulintas yang sangat kompleks di dalam atom seperti yang
telah disebutkan sebelumnya. Namun lalulintas ini begitu teratur, tak
tertandingi oleh lalulintas kota yang paling sistimatis. Elektron-elektron
tidak pernah saling bertabrakan, karena setiap elektron memiliki orbit
sendiri dan orbit-orbit ini tidak identik.
Ada tujuh kulit eletkron di seputar inti atom.
Jumlah elektron yang tidak pernah berubah dalam tujuh kulit ini ditentukan
dengan rumus matematika: 2n2. Jumlah maksimum elektron yang boleh ada
di setiap kulit telah ditentukan dengan formula ini (n menunjukkan nomor
kulit elektron).
|
ELEKTRON
MEMBANTU KEHIDUPAN MANUSIA
Listrik adalah
salah satu bagian paling penting dalam hidup kita. Tampaknya kita
tidak dapat melakukan apa pun tanpanya. Hidup kita terikat pada
listrik ketika kita makan, menonton TV, berpergian dari satu tempat
ke tempat lain atau membersihkan rumah. Kita menekan tombol dan
segala sesuatu di sekitar kita menjadi terang. Kita tekan tombol
lain, dan semua peralatan listrik mulai bekerja. Bentuk listrik
yang kita gunakan setiap waktu disebut arus listrik. Yang membuat
arus ini terjadi adalah elektron-elektron yang kita bicarakan
sejak awal buku ini. Listrik adalah arus bermuatan yang terbentuk
dari pergerakan elektron dan ion bermuatan negatif. Peralatan
seperti televisi dan kulkas dalam penggunaan sehari-hari membutuhkan
listrik sebesar 1-2 Amper. Jadi, apa arti jumlah ini? Arus sebesar
1 Ampere/detik berarti transmisi 6 milyar kali satu milyar elektron
dari area tertentu per detik. Ini adalah satu juta kali lebih
besar daripada untuk sebuah sambaran kilat.
|
 |
Elektron mengikuti orbit yang sangat kompleks
dalam atom. Walaupun lingkungan yang jauh lebih padat daripada
lalulintas kota terbentuk dalam tempat yang begitu kecil, tak
satu kecelakaan pun terjadi..
|
Bahwa jumlah tak terbatas kulit elektron dari
atom yang membangun alam semesta setia pada jumlah yang sama dengan mengkuti
formula 2n2, menunjukkan keteraturan. Bahwa tidak ada kekacauan terjadi
di dalam atom walaupun elektron-elektron berpindah dengan kecepatan luar
biasa, juga menunjukkan keteraturan unik. Ini adalah keteraturan yang
sama sekali tidak dapat dianggap sebagai kebetulan. Satu-satunya penjelasan
untuk keberadaan keteraturan ini adalah bahwa Allah menciptakan segala
sesuatu sebagai manisfestasi kekuatan-Nya dalam keteraturan dan keselarasan
seperti yang disebutkan Al Quran. Allah merujuk keteraturan yang diciptakan-Nya
dalam ayat-ayat Al Quran:
"Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan
bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. Ath-Thaalaq, 65: 3)
"Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan
Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.", (QS. Al Furqaan,
25: 2)
"Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.
Yang mengetahui semua yang gaib dan yang tampak; Yang Mahabesar lagi Mahatinggi."
(QS. Ar-R'ad, 14: 8-9)
"Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan
padanya gunung-gunung yang Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut
ukuran. " (QS. Al Hijr, 15: 19)
"Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan."
(QS. Ar-Rahman, 55: 5)
"Dan Allah meninggikan langit dan Dia meletakkan
neraca (keadilan)" (QS. Ar-Rahman, 55: 7)
Seperti yang dijelaskan ayat tersebut, Allah,
Raja seluruh dunia, Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu dalam proporsi,
ukuran, dan keteraturan sempurna. Proporsi dan ukuran ini meliputi seluruh
jagat raya, dari partikel sub-atomik terkecil, hingga benda-benda raksasa
di ruang angkasa: tata surya, galaksi, dan segala sesuatu di antara mereka.
Kekuatan, ilmu, dan citarasa seni Allah yang mahaluas dan tak berbatas
lah yang menghasilkan semua itu. Allah memperkenalkan sifat-sifat-Nya
kepada umat manusia dalam ukuran, keteraturan, dan keseimbangan sempurna
pada makhluk dan sistem yang diciptakan-Nya. Dia menunjukkan kekuatannya
yang tiada berakhir di depan mata kita. Ini adalah kebenaran yang seharusnya
dituju manusia dengan penelitian dan perhitungan sainsnya.
Gelombang atau Partikel?
Ketika elektron pertama kali ditemukan, partikel
ini dianggap sama dengan proton dan netron yang ditemukan di dalam inti.
Namun, pada percobaan berikutnya, ditemukan bahwa mereka menunjukkan karakteristik
gelombang seperti partikel cahaya, yaitu foton. Kemudian, Fisika Kuantum
menyimpulkan bahwa setiap partikel sekaligus juga merupakan bentuk gelombang
dengan frekuensi tertentu.
Telah diketahui bahwa cahaya menyebar dengan
cara yang sama seperti gelombang pada permukaan air ketika batu dilempar
ke dalam danau. Namun, cahaya terkadang mempunyai karakteristik partikel
materi dan teramati dalam bentuk pulsa yang sporadis dan periodik seperti
tetes hujan yang jatuh dari kusen jendala . Dikotomi yang sama ini terjadi
juga pada elektron, yang menimbulkan keraguan besar dalam dunia ilmu pengetahuan.
Penjelasan Richard P. Feynman seorang profesor Fisika teoretis yang terkenal
meredakan kebingungan ini:
Sekarang kita tahu bagaimana
perilaku elektron dan cahaya. Tetapi bagaimana saya menyebutnya? Jika
saya katakan mereka berperilaku seperti partikel maka saya memberikan
kesan yang salah; begitu juga jika saya katakan mereka berperilaku seperti
gelombang. Mereka berperilaku dengan cara mereka yang unik, yang secara
teknis dapat disebut cara mekanik kuantum. Mereka menunjukkan perilaku
yang tidak pernah Anda lihat sebelumnya…. Sebuah atom tidak berperilaku
seperti beban yang tergantung pada per dan berayun-ayun. Juga tidak seperti
model mini tata surya dengan planet-planet kecil berputar mengelilingi
orbitnya. Juga tidak tampak seperti kabut atau awan yang mengelilingi
inti. Atom berperilaku tidak seperti apa pun yang pernah Anda lihat sebelumnya.
Tapi setidaknya ada penyederhanaan. Elektron berperilaku dalam hal ini
dengan cara yang persis sama seperti foton; keduanya aneh, namun dengan
keanehan yang sama. Jadi diperlukan imajinasi tinggi untuk mengapresiasi
perilaku mereka, karena kita akan menggambarkan sesuatu yang berbeda dari
apa pun yang pernah Anda tahu. 21
TANDA-TANDA DARI AL-QURAN
Ketika mempelajari kulit elektron, kita juga
harus memikirkan ayat yang menjelaskan hal ini di dalam Al Quran.
Ada tujuh kulit elektron di sekeliling inti atom. Pada setiap
kulit terdapat elektron dalam jumlah tertentu. Mungkinkah pernyataan
"tujuh langit" yang digunakan dalam Quran untuk menggambarkan
lapisan-lapisan yang membentuk langit, dimaksudkan juga sebagai
kulit elektron yang seakan-akan menjadi langit dari atom? (QS.
Al Mulk, 67:3)
Angka ini tidak pernah berubah. Tidak
pernah menjadi 6 atau 8. Di sini, yang paling ajaib adalah bahwa
angka tujuh kulit elektron sangat sesuai dengan ayat ini.
|
Karena ilmuwan tidak pernah mampu menjelaskan
perilaku elektron, sebagai solusinya mereka memberinya nama baru: "Gerakan
Mekanika Kuantum". Mari kita kutip lagi ucapan Profesor Feynman yang dengan
kalimat berikut ini menyatakan sifat luar biasa elektron dan ketakjuban
yang dirasakannya:
Jangan
terus-menerus berkata pada diri Anda, jika Anda masih dapat menghindarinya,
"bagaimana perilakunya bisa seperti itu?" karena Anda akan "tersesat",
masuk ke jalan buntu yang tak seorang pun berhasil keluar. Tak seorangpun
tahu bagaimana perilakunya bisa seperti itu.22
Akan tetapi, jalan buntu yang disebut Feynman
sebenarnya tidaklah demikian. Alasan mengapa sebagian orang tidak menemukan
jalan keluar dari dilema ini adalah karena sekalipun ada bukti nyata,
mereka tidak dapat menerima bahwa sistem dan keseimbangan luar biasa ini
diadakan oleh Pencipta yang Mahaagung. Situasinya sangatlah jelas: Allah
menciptakan alam semesta, melengkapinya dengan keseimbangan luar biasa
dan dibuat menjadi ada tanpa ada contoh sebelumnya. Jawaban dari pertanyaan
ilmuwan "bagaimana perilakunya bisa seperti itu?" yang tidak pernah bisa
dipecahkan atau dimengerti, terletak pada kenyataan bahwa Allah adalah
Pencipta segala sesuatu, dan bahwa segala sesuatu ada hanya karena perintah-Nya
"Jadilah!"
"Allah menciptakan langit dan bumi, dan
bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia
hanya mengatakan kepadanya: 'Jadilah'. Lalu jadilah ia." (QS. Al Baqarah,
2: 117)
Gerbang Dunia Penuh Warna Dibuka oleh Elektron
Pernahkan Anda berpikir bagaimana hidup di dunia
tanpa warna? Coba bayangkan bila tubuh Anda, orang-orang di sekitar Anda,
laut, langit, pohon, bunga-bunga, pendek kata, semuanya berwarna hitam.
Anda tidak mau hidup di dunia seperti itu, bukan?
Apakah yang membuat bumi ini berwarna-warni?
Bagaimanakah warna-warna yang membuat dunia begitu indah ini muncul?
Karakteristik tertentu yang ada dalam materi
membuat kita dapat menangkap objek berwarna. Warna dibentuk sebagai hasil
alami dari gerakan tertentu elektron-elektron di dalam atom. Anda mungkin
akan berpikir "Apa hubungan gerakan elektron dengan warna?". Mari kita
jelaskan hubungan ini
Elektron berevolusi hanya di dalam kulit-kulit
elektron. Kita baru saja menyebutkan bahwa ada tujuh kulit elektron. Setiap
kulit elektron memiliki tingkat energi tertentu, yang bervariasi tergantung
pada jarak kulit dengan inti. Semakin dekat jarak kulit elektron dengan
inti, semakin kecil energi yang dimiliki elektronnya, dan semakin jauh
jaraknya dengan inti, semakin besar energi yang dimiliki elektronnya.
Setiap kulit elektron memiliki "subkulit (sub-shells)",
di mana elektron-elektron dari kulit tersebut bergerak terus-menerus.
Satu elektron perlu menerima energi eksternal
agar dapat berpindah dari satu kulit ke kulit lain. Sumber energi ini
disebut "foton".
Dalam ungkapan paling sederhana, foton adalah
"partikel cahaya". Setiap bintang di alam semesta ini adalah sumber foton.
Sumber foton yang paling penting untuk dunia kita adalah, tentu saja,
matahari. Foton disebarkan ke seluruh penjuru angkasa dari matahari dengan
kecepatan 300.000 km per detik.
Ketika foton dari matahari ini tiba di bumi
dan menabrak atom-atom objek di bumi, elektron-elektron atom terkadang
mulai berpindah. Jika elektron yang dapat berpindah dengan bantuan energi
ini melompat ke kulit energi yang lebih tinggi dan kembali lagi ke kulit
asalnya, ia akan memancarkan foton, yang membentuk warna yang akan tertangkap
mata anda. Setiap proses yang telah dirangkum dalam beberapa kalimat di
atas telah berlangsung sejak awal penciptaan tanpa kegagalan. Setiap langkah
berjalan di bawah perencanaan hebat dan mengikuti aturan. Jika satu bagian
saja dari interaksi antara elektron dan foton tidak bekerja, alam semesta
akan gelap dan tanpa warna.
Mari kita urutkan lagi langkah kerja yang harus
terjadi mengikuti rencana dan secara teratur untuk pembentukan alam semesta
berwarna, alih-alih gelap.
Cahaya datang dari matahari ke bumi berdifusi
dalam bentuk partikel foton. Partikel foton ini menyebar ke seluruh bumi
dan bertubrukan dengan atom materi.
Foton tidak dapat bergerak jauh di dalam atom.
Mereka menubruk elektron-elektron yang mengitari inti.
Elektron menyerap (mengabsorpsi) foton yang
menubruknya.
Ketika elektron mengambil energi dari foton
yang diserap tadi, ia melompat ke kulit lain yang memiliki tingkatan energi
lebih tinggi.
Elektron ini mencoba kembali lagi ke rumahnya
yang lama.
Jika kembali lagi ke kulit aslinya, ia memancarkan
foton yang memuat energi.
Foton yang dipancarkan elektron ini menentukan
warna sebuah objek.
|
Tujuh puluh persen sinar yang mencapai bumi kita dari matahari
porsinya sangat tepat untuk kelangsungan kehidupan di bumi.
|
Sebagai rangkuman, warna sebuah objek terdiri
atas campuran partikel cahaya yang diserap, kemudian dipancarkan oleh
objek ini, dan mencapai mata kita. Warna benda yang tidak memancarkan
cahaya sendiri tetapi memantulkan cahaya yang diterimanya dari matahari
bergantung pada dua hal yaitu cahaya yang diterimanya dan perubahan yang
dibuatnya pada cahaya ini. Bila sebuah benda yang disinari dengan cahaya
putih tampak "merah", ini karena benda tersebut menyerap seporsi besar
campuran yang sampai padanya dari sinar matahari dan hanya memancarkan
merah saja. Yang dimaksud "menyerap" adalah sebagai berikut:
Seperti yang disebutkan sebelumnya, setiap kulit
memiliki subkulit dan elektron berpindah antara subkulit-subkulit ini.
Setiap kulit mempunyai tingkat energi tertentu dan elektron membawa energi
sebanyak yang diizinkan oleh tingkat energi kulit yang mereka putari.
Kulit yang lebih jauh dari inti memiliki energi yang lebih besar. Bila
satu ruang untuk satu elektron menjadi tersedia di kulit lebih tinggi,
elektron tiba-tiba hilang, dan kemudian muncul kembali dalam subkulit
dengan tingkat energi lebih tinggi. Tetapi, agar elektron dapat melakukan
ini, ia harus meningkatkan energinya ke tingkat yang diminta oleh kulit
tujuan. Elektron akan meningkatkan energinya dengan menyerap (menelan)
partikel foton dari matahari.
Kita dapat membuat situasi lebih jelas dengan
beberapa contoh. Mari kita perhatikan kupu-kupu Morpho. Pigmen pada kupu-kupu
menyerap seluruh cahaya matahari dan memancarkan kembali hanya yang berwarna
biru. Ketika partikel cahaya untuk warna yang dipantulkan mencapai retina
mata, mereka dikonversikan menjadi sinyal-sinyal elektrik oleh sel-sel
cone dalam retina dengan cara tertentu sehingga ditangkap sebagai warna
biru dan kemudian dikirimkan ke otak. Akhirnya warna biru terbentuk di
otak.
Sangat banyak macam sinar dari matahari
sampai ke bumi. Seperti terlihat pada spektrum elektromagnetik
di atas, kita hanya melihat sebagian kecil saja dari sinar-sinar
ini.
|
Ini berarti bahwa warna sebuah objek bergantung
pada karakter cahaya yang dipancarkan dari sumber cahaya dan seberapa
banyak bagian cahaya ini dipancarkan kembali oleh benda tersebut. Sebagai
contoh, warna selembar gaun tidak sama bila dilihat di bawah sinar matahari
dan di bawah sinar lampu toko. Jika sebuah objek dianggap hitam oleh otak
kita, itu berarti bahwa objek ini mengabsorpsi semua cahaya dari matahari
dan tidak ada yang dipantulkan. Demikian pula, jika benda memantulkan
semua cahaya dari matahari dan tidak menyerapnya sedikitpun, maka otak
kita menangkap warna putih dari benda itu. Dalam hal ini, hal-hal yang
perlu kita cermati adalah sebagai berikut:
Warna sebuah benda bergantung pada sifat-sifat
cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya.
Warna sebuah benda bergantung pada reaksi
elektron-elektron molekul dalam strukturnya, misalnya cahaya apa yang
akan diserap elektron-elektron ini dan cahaya apa yang tidak diserapnya.
Warna sebuah benda bergantung pada bagaimana
otak kita menangkap foton yang sampai pada retina.
Di sini, marilah kita berhenti sejenak dan berpikir
sekali lagi.
Elektron yang berevolusi dengan kecepatan menakjubkan
di sekitar inti atom, yang merupakan materi yang terlalu kecil untuk
dilihat mata, tiba-tiba menghilang dari kulitnya dan melompat ke tempat
lain yang disebut sub-kulit. Juga dibutuhkan ruang kosong pada sub-kulit
ini untuk lompatan tersebut. Elektron mendapatkan energi yang dibutuhkan
selama proses dengan menyerap foton. Kemudian ia kembali ke orbitnya semula.
Selama aksi ini, terbentuklah sesuatu yang dianggap mata manusia sebagai
warna-warna. Lebih jauh lagi, atom-atom yang berjumlah trilyunan ini terus
melakukannya setiap waktu, karenanya kita melihat "citra" tak terputus.
Mekanisme menakjubkan ini tidak tertandingi
kerja mesin apa pun buatan manusia. Sebuah jam misalnya, memiliki mekanisme
yang sangat rumit, dan semua bagiannya (gigi, cakram, mur, baut dan sebagainya)
harus ditempatkan di lokasi yang tepat dan dengan cara yang tepat sehingga
jam bekerja dengan baik. Bila terjadi masalah, sekalipun kecil, dalam
mekanismenya maka jam tersebut akan terganggu. Tetapi, ketika kita memikirkan
struktur atom dan bagaimana mekanisme elektron-elektron bekerja, kesederhanaan
struktur jam itu dapat lebih dimengerti. Seperti yang telah disebutkan,
mekanisme elektron terlalu kompleks, sempurna, dan tanpa cacat untuk dibandingkan
dengan sistem mana pun yang dibuat manusia. Jelas, sebuah sistem dengan
kompleksitas begitu menakjubkan dan berjalan begitu sempurna tidak mungkin
muncul dengan spontan, sebagai hasil peristiwa kebetulan seperti yang
dikatakan ilmuwan materialis. Sekarang mari kita ajukan pertanyaan ini:
Ketika Anda berjalan-jalan di gurun dan melihat sebuah jam tergeletak
di tanah, apakah Anda akan berpikir bahwa jam itu terbentuk dari debu,
pasir, tanah dan batu secara kebetulan? Tak seorang pun akan berpikir
seperti itu, karena rancangan dan pengetahuan pada jam tersebut terlalu
jelas. Padahal, rancangan dan pengetahuan dalam sebuah atom seperti yang
disebutkan di atas sangat superior dibandingkan mekanisme apa pun buatan
manusia. Pemilik pengetahuan ini adalah Allah, yang memiliki ilmu mahatinggi,
yang mengetahui, melihat, dan menciptakan segala sesuatu.
 |
| Rancangan
superior dalam pembentukan warna telah membawa kita pada fakta
tunggal: alam semesta telah diciptakan dalam keharmonisan dan
keteraturan luar biasa, dari partikel terkecil hingga terbesar.
Cita rasa seni warna adalah salah satu tanda ciptaan Allah yang
sempurna. |
Allah menciptakan setiap "tempat"
baik yang dapat kita lihat dan yang tidak dapat kita lihat, dengan cita
seni tak terbatas dan Dia memberikan rahmat tak terhitung untuk kita manfaatkan,
apakah kita menyadarinya atau tidak. Seluk beluk warna yang belum kita
ketahui sebelumnya, dan kita merasa tidak perlu mempelajarinya, telah
menarik perhatian kita pada detail dan kompleksitasnya ketika ilmu pengetahuan
berkembang. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan dan kemajuan ilmu
pengetahuan seharusnya menyebabkan setiap orang yang menggunakan akal
dan nuraninya untuk mempercayai keberadaan Allah. Walaupun begitu, masih
ada orang-orang yang mengabaikan keluasan cita seni dan ilmu yang dapat
diamati di mana pun di alam semesta. Seorang ilmuwan terkenal, Louis
Pasteur, memberikan komentar menarik tentang hal ini dengan mengatakan,
"Ilmu pengetahuan yang sedikit menjauhkan Anda dari Tuhan, namun pengetahuan
yang dalam mendekatkan Anda kepada-Nya".23
Foton dari matahari yang menabrak struktur
objek di bumi memungkinkan kita melihat dunia penuh warna. |
Ketika seseorang belajar lebih banyak mengenai
contoh-contoh penciptaan di sekitarnya, ia akan lebih memahami bahwa
Allah melingkupinya dari segala arah, Dia mengatur seluruh urusan di
langit dan bumi, dan mengendalikan segala sesuatunya. Manusia ini mengerti
bahwa hidupnya pasti akan diambil dan mendapat balasan untuk apa pun
yang dilakukannya di dunia. Ketika orang beriman lebih akrab dengan fenomena
tak terhitung banyaknya yang terjadi di sekitarnya, kekagumannya akan
ilmu Allah meningkat. Kekaguman ini adalah langkah yang sangat penting
menuju pengakuan kekuatan dan kekuasaan tak terbatas milik Allah, dan
menjadi takut kepada-Nya. Hal ini dinyatakan dalam Al Quran:
"Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah
menurunkan hujan dari langit lalu Kami menghasilkan dengan hujan itu buah-buahan
yang beraneka macam jenisnya. Dan diantara gunung-gunung itu ada garis-garis
putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada pula yang hitam pekat
dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang
ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya
yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya
Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Faathir, 35: 27-28)
Foton dari matahari yang menabrak struktur objek
di bumi memungkinkan kita melihat dunia penuh warna.
|