|
BAB 1
APAKAH WARNA ITU? BAGAIMANA WARNA DIBUAT?
Beberapa detil mempunyai tempat penting dalam pikiran manusia
dan itu tidak akan pernah berubah. Mari kita mulai dengan pohon, yang
sangat akrab dalam pandangan kita. Warna pohon hampir pasti hijau atau
nuansa hijau. Diketahui pula bahwa pada musim gugur, dedaunan berubah
warna. Sama halnya, langit berwarna biru, nuansa abu-abu saat mendung
atau kuning dan merah saat matahari terbit dan terbenam. Warna-warna buah
tidak pernah berubah; warna buah jambu dan salak sudah seperti itu, dan
selalu kita kenali dengan baik. Setiap makhluk hidup dan objek yang dipegang
di bawah cahaya memiliki warna. Perhatikan baik-baik pelbagai benda di
sekeliling Anda. Apa yang Anda lihat? Meja, kursi, pepohonan yang terlihat
dari jendela, langit, dinding rumah, wajah-wajah orang lain, buah yang
Anda makan, buku yang Anda baca saat ini.… Masing-masing mempunyai warna
berbeda. Pernahkah Anda pikirkan, bagaimana semua warna ini dibentuk dan
ditata?
Mari kita cermati secara umum apa yang diperlukan untuk pembentukan
warna yang memainkan peran penting dalam kehidupan (Poin ini akan didiskusikan
kemudian dengan terperinci). Untuk pembentukan warna tunggal, misalnya,
merah atau hijau, setiap proses berikut harus terjadi dan, lebih penting
lagi, harus mengikuti urutan berikut ini.
 Tak dapat dibantah lagi betapa pentingnya warna dalam kehidupan
manusia. Setiap benda memperoleh sebuah arti dengan warna-warna
yang dimilikinya. Bayangkan bahwa warna-warnya yang anda lihat pada
gambar ini (termasuk hitam dan putih) tidak ada sama sekali. Pastilah
anda tidak akan dapat melihat apa-apa dalam foto ini. Untuk membentuk
bahkan satu saja dari sekian banyak warna-warna yang ada pada objek-objek
ini, ada beberapa faktor yang harus dipenuhi, semuanya pada saat
yang bersamaan. Allah telah membuat pembentukan warna-warna tergantung
kepada sebuah sistem yang sangat detail.
|
1. Kondisi pertama yang diperlukan untuk pembentukan warna
adalah keberadaan cahaya (light). Dalam hal ini, ada baiknya memulai dengan
mencermati sifat-sifat cahaya yang berasal dari matahari. Cahaya dari
matahari yang datang ke bumi harus memiliki panjang gelombang tertentu
untuk menghasilkan warna. Bagian cahaya ini, yang dikenal sebagai "cahaya
tampak", dibandingkan dengan semua cahaya lain yang dipancarkan matahari
adalah satu berbanding 1025. Proporsi cahaya yang kecilnya hampir tak
masuk akal ini, yang penting untuk pembentukan warna, mencapai bumi dari
matahari
2. Bahkan, sebagian besar sinar (rays) yang dipancarkan matahari
ke seluruh jagat raya mengandung beberapa karakteristik yang membahayakan
mata. Oleh karena itu, cahaya yang tiba ke bumi harus dalam bentuk tertentu
sehingga dapat ditangkap mata dengan mudah dan tidak membahayakannya.
Untuk itu, sinar ini harus melewati suatu filter. Filter raksasa ini adalah
"atmosfer" yang menyelimuti bumi.
3. Cahaya yang melewati atmosfer disebarkan ke seluruh permukaan
bumi, dan ketika mengenai objek, cahaya ini dipantulkan. Objek tempat
cahaya jatuh harus dari jenis yang tidak menyerap cahaya, tetapi memantulkannya.
Dengan kata lain, kualitas struktur objek harus selaras juga dengan cahaya
yang mencapai bumi agar warna dapat terbentuk. Kondisi ini juga terpenuhi
dan gelombang cahaya baru dipantulkan dari objek yang terkena cahaya matahari.
4. Syarat penting berikutnya dalam proses pembentukan warna
adalah keberadaan alat yang dapat mengindra gelombang cahaya, yaitu mata.
Sangat penting bahwa gelombang cahaya juga selaras dengan organ penglihatan.
5. Sinar yang datang dari matahari harus melewati lensa dan
lapisan-lapisan mata dan kemudian diubah menjadi impuls-impuls saraf di
dalam retina. Sinyal ini kemudian harus diangkut ke pusat penglihatan
pada otak, yang bertugas menginterpretasikan pandangan.
6. Ada langkah terakhir yang harus dipenuhi agar kita dapat
'melihat' warna. Tahap akhir dalam pembentukan warna adalah interpretasi
sinyal listrik sebagai "warna" oleh sel saraf yang sangat khusus di dalam
pusat penglihatan otak.
Demikianlah, untuk pembentukan satu warna saja, diperlukan
urutan proses yang sangat detail dan saling tergantung.
| Maka
apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka,
bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit
itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun ? (Q.S. Qaaf: 6) |
|
Semua informasi yang kita miliki tentang warna menunjukkan
bahwa setiap proses yang terjadi selama pembentukan warna diatur dalam
keseimbangan yang rumit. Tanpa keseimbangan ini, tak pelak lagi kita akan
berada di dunia yang gelap, bukan dunia penuh warna cemerlang, dan mungkin
kita bahkan akan kehilangan kemampuan untuk melihat. Mari kita anggap
bahwa satu bagian saja, misalnya, sel saraf penerima sinyal listrik yang
dibangkitkan oleh retina, tidak ada. Yang terjadi adalah, cahaya matahari
tidak berada dalam spektrum tampak, bagian-bagian lain dari mata tidak
berfungsi secara utuh, dan keberadaan atmosfer saja tidak memadai atau
mengkompensasi kekurangan ini.
Peran Retina dalam Melihat
Marilah
kita mengkaji retina lebih dekat dan lebih detail. Anggaplah bahwa zat
pewarna (pigmentary substance) yang disebut "rhodopsin", yang bekerja
di dalam retina, tidak ada. Rhodopsin adalah zat yang berhenti berfungsi
di bawah cahaya terang benderang tetapi berfungsi kembali dalam kegelapan.
Mata tidak dapat melihat dengan jelas dalam cahaya remang-remang kecuali
jika sejumlah rhodopsin dihasilkan dalam mata. Fungsi rhodopsin adalah
untuk meningkatkan efisiensi dan dengannya mata membangkitkan impuls saraf
dari cahaya remang-remang. Zat ini diproduksi sebanyak kebutuhan, tepat
pada saat diperlukan. Jika keseimbangan rhodopsin terjaga, citra menjadi
jelas. Apa yang akan terjadi, jika rhodopsin yang sangat penting untuk
proses penglihatan, tidak ada? Jika demikian, manusia hanya bisa melihat
di bawah cahaya terang.2 Oleh karena itu, terbukti
bahwa ada sistem sempurna di dalam mata, yang telah dirancang sampai dengan
detail sekecil-kecilnya.
Lalu, karya seni siapakah sistem ini, yang menyelamatkan
kita dari kegelapan dan menyajikan kepada kita sebuah dunia penuh warna?
Setiap tahap yang telah disebutkan sejauh ini mencakup serangkaian
proses, yang memerlukan adanya kebijaksanaan, keinginan dan kekuasaan
dalam penciptaan mereka. Jelaslah bahwa tidak mungkin rangkaian proses
yang ada dalam keselarasan seperti itu, telah terbentuk secara kebetulan.
Juga, tidaklah mungkin sistem seperti itu telah terbentuk sendiri sejalan
dengan waktu. Hasilnya tidak akan berubah sama sekali jika jutaan atau
bahkan miliaran tahun dibiarkan berlalu. Sistem-sistem penyusun dunia
yang beraneka warna tidak akan pernah muncul secara kebetulan. Sistem-sistem
sempurna seperti itu hanya dapat muncul sebagai hasil dari desain khusus,
yang berarti bahwa mereka diciptakan. Allah memiliki kekuatan dan kebijaksanaan
abadi yang meliputi seluruh jagat raya. Contoh-contoh cita rasa seni Ilahi
dalam penciptaan yang tiada taranya tersebar di seluruh semesta. Desain
unik yang tampak jelas dalam pembentukan warna juga adalah ciptaan Allah
semata. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat
itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman
kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi;
dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang
yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya; mendirikan shalat
dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia
berjanji; dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan
dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan
mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (QS. Al Baqarah, 2: 117)
|