|
BAB 2
DESAIN DALAM WARNA
Warna adalah suatu konsep yang membantu kita mengenali sifat
pelbagai objek dan mendefinisikannya dengan lebih tepat. Jika kita memikirkan
warna objek di sekeliling kita, segera kita dapat melihat betapa nuansa
warna sangat beraneka. Segala sesuatu, baik hidup maupun mati, memiliki
warna. Makhluk hidup dari spesies yang sama memiliki warna tertentu yang
sama pula di semua tempat di dunia. Ke mana pun Anda pergi, daging buah
nanas selalu berwarna kuning, buah kiwi selalu hijau, lautan selalu bernuansa
biru dan hijau, salju berwarna putih, lemon berwarna kuning, warna gajah
sama di mana-mana di seluruh dunia, seperti juga warna pepohonan. Warna-warna
itu tidak pernah berubah. Ini juga berlaku untuk warna-warna buatan. Ke
mana pun Anda pergi di muka bumi ini, kalau Anda mencampur merah dengan
kuning, Anda akan mendapatkan oranye. Jika Anda mencampur hitam dengan
putih, Anda akan mendapatkan abu-abu. Hasilnya akan selalu demikian.
| Allah,
tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup
kekal lagi terus-menerus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak
tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi (Q.S. Al-Baqarah:255) |
Sampai di sini, mungkin ada gunanya berpikir dengan cara
lain. Pertama, mari kita berpikir dengan mengajukan pertanyaan, bagaimana
warna-warna objek dibuat. Kita dapat menjelaskannya dengan sebuah contoh.
Bayangkan Anda sedang melangkah memasuki toko dan melihat kain dengan
berbagai desain dan model, dengan warna-warni yang selaras satu sama
lain. Tentu saja, kain-kain itu tidak hadir di sana dengan begitu saja;
orang secara sadar menggambar rancangannya, menentukan warna-warnanya,
memproses kain itu untuk pewarnaan, dan setelah beberapa tahap antara,
mereka memajangnya di toko itu. Singkatnya, kehadiran kain-kain ini tergantung
kepada orang yang merancang dan memproduksinya. Ketika melihatnya, Anda
tak akan mengatakan bahwa kain-kain itu ada di sana tanpa disengaja, atau
bahwa desain-desain kain itu diperoleh secara kebetulan akibat ada cat-cat
yang tumpah di atas kain itu. Kenyataannya, tak ada seorang pun yang berakal
sehat akan menyatakan hal seperti itu. Sesungguhnya, ada sebuah kehendak
sadar yang menyajikan kepada kita pemandangan yang kita lihat di alam
setiap saat: kupu-kupu, bunga-bunga, tempat-tempat beraneka warna di dasar
laut, pepohonan, awan, dan sebagainya, sebagaimana kain-kain itu disajikan
kepada kita. Keanekaragaman di alam semesta adalah konsekuensi dari desain
khusus. Desain ini diwujudkan dalam setiap tahapan, dari pembentukan
sinar hingga sinar itu menjadi citra penuh warna dalam otak kita. Ini
adalah salah satu bukti terkuat keberadaan sang Pemilik, yaitu, Perancang
desain dalam warna. Pastilah, Allah, yang memiliki kebijaksanaan dan
kekuasaan tidak terhingga untuk mencipta, menciptakan semua warna dan
desain di alam semesta yang dikagumi manusia.
Tahap-tahap pembentukan warna telah diuraikan secara singkat
sebelumnya. Dalam bab ini, rancangan unggul yang jelas terlihat dalam
warna akan dikaji di bawah judul-judul terpisah sesuai dengan proses pembentukan
dari cahaya ke mata dan otak.
|
 Tidak akan ada yang akan berkata bahwa kain-kain yang terlihat pada gambar ini hadir begitu saja karena kebetulan, dan tak ada perancangnya. Sama halnya dengan itu, tidaklah dapat dikatakan bahwa pelangi, kupu-kupu, bunga-bungaan, makhluk-makhluk laut, dan awan, singkatnya, semua yang ada di muka bumi ini tdak ada perancangnya. Rancangan warna-warna dan bentuk-bentuk dari semua ini adalah milik Allah, Yang menciptakan segala sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya.
|
1. CAHAYA, KEHIDUPAN DAN WARNA
Matahari hanyalah salah satu dari miliaran
bintang berukuran sedang di jagat raya. Yang menjadikan matahari bintang
terpenting di jagat raya bagi kita adalah ukurannya, hubungannya dengan
planet-planet yang bergerak mengelilinginya, dan sinar-sinar tertentu
yang dipancarkannya. Kalau ada satu saja karakteristik matahari yang
berbeda dengan kondisi saat ini, niscaya tidak akan ada kehidupan di bumi.
Sesungguhnya, matahari memiliki sifat-sifat ideal yang memungkinkan kehidupan
muncul dan tetap berlangsung di muka bumi.3 Karena
itulah para ilmuwan menyebut matahari sebagai "sumber kehidupan" di bumi.
Matahari adalah satu-satunya sumber panas, yang memanasi
bumi dengan cara paling tepat; dan sumber cahaya, yang membantu tumbuh-tumbuhan
berfotosintesis. Telah lazim diketahui bahwa panas dan fotosintesis sangat
penting bagi kehidupan. Selain itu, keberadaan siang hari dan dunia yang
penuh warna tergantung pada sinar yang dipancarkan matahari. Dalam hal
ini, muncul pertanyaan dalam benak, bagaimana sinar-sinar ini - sumber
energi utama untuk bumi - bisa ada. Jelaslah bahwa sinar-sinar ini, yang
merupakan kunci kehidupan di bumi, yang memenuhi kebutuhan penting tersebut,
dan yang pada saat bersamaan memiliki semua karakteristik untuk tujuan
itu, tidak dapat dianggap sebagai suatu kebetulan. Alasan untuk ini akan
dapat dipahami dengan lebih baik jika struktur cahaya ini diteliti.
Panjang gelombang sinar yang datang dari luar angkasa sangat beragam, dari gelombang radio, yang memiliki panjang gelombang terpanjang, sampai sinar gamma, dengan panjang gelombang sangat pendek.
|
Semua kondisi yang penting untuk keberadaan kehidupan di muka bumi, secara langsung maupun tidak langsung, tergantung pada cahaya yang datang dari matahari. Di lain pihak, pada struktur sinar matahari, terdapat desain yang tergantung pada keseimbangan sangat rumit.
|
Energi yang dipancarkan bintang-bintang bergerak dalam gelombang
melalui kehampaan ruang angkasa. Sama halnya, cahaya dan panas dipancarkan
oleh matahari yang juga sebuah bintang sebagai energi dalam bentuk gelombang.
Gerakan energi yang dipancarkan bintang-bintang ini dapat dibandingkan
dengan gelombang yang ditimbulkan oleh sebuah batu yang dilempar ke danau.
Seperti gelombang-gelombang di danau yang mempunyai panjang berbeda, demikian
pula panas dan cahaya mempunyai panjang gelombang berbeda ketika mereka
menyebar.
Sampai di sini, akan bermanfaat jika diberikan
beberapa informasi tentang aneka panjang gelombang cahaya di jagat raya.
Bintang-bintang dan sumber-sumber cahaya lain di jagat raya tidak memancarkan
cahaya yang sama jenisnya. Sinar-sinar yang berbeda ini dikelompokkan
menurut panjang gelombang dan frekuensinya. Aneka panjang gelombang ini
berada pada sebaran yang sangat luas. Sebagai contoh, panjang gelombang
terpendek berukuran 1025 kali lebih kecil dibandingkan panjang gelombang
terpanjang (1025 adalah angka yang sangat besar, terdiri dari angka 1
diikuti 25 angka nol dibelakangnya) 4
Dalam spektrum utuh, seluruh sinar yang dipancarkan matahari
dimampatkan ke dalam interval yang sangat pendek. 70% dari berbagai panjang
gelombang yang dipancarkan matahari berada di dalam interval sempit, yang
berkisar antara 0,3 mikron sampai 1,50 mikron. (Satu mikron sama dengan
10-6 m). Dengan menyelidiki mengapa sinar matahari terbatas pada interval
sesempit itu, kita sampai pada suatu kesimpulan menarik: sinar-sinar yang
memungkinkan kehidupan, dan warna, ada di bumi hanyalah sinar-sinar di
dalam interval ini.
|
|
| Susunan cahaya membuat para ilmuwan kagum. Meskipun begitu banyak sinar datang dari luar angkasa, sinar matahari, seperti yang terlihat dalam skema di atas, berada pada interval yang sangat sempit. Interval inilah yang dibutuhkan untuk kehidupan.
|
Fisikawan Inggris, Ian Campbell, yang menyebut desain luar
biasa ini "sangat mengagumkan" dalam bukunya The Energy and Atmosphere,
mengemukakan hal ini:
Bahwa radiasi dari matahari (dan dari banyak
rangkaian bintang) harus terkonsentrasi dalam berkas spektrum elektromagnetik
yang sangat kecil, yang menyediakan radiasi tepat seperti yang diperlukan
untuk menjaga kelangsungan kehidupan di bumi, adalah sangat bersesuaian
(koinsiden). 5
Pada spektrum elektromagnetik spektrum dengan lebar di mana
panjang gelombang terpanjangnya 1025 kali lebih besar daripada yang terpendek
dalam selang/interval sempit radiasi yang dipancarkan matahari, terdapat
porsi besar yang disebut "cahaya tampak". Sementara, sinar-sinar yang
terletak di bawah dan di atas interval ini mencapai bumi sebagai sinar-sinar
inframerah dan ultraviolet. Sekarang, mari kita tinjau dengan singkat
sifat-sifat kedua jenis sinar ini.
Sinar-sinar inframerah sampai di bumi dalam bentuk gelombang
panas. Di sisi lain, sinar-sinar ultraviolet yang mengandung energi lebih
besar bisa mempunyai efek merusak terhadap makhluk hidup. Sinar-sinar
inframerah menembus atmosfer, dan menyediakan panas, membuat bumi menjadi
tempat yang cocok untuk kehidupan. Sementara, sinar ultraviolet dapat
mencapai bumi hanya dengan laju (rate) tertentu. Jika laju ini sedikit
saja lebih besar daripada tingkat saat ini, sinar ini akan merusak jaringan
makhluk hidup dan menyebabkan kematian masal, sedangkan jika sinar ini
sedikit lebih rendah, maka energi yang diperlukan makhluk hidup tidak
akan tercukupi.
Ini adalah detil yang penting sekali bagi kehidupan. Dari
uraian tentang fungsi dan manfaat sinar-sinar yang dipancarkan matahari,
tampak keteraturan dan kontrol dalam setiap sistem yang ada di dunia.
Jelaslah, tidak mungkin sistem seperti ini, keseimbangan yang rumit yang
telah kita kaji dengan singkat, dapat terbentuk secara kebetulan.
Dalam mengkaji elemen lain dari sistem tanpa cacat ini, sekali
lagi kita melihat kemustahilan bahwa semua ini muncul sebagai konsekuensi
dari suatu kebetulan.
 Atmosfer membiarkan hanya sinar bermanfaat yang mencapai bumi sambil memantulkan kembali sinar berbahaya ke luar angkasa.
|
2. ATMOSFER: PERISAI PELINDUNG BUMI
Pada halaman-halaman sebelumnya, telah disinggung bahwa sebagian
sinar matahari berbahaya bagi kehidupan di bumi. Untuk mencegah efek membahayakan
ini, diperlukan sebuah solusi.
Mari kita berpikir dan mencoba mencari solusi untuk masalah
ini dengan mengembangkan sistem efisien untuk menyaring sinar matahari.
Kita juga perlu menyadari fakta bahwa sistem ini harus multifungsi. Sistem
ini harus melindungi dunia dari efek matahari yang berbahaya. Harus terjamin
bahwa sistem ini tetap berfungsi dan tidak memerlukan pemeliharaan, sekaligus
juga mampu menangkal kemungkinan ancaman lain terhadap bumi ini. Tentu
saja dalam situasi seperti ini, beberapa alternatif solusi akan muncul.
Namun, solusi-solusi yang dikemukakan tidak seefisien dan seserbaguna
filter yang saat ini meliputi bumi: atmosfer. Atmosfer bumi berhasil seratus
persen menyaring sinar-sinar berbahaya dan telah dirancang khusus oleh
Allah untuk melindungi bumi.
Berkat lapisan-lapisan spesifik atmosfer, sinar matahari
yang sampai ke bumi hanya sejumlah yang diperlukan karena atmosfer memproses
sinar matahari secara spesifik berdasarkan panjang gelombangnya. Atmosfer
kita seperti pabrik penyulingan raksasa yang dirancang untuk menyaring
sinar-sinar ini. Sistem penyulingan raksasa yang tiada taranya di bumi
ini menjalankan semua proses itu karena memang telah dirancang demikian
oleh Allah. Allah mengungkapkan tentang penciptaan langit sebagai berikut
(kata Arab sama dapat berarti 'langit (heaven)' atau 'angkasa (skies)'):
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar dari
penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS.
Al Mu'min, 40:57)
Sinar-sinar yang berasal dari matahari benar-benar
spesifik. Sinar-sinar ini perlu memiliki sifat yang memungkinkannya menembus
atmosfer dan mencapai bumi. Demikian pula, atmosfer harus memiliki struktur
khusus yang memungkinkan sinar-sinar ini melewatinya. Jika tidak, keberadaan
atmosfer dan ketepatan struktur sinar-sinar itu tidak akan ada gunanya.
Karena atmosfer bersifat tembus-sinar (ray-permeable), sinar-sinar yang
berasal dari matahari dapat dengan mudah mencapai bumi. Ada hal penting
lain yang perlu disebutkan. Dengan membiarkan lewat hanya cahaya tampak
dan sinar-sinar inframerah-dekat (near infra-red rays) yang diperlukan
untuk kehidupan, atmosfer sekaligus mencegah seluruh sinar lain yang
merusak agar tidak mencapai bumi. Atmosfer bumi telah berfungsi sebagai
"penyaring" yang sangat penting bagi sinar-sinar perusak yang berasal
dari matahari ataupun yang bukan dari matahari, yaitu dari luar angkasa.6
Michael Denton, seorang ahli astronomi terkenal, menyatakan:
Bahkan gas-gas atmosfer sendiri dengan
sangat kuat menyerap radiasi elektro-magnetik di daerah spektrum tepat
di kedua sisi cahaya tampak dan infra-merah-dekat. Perlu dicatat bahwa
dari seluruh daerah radiasi elektromagnetik, dari radio hingga sinar
gamma, satu-satunya daerah spektrum yang bisa menembus atmosfer hanyalah
berkas sedemikian sempit yang meliputi cahaya tampak dan inframerah-dekat.
Hampir tidak ada radiasi sinar gamma, X, ultraviolet, infra-merah-jauh,
dan gelombang mikro yang mencapai permukaan bumi.7
 Kekerapan materi, yaitu kekerapan atom di ruang angkasa dan di atmosfer saling berbeda. Oleh karena itu, ketika memasuki atmosfer, cahaya akan menyebar lebih luas dan terpencar/terdifusi akibat menumbuk lebih banyak atom. Mata makhluk hidup dapat melihat dunia penuh warna hanya dengan mengindra sinar-sinar yang muncul setelah terdifusi, atau dengan kata lain, dilemahkan oleh atmosfer. Di lingkungan luar angkasa tanpa atmosfer, sinar begitu kuat sehingga dapat membahayakan mata. Selain itu, sinar inframerah-dekat juga menyebar di atmosfer dan menghangatkan bumi.
|
Jelas bahwa ada desain sangat canggih dalam struktur atmosfer.
Dari spektrum dengan lebar yang ditunjukkan angka sebesar 1025, matahari
hanya memancarkan sinar-sinar yang berguna bagi kita dan yang diperlukan
untuk sebuah dunia penuh warna, dan atmosfer hanya mengizinkan sinar-sinar
yang tidak berbahaya, bahkan berguna, untuk mencapai bumi. Di samping
itu, berkat sifat gas-gas dalam atmosfer, mata makhluk hidup, yang secara
langsung menerima sinar matahari, terlindung dari efek-efek berbahaya.
Semua ini adalah bukti bahwa Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan
proporsi/ukuran yang tepat.
Yang kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, dan Dia
tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-(Nya),
dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya
dengan serapi-rapinya. (QS. Al Furqan, 25:2)
3. CAHAYA MENUMBUK BENDA/MATERI
Cahaya yang datang dari matahari mencapai bumi dengan kecepatan
300.000 km per detik. Berkat kecepatan cahaya itulah, kita selalu melihat
dunia penuh dengan warna. Lalu, bagaimanakah citra-citra yang tak tersela
ini dibuat?
Cahaya menembus atmosfer dengan kecepatan luar biasa dan
mencapai bumi dengan menumbuk berbagai objek. Ketika menumbuk suatu objek
dengan kecepatan seperti ini, cahaya berinteraksi dengan atom-atom objek
tersebut dan memantul dengan panjang gelombang berbeda, yang sesuai dengan
warna-warna. Dengan cara inilah, buku yang sekarang Anda pegang, baris-barisnya,
gambar-gambar, pemandangan yang Anda lihat di luar, pepohonan, gedung,
mobil, langit, burung, kucing, singkatnya semua yang ditangkap mata Anda,
memantulkan warna-warnanya.
Molekul yang memungkinkan warna dipantulkan adalah molekul
pigmen. Warna yang dipantulkan suatu objek tergantung pada molekul pigmen
yang terkandung dalam objek tersebut. Setiap molekul pigmen mempunyai
struktur atom yang berbeda. Nomor, jenis dan urutan atom dalam molekul-molekul
itu berbeda satu sama lain. Cahaya yang menumbuk pelbagai pigmen itu
kemudian dipantulkan dalam berbagai nuansa warna. Namun, ini saja tidak
cukup untuk pembentukan warna. Agar cahaya pantul yang memiliki suatu
kualitas warna tertentu dapat diterima dan dilihat, pantulan itu harus
mencapai alat pelihat yang mampu mengindranya.
 Sinar matahari terdiri dari partikel-partikel yang disebut "foton", yang bergerak dalam gelombang. Ketika foton menumbuk elektron pada atom yang membentuk objek fisik di bumi, elektron memancarkan sinar dengan panjang gelombang tertentu, yang "identik dengan warna tertentu". Ketika cahaya matahari jatuh pada selembar daun, misalnya, ini berarti foton cahaya telah menumbuk atom-atom molekul pigmen pada permukaan daun. Saat itu, elektron-elektron atom daun tersebut teraktifkan. Sebagai reaksi, atom-atom daun memancarkan foton. Jadi, foton yang mewakili "warna" daun mulai bergerak ke arah mata kita.
|
4. CAHAYA DATANG KE MATA
Agar sinar yang dipantulkan objek dapat dilihat sebagai warna,
sinar itu harus mencapai mata. Keberadaan mata saja tidak cukup. Setelah
mencapai mata, sinar itu harus diubah menjadi sinyal-sinyal saraf yang
mencapai otak yang bekerja selaras dengan mata.
Mari kita pikirkan mata dan otak kita sendiri sebagai contoh
terdekat. Mata manusia adalah sebuah struktur sangat kompleks yang terdiri
atas banyak organel dan bagian yang berbeda. Kerja serempak dan selaras
semua bagian ini membuat kita dapat melihat dan menangkap warna. Mata,
dengan jaringan-jaringan dan organel-organelnya seperti kelenjar air mata,
kornea, konjungtiva, selaput pelangi, dan pupil, lensa, retina, choroid,
otot-otot dan kelopak mata, adalah sistem yang tiada taranya. Selain
itu, dengan jaringan saraf luar biasa yang menyambungkan mata dengan
otak, dan daerah penglihatan yang sangat kompleks, mata secara keseluruhan,
mempunyai struktur yang sangat istimewa, yang keberadaannya tidak dapat
dianggap kebetulan.
Setelah pengantar singkat tentang mata, marilah kita lihat
juga bagaimana proses melihat terjadi. Sinar yang datang ke mata mula-mula
melewati kornea, lalu pupil dan lensa-lensa, dan akhirnya mencapai retina.
 Di sebelah kiri, kita lihat hubungan antara sel-sel saraf dalam retina. Interkoneksi yang kompleks antara lapisan-lapisan sel ini membantu sel-sel saraf untuk bergerak bersama dan berinteraksi satu sama lain. Di sebelah kanan, adalah sebuah close-up sel kerucut. Jika sel-sel kerucut-pendek membantu kita melihat dunia berwarna, sel-sel batang-panjang membantu kita melihat bentuk dan gerakan.
|
Pengindraan warna dimulai pada sel kerucut dalam retina.
Ada tiga kelompok utama sel kerucut yang bereaksi sangat kuat terhadap
warna tertentu dari cahaya. Sel-sel ini dikelompokkan sebagai sel-sel
kerucut biru, hijau dan merah. Warna merah, biru dan hijau, yang membuat
sel kerucut itu bereaksi, adalah tiga warna primer yang ada di alam. Dengan
rangsangan sel kerucut yang sensitif terhadap ketiga warna ini, pada derajat
yang berbeda, muncullah jutaan warna yang berbeda.
Sel kerucut mengubah informasi yang berhubungan
dengan warna ini menjadi impuls saraf melalui pigmen-pigmen yang terkandung
di dalamnya.8 Selanjutnya, sel saraf yang terhubung
dengan sel kerucut ini mengirimkan impuls saraf ke suatu daerah tertentu
dalam otak. Dalam daerah seluas beberapa sentimeter persegi di dalam otak
inilah tempat dibentuknya dunia penuh warna yang kita lihat sepanjang
hidup.
| Segala sesuatu yang kita lihat di dunia luar diterima di dalam otak. Bunga-bunga, burung-burung, langit, gunung, orang-orang di sekitar kita, singkatnya setiap detil yang beraneka warna di dunia diprojeksikan kepada kita di dalam otak kita. Sesungguhnya, otak adalah sebuah tempat gelap total. Dia yang memungkinkan kita, di dalam tempat gelap ini, melihat, merasa, menyentuh, mendengar, atau mengindra semua detil dunia luar, dengan kata lain membuat kita melihat segalanya, adalah Allah, Pencipta seluruh alam semesta. Allah mempunyai kekuasaan atas segalanya. |
 |
5. DUNIA PENUH WARNA DI DALAM OTAK KITA
YANG GELAP
Tahap terakhir pembentukan warna terjadi di dalam otak. Seperti
telah disebutkan dalam bab sebelumnya, sel saraf dalam mata mengangkut
citra yang telah diubah menjadi impuls saraf ke otak, dan segala sesuatu
yang kita lihat di dunia luar diindra dalam pusat penglihatan otak. Sampai
di sini, kita dihadapkan pada suatu fakta yang menakjubkan: otak adalah
segumpal daging dengan kegelapan total di dalamnya. Impuls-impuls saraf
yang berasal dari citra yang dibentuk pada retina oleh objek, diinterpretasikan
di dalam otak yang gelap pekat. Citra objek tersebut, dengan warna dan
semua sifat lainnya, dibentuk sebagai suatu persepsi di pusat penglihatan
ini. Bagaimana proses pengindraan ini terjadi di dalam segumpal daging
lunak seperti itu?
Banyak tanda tanya belum
terjawab, seperti bagaimana warna diindra. Chromatists (ahli ilmu warna)
masih belum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana impuls
saraf dikirimkan ke otak melalui saraf-saraf optik, dan efek-efek fisiologi
seperti apa yang tercipta dalam otak.9 Mereka hanya
tahu bahwa pengindraan warna adalah kenyataan yang terjadi di dalam tubuh
kita, yaitu, dalam pusat penglihatan otak.10
Pada kenyataannya, kebanyakan proses yang dilakukan otak
belum dapat dijelaskan. Penjelasan tentang masalah ini sebagian besar
ber-dasarkan teori. Namun demikian, otak telah melakukan tugasnya dengan
sempurna sejak manusia pertama kali ada, tepat seperti apa yang dikerjakannya
saat ini. Dunia tiga dimensi, dengan semua warna, desain, suara, bau dan
berbagai rasa yang dialami manusia dalam segumpal daging berberat tidak
sampai satu kilogram, dimungkinkan hanya oleh penciptaan Allah yang sempurna.
Semua orang mendapati keajaiban penciptaan tiada tara ini telah ada sejak
lahir. Manusia tidak mempunyai kontrol apa pun, baik dalam pembentukan
fungsi-fungsinya, dalam kontinuitasnya, maupun pada tahap-tahap lainnya.
|