MAKHLUK DARI DUNIA
MIKRO: PLANKTON
Plankton
adalah salah satu mata rantai yang paling penting dan paling kritis
di dalam rantai kehidupan di bawah laut. Ukuran makhluk ini tidak
lebih dari beberapa mikrometer, bukan milimeter. Mengingat bahwa
satu mikometer hanya sepersejuta meter, jelaslah bahwa makhluk ini
teramat kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Tetapi apakah
karakteristik dari makhluk yang sangat kecil ini, yang membuat mereka
begitu penting dan diperlukan untuk kesinambungan kehidupan?
Bagian zat gizi penting yang dibutuhkan oleh kebanyakan
makhluk hidup di bawah laut adalah, sebenarnya, plankton yang mikroskopis
dan tampak tidak berarti ini. Karena itulah penurunan populasi plankton
akan benar-benar berbahaya bagi kehidupan binatang laut, mulai dari
paus sampai makhluk-makhluk laut yang kecil. Manfaat makhluk berukuran
mikroskopis ini bukan hanya sebatas itu. Plankton dibagi menjadi
dua kategori: tumbuhan dan hewan. Plankton, terutama yang tumbuhan,
adalah faktor penting untuk menjaga beragam keseimbangan di bumi.
Phytoplankton adalah plankton tumbuhan, yang pada dasarnya berupa
organisme mikroskopis bersel-satu yang melayang-layang terbawa arus
air laut. Kumpulan phytoplankton merupakan mata rantai penting yang
pertama dari rantai makanan di laut. Selanjutnya, tumbuhan laut
ini juga menjalani fotosintesis sebagaimana tumbuhan darat lainnya,
menggunakan matahari sebagai sumber energi serta menghasilkan nutrisi
mereka sendiri. Maka, plankton tumbuhan, yang merupakan sumber zat
organik utama di lautan, turut berperan dalam keseimbangan daur
oksigen.
Selama proses fotosintesis dilangsungkan oleh
phytoplankton, karbondioksida yang terdapat di udara diserap, dan
sebaliknya, sejumlah besar oksigen dilepaskan. Sebanyak 70 % dari
110 miliar ton oksigen yang dilepaskan setiap tahun oleh tumbuh-tumbuhan
di bumi, dihasilkan dengan cara ini.22
Plankton hewan, pada umumnya, juga tersusun dari organisme bersel
satu. Namun, ada pula organisme bersel-banyak di dalam kelompok
ini. Hampir semua golongan makhluk laut memiliki bentuk plankton-nya.
Saat hewan invertebrata masih berupa larva, misalnya, atau saat
ikan masih dalam fase pertama perkembangannya, mereka berbentuk
plankton sementara.
Plankton terdiri dari berbagai jenis dan setiap jenisnya memiliki
karakteristik yang khas. Seperti yang terlihat di dalam contoh-contoh
terbatas yang disebutkan di sini, berlakulah kesempurnaan pada makhluk-makhluk
mikroskopis ini, baik dalam rupa maupun dalam strukturnya secara
umum. Makhluk-makhluk ini membantu menjaga berbagai keseimbangan
di bumi. Kekuatan Allah tidak terbatas dan Dia menciptakan apa yang
diinginkan-Nya sebagaimana kehendak-Nya. Allah menguasai segala
sesuatu.
TEMPAT BERTEDUH
DI BAWAH LAUT: GOSONG KARANG
Karang
laut atau koral adalah makhluk yang hidup di wilayah yang dalam
perairan tropis. Gosong karang, tempat berbagai makhluk hidup bersama-sama,
terbentuk dari kerangka batu kapur karang-karang laut yang sudah
mati, yang tercampur bersama akibat aktivitas ganggang penyusun
karang. Gosong karang dapat membentang sampai wilayah yang sangat
luas. Para ilmuwan membandingkan gosong karang dengan hutan hujan
tropis karena, seperti hutan hujan tropis, gosong karang merupakan
pusat keberagaman. Gosong karang adalah rumah bagi lebih dari 2000
jenis ikan, 5000 jenis moluska, 700 jenis karang dan berbagai jenis
kepiting, landak laut, bintang laut, ketimun laut (tripang) dan
berbagai kelompok cacing, yang tak terhitung jumlahnya.
Polyp adalah hewan laut kecil yang hidup di gosong karang. Sejumlah
polyp-karang memiliki ganggang simbiotis yang hidup di dalamnya.
Ganggang mengandung klorofil, dan karenanya, dapat berfotosintesis.
Ganggang kaya oksigen tetapi miskin nutrisi. Seperti semua tanaman
lainnya, ganggang juga membutuhkan nitrat dan fosfat. Itulah alasan
mengapa makhluk-makhluk ini sangat membutuhkan kehidupan bersama.
Mereka tidak dapat hidup sendiri, sehingga perlu saling memanfaatkan
satu sama lain untuk bertahan hidup.
Polyp menyediakan makanan bagi ganggang melalui
hasil buangannya. Ganggang menyimpan hasil buangan sebagai amonia
dan memecahnya menjadi nitrogen fosfat, yang kemudian digunakan
sebagai energi. Polyp juga menyediakan tempat bernaung yang aman
dengan cara melindungi ganggang dari pemangsanya. Sebagai imbalannya,
ganggang menyiapkan makanan bagi polyp melalui fotosintesis. Dengan
demikian, polyp dapat menghasilkan energi yang diperlukan untuk
membangun kerangka batu kapur mereka.23
Sebagaimana semua makhluk yang menjalani kehidupan simbiosis, kebutuhan
kedua belah pihak di dalam kehidupan simbiosis antara polyp dan
ganggang juga terpenuhi dengan cara yang sangat mudah. Jelaslah
bahwa ada Pencipta tunggal yang telah menggabungkan dua makhluk
ini, yang tahu akan kebutuhan keduanya. Makhluk-makhluk ini telah
diciptakan oleh Allah sedemikian sehingga mereka saling melengkapi
dan saling memenuhi kebutuhan satu sama lain.
Allah memperkenalkan kita kepada cita rasa seni-Nya yang tiada akhir
dan pengetahuan-Nya yang tiada batas melalui beragam makhluk yang
telah diciptakan-Nya di bawah laut, dan rancangan yang tiada tara
serta karakteristik yang mengagumkan dari mereka semua. Allah mengingatkan
kita tentang hal ini di dalam Al-Quran:
dan Dia (menundukkan pula) apa yang dia ciptakan
untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah)
bagi kaum yang mengambil pelajaran. Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan
lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang
segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang
kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya
kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.
(QS. An Nahl, 16: 13-14)
MUTIARA: PERMATA
BERKILAUAN DARI LAUT
Di
bumi, ke mana pun seseorang memalingkan wajahnya dan memandang,
mereka akan menemukan ciptaan yang menakjubkan, rancangan yang sempurna
dengan keistimewaan yang mengagumkan. Contoh-contoh yang diberikan
dalam buku ini hanya sedikit perincian kecil dari tanda-tanda kebesaran
ini. Allah telah menciptakan berbagai jenis hewan dan tumbuhan di
bumi dengan penampilan yang indah dan mengesankan. Dia telah menghadirkan
segala sesuatu sehingga dapat dinikmati manusia. Seiring dengan
itu, Allah telah menciptakan berbagai perhiasan di bumi, yang ditujukan
untuk melayani manusia. Mutiara, yang merupakan salah satu perhiasan
ini, memiliki segi-segi yang sangat menarik di samping keindahannya
yang sudah begitu dikenal.
Tahap-tahap perkembangan mutiara sangat mengagumkan. Mutiara umumnya
dihasilkan oleh “tiram mutiara,” yang terdiri dari berbagai
jenis. Cangkang tiram cukup keras. Cangkang luar tiram terbuat dari
kalsium karbonat, sangat sulit dibuka, sehingga dapat menghalangi
sebagian besar musuh-musuh mereka. Kalsium karbonat juga memainkan
peran penting di dalam proses pembentukan mutiara oleh tiram.
Tiram merasa terganggu bila pasir, kerikil, atau organisme parasit
yang berbahaya masuk ke dalamnya. Dalam situasi yang sedemikian,
tiram mengisolasi tamu yang tak diundang tersebut, sebagai cara
perlindungan, dan mulai melapisinya dengan kulit mutiara. Proses
pelapisan ini adalah tahap pertama pembentukan mutiara. Partikel
asing yang memasuki tiram berfungsi sebagai inti dari pembentukan
mutiara. Selama bertahun-tahun, permukaan zat inti ini akan terlapisi
oleh lapisan kalsium karbonat yang terbentuk satu di atas yang lain.
Bagaimana kulit mutiara di dalam tiram dibuat?
Ada dua bahan pokok yang membentuk kulit mutiara di antara lapisan-lapisan
jaringan dalam tiram. Pada satu lapisan ada mineral yang disebut
“aragonite,” yang mengandung kalsium karbonat; di lapisan
yang lain ada zat perekat “conchiolin,” yang menahan
aragonite di dalam mutiara. Karena aragonite merupakan zat yang
setengah tembus cahaya, zat ini menjadikan mutiara tampak bersinar.24
Tentu saja orang akan terpancing untuk bertanya bagaimana mungkin
kedua zat ini dihasilkan oleh tiram (gabungan dari cangkang dan
daging yang bahkan tidak mempunyai otak); bahwa kedua zat ini kemudian
bergabung dan, dengan cara melapisi butiran debu belaka, dapat membentuk
benda yang sedemikian indah seperti mutiara. Mutiara yang sebenarnya
dihasilkan oleh tiram sebagai suatu cara perlindungan, ternyata
menjadi perhiasan yang indah bagi manusia.
Allah menarik perhatian kita kepada mutiara melalui ayat Al Quran
“Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” (QS.
Ar Rahmaan, 55: 22). Selanjutnya, mutiara juga disebutkan di dalam
Al Quran sebagai salah satu perhiasan di Surga.
SIMETRI YANG SEMPURNA
PADA MAKHLUK HIDUP
Perhatikanlah
wajah Anda di cermin. Anda akan melihat simetri yang sempurna. Ambillah
majalah dan mulailah membuka halaman-halamannya. Orang-orang yang
Anda lihat di sana sewaktu membalik halaman-halamannya, dan burung-burung,
bunga serta kupu-kupu yang Anda lihat saat memandang ke luar, memiliki
simetri yang sama.
Simetri adalah salah satu faktor yang memberikan keselarasan di
alam semesta. Semua makhluk memiliki struktur yang simetris. Jika
Anda melihat makhluk-makhluk laut, Anda juga akan melihat simetri.
Ikan, kepiting, udang … Ambillah sepasang kerang laut dan
letakkan secara simetris di tangan Anda. Anda kembali akan menemukan
keteraturan dan kesimetrian yang sempurna dalam penyusunan garis
serta urutannya dari besar ke kecil. Apa pun makhluk yang Anda lihat
di alam, setiap saat Anda akan menemukan adanya keteraturan yang
luar biasa, simetri yang sempurna dan keanekaragaman warna yang
tiada tara.
Orang-orang yang mempertahankan teori evolusi, yang menyatakan
bahwa segala sesuatu di alam semesta muncul sebagai akibat dari
kebetulan tanpa aturan, tidak dapat menerangkan adanya keanekaragaman
warna, simetri, dan keteraturan yang tampak di alam ini. Nyatalah
bahwa keteraturan yang sempurna itu tidak dapat dijelaskan dengan
suatu kebetulan atau peristiwa yang tak disengaja. Tidak mungkin
para evolusionis menerangkan, dengan segala pernyataan yang telah
mereka keluarkan, tentang pembentukan warna makhluk-makhluk di alam,
rancangannya atau simetrinya. Bahkan Charles Darwin harus mengakui
kenyataan ini, walaupun dia adalah pendiri teori evolusi:
Saya menilai kasus-kasus ikan jantan penetas
yang bewarna cerah, dan kupu-kupu betina yang cemerlang, semata-mata
menunjukkan bahwa satu jenis kelamin mungkin menjadi indah tanpa
memerlukan perpindahan keindahan kepada jenis kelamin yang lainnya;
karena dalam kasus ini saya tidak dapat menganggap bahwa keindahan
pada satu jenis kelamin tersebut ditentukan oleh seleksi.25
Tentu saja, tidak ada orang yang bijaksana dan berakal yang dapat
mengklaim bahwa keindahan tertinggi yang kita lihat di sekitar kita,
kupu-kupu, bunga mawar, buah arbei, buah ceri yang beraneka warna,
dan burung nuri, merak, harimau leopard, pendek kata, bumi dengan
segala kecemerlangannya, hadir di dunia ini karena kebetulan. Allah
menciptakan semua makhluk hidup dengan keistimewaannya masing-masing.
Pengetahuan Allah meliputi kita di mana-mana. Tidak ada Tuhan selain
Dia. Hal ini ditegaskan di dalam Al-Quran sebagai berikut:
Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup
kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk
dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah
yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui
apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka
tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.
Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat
memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar. (QS. Al
Baqarah, 2: 255)
KEINDAHAN KUPU-KUPU
Lihatlah
sayap kupu-kupu pada gambar di sebelah kanan seolah-olah Anda melihatnya
untuk pertama kali. Tentu saja Anda akan diliputi rasa kagum melihat
penampilan yang sedemikian indahnya, simetri yang tanpa cacat sedikit
pun, serta corak dan warna yang memesona. Sekarang bayangkan tentang
sehelai kain. Anggaplah bahwa kain itu merupakan kain yang indah
bermutu tinggi yang ditenun berdasarkan ilham dari corak kupu-kupu
ini. Apa yang akan Anda pikirkan jika Anda melihat sehelai kain
seperti ini di jendela sebuah toko? Mungkin, dalam benak Anda muncul
bayangan seorang seniman, yang telah menggambar corak kain ini dan
mengambil ilham dari sayap kupu-kupu saat menggambarnya, lalu Anda
menghargai cita rasa seninya. Dalam keadaan ini, Anda seharusnya
juga menyadari kenyataan ini: cita rasa seni yang Anda kagumi bukanlah
milik orang yang menggambar corak kain, yang mengambil kupu-kupu
sebagai contoh, tetapi adalah milik Allah, Yang memberi ide dari
corak dan warna sayap kupu-kupu. Sayap kupu-kupu yang berwarna-warni
dengan beragam corak yang sangat indah merupakan pengejewantahan
cita rasa seni Allah yang menakjubkan dalam warna. Seperti halnya
corak pada secarik kain yang tidak terjadi dengan begitu saja, simetri
warna dan corak pada sayap kupu-kupu yang begitu sempurna tidak
mungkin terjadi secara kebetulan pula.
Selain itu, sayap yang hebat ini bukan satu-satunya keistimewaan
kupu-kupu yang menarik perhatian. Rancangan tubuh kupu-kupu juga
sempurna dalam berbagai segi. Kupu-kupu mengambil makanan dengan
mengisap cairan bunga. Kebanyakan kupu-kupu memiliki alat tubuh
yang panjang yang disebut proboscis atau belalai, yang digunakan
untuk mencapai cairan yang berada di kedalaman tertentu. Proboscis
adalah lidah panjang yang digunakan untuk meminum air atau untuk
mengisap cairan dari bunga. Kupu-kupu menggulung lidah panjang ini
saat tidak digunakan. Panjang lidah ini saat tidak digulung bisa
tiga kali panjang tubuh kupu-kupu.
Seperti serangga lainnya, kupu-kupu juga mempunyai
kerangka yang melapisi permukaan luar tubuh mereka. Kerangka luar
atau eksoskeleton ini terdiri dari piringan keras yang dihubungkan
dengan jaringan lembut, yang mirip dengan baju zirah. Bahan yang
keras ini disebut “chitin.” Pembentukan lapisan terjadi
melalui proses yang sangat menarik. Seperti yang sudah umum diketahui,
ulat bulu menempuh proses yang agak rumit yang disebut metamorfosa.
Ulat bulu mula-mula menjadi pupa dan kemudian berubah menjadi kupu-kupu.
Melalui proses metamorfosa ini, terjadi perubahan tipis pada sayap,
antena, kaki, dan bagian tubuh lainnya. Begitu pula, sel-sel di
sejumlah wilayah kunci, misalnya otot-otot dan sayap untuk terbang,
tersusun kembali melalui setiap tahap metamorfosa. Selanjutnya,
bersamaan dengan perubahan ini, hampir semua sistem pada tubuh—sistem
pencernaan, sistem pembuangan, sistem pernafasan, dll—menjalani
perubahan besar-besaran.26
Keanekaragaman rancangan dalam kupu-kupu, seperti juga sayap mereka,
adalah milik Allah, Yang Mahakuasa. Allah adalah Yang menganugerahi
sifat-sifat kepada setiap makhluk sesuai dengan kebutuhannya.
RANCANGAN TERPERINCI
BULU-BULU BURUNG
Sebagian
besar orang, setidaknya satu kali, mungkin pernah menyentuh dengan
jari-jari mereka, bulu burung yang mereka temukan tergeletak di
tanah, atau menangkap bulu yang terjatuh dari burung yang sedang
terbang di udara. Mungkin mereka sudah memperhatikan struktur bulu
yang simetris, struktur yang lebih tipis bulu lembut yang terdapat
pada setiap sisi, yang tampak seakan-akan saling mengunci satu sama
lain. Sebenarnya, jika ada kesempatan memeriksa bulu burung ini
di bawah mikroskop, keheranan mereka terhadap rancangan yang menakjubkan
ini bahkan akan semakin besar.
Di bagian tengah bulu burung ada sebuah tabung
yang keras dan panjang. Cabang-cabang bulu (barb) terulur dari kedua
sisi tangkai tabung ini. Bulu ini, yang panjang dan kelembutannya
bervariasi, membuat burung mampu menggunakan udara dengan cara yang
paling tepat. Selain itu, bila melihat dengan lebih teperinci, kita
bahkan akan menemukan struktur yang lebih menarik. Setiap cabang
bulu ini memiliki unting yang lebih kecil dan melekat kepadanya,
yang disebut “barbule”dan tidak dapat dilihat dengan
mata telanjang. Barbule (anyaman bulu) tersangkut pada pengait berukuran
teramat kecil yang disebut “hamuli.” Dengan bantuan
pengait kecil ini, anyaman bulu yang bersebelahan, berpautan satu
sama lain seperti risleting.27
Di setiap bulu burung bangau ada 650 cabang bulu atau barb, di kedua
sisi tangkai bulu. Di setiap cabang bulu ini terdapat 600 anyaman
bulu atau barbule. Semua anyaman bulu ini dikaitkan dengan 390 pengait.
Pengait dikelem jadi satu seperti dua sisi risleting. Anyaman bulu
yang saling berpautan sebelah-menyebelah dengan pengait ini, terletak
begitu rapat satu sama lain sehingga jika kita meniupkan asap ke
arah bulu, tidak ada asap yang lolos ke sisi yang lain. Jika pengaitnya
terlepas karena sesuatu hal, burung cukup mengibaskan dirinya atau,
dalam kasus yang lebih parah, meluruskan bulunya dengan paruh, sehingga
bulu kembali pada keadaan semula. Struktur bulu burung sangat penting
untuk terbang. Burung dapat terbang karena tidak ada aliran udara
yang lolos akibat tertahan oleh sayapnya.
Di samping rancangan yang terperinci pada bulu burung, keanekaragaman
warna yang kaya pada bulu burung juga menarik perhatian. Keanekaragaman
warna ini terjadi karena adanya pigmen di dalam bulu yang sudah
tersedia saat bulu pertama mulai tumbuh dan juga karena pergeseran
cahaya pada bulu burung. Bulu, yang terbuat dari keratin, akan diganti
dalam selang waktu tertentu karena bulu burung cepat rusak akibat
kondisi lingkungan sekitar. Namun, setiap kali, burung-burung memperoleh
kembali bulunya yang beraneka warna. Ini karena bulu burung terus
tumbuh sampai panjang tertentu, dan mencapai warna dan corak yang
khas sesuai dengan jenisnya.
Keanekaragaman warna dan corak pada bulu burung yang tidak terhitung,
begitu pula rancangan sayap burung yang demikian teperinci, adalah
bukti nyata yang menunjukkan kepada kita pengetahuan dan cita rasa
seni Allah yang menakjubkan dalam mencipta.
BURUNG-BURUNG
YANG MENANGKAL RACUN: MAKAO
Bila
seseorang terinfeksi racun, cara penanggulangannya adalah minum
obat untuk menangkal pengaruh racun atau mengeluarkan racun dari
tubuhnya melalui penanganan medis. Bila tidak, seseorang yang tidak
memiliki pengetahuan khusus tentang racun tentu tidak bisa mengobati
dirinya sendiri dengan memanfaatkan tanaman atau beberapa jenis
zat yang bisa menangkal pengaruh racun.
Namun, sejumlah makhluk sudah memiliki pengetahuan ini sejak lahir,
sementara manusia rata-rata harus mempelajarinya melalui pendidikan.
Hewan-hewan tertentu, yang tidak memiliki pikiran sehingga tidak
dapat dididik, tidak punya kecerdasan, dan pendeknya, tidak punya
akal sama sekali, dapat mengobati diri mereka dengan sangat mudah.
Hal yang menarik perhatian dari metode yang digunakan hewan untuk
menyembuhkan dirinya sendiri adalah mereka benar-benar tahu apa
yang harus dilakukan dan bisa memutuskan apa yang terbaik untuk
masing-masing penyakit. Apakah memang hewan-hewan ini sendiri yang
memutuskan hal ini? Dengan cara apa hewan-hewan ini memiliki pengetahuan
sedemikian? Para evolusionis mengklaim bahwa sebagian besar tingkah-laku
hewan yang seperti ini adalah berdasarkan insting atau naluri. Tetapi,
mereka tidak dapat menerangkan asal-usul tingkah-laku ini atau bagaimana
tingkah-laku ini muncul untuk pertama kalinya.
Pertama-tama, tidak mungkin makhluk-makhluk mempelajari tingkah-laku
ini dengan berjalannya waktu. Hewan yang keracunan, misalnya, akan
segera mati. Bila sudah begitu, tidak mungkin lagi hewan ini membayangkan
cara melenyapkan faktor yang menyebabkannya keracunan. Selain itu,
kita tidak boleh lupa bahwa hewan tidak punya akal sehingga tidak
mampu memikirkan jalan keluar yang seperti itu.
Marilah kita lihat, melalui suatu contoh, bagaimana
hewan menampilkan perilaku sadar atau berakal saat menyembuhkan
diri. Makao, yang merupakan sejenis burung nuri, hidup di wilayah
tropis Amerika Selatan dan Tengah. Salah satu sifat yang paling
menonjol dari makhluk ini, di samping warna-warninya yang sangat
memesona, adalah mereka memakan biji-bijian yang beracun. Burung
ini, yang dapat memecahkan kulit yang terkeras sekali pun dengan
paruhnya yang bengkok, adalah ahli di bidang biji beracun. Ini cukup
mengagetkan, karena, bila burung memakan biji beracun, biasanya
hal itu akan mencelakakan mereka. Namun, yang mengherankan, hal
ini tidak terjadi. Segera sesudah memakan biji beracun, burung langsung
terbang menuju tempat berbatu-batu dan mulai menggerogoti dan menelan
pecahan batu bertanah liat di sana. Alasan di balik perilaku ini
adalah pecahan batu bertanah liat menyerap racun di dalam biji-bijian,
sehingga menetralisir pengaruh racun. Dengan cara ini, burung-burung
dapat mencernakan biji-bijian tanpa membahayakan tubuhnya sama sekali.28
Sudah jelas tidak mungkin makao tahu dengan sendirinya bagaimana
menawarkan atau mengurangi pengaruh racun yang ditemukan dalam biji-bijian
yang dimakannya. Inilah bukti bahwa perilaku berakal pada makhluk
hidup ini tidak berasal dari dirinya sendiri, dan asal muasalnya
juga tidak dapat dicari pada kekuatan atau faktor lain yang ada
di alam. Ada kekuatan yang tak terlihat yang mengendalikan tingkah-laku
semua makhluk, dan, dengan kata lain, mengilhami apa yang harus
dilakukannya. Kekuatan yang tiada tara ini adalah milik Allah. Allah,
Sang pemilik pengetahuan yang tak tertandingi, adalah Pemelihara
segala sesuatu.
TAKTIK CERDAS
BURUNG PEMAKAN-LEBAH
Walaupun
tampaknya tidak mungkin, beberapa jenis burung dapat menggali bebatuan.
Satu-satunya alat yang mereka gunakan saat memecahkan batu-batu
yang keras adalah paruhnya. Burung pemakan-lebah merupakan salah
satu dari burung-burung tersebut.
Burung pemakan-lebah membuat sarang di permukaan
karang terjal berpasir atau membuat lubang-lubang di sepanjang tepian
sungai dengan cara memukul-mukulkan paruhnya pada lumpur kasar dengan
terus-menerus. Burung-burung ini terus-menerus menggali sampai lubang
menjadi terowongan sempit yang memanjang sampai 90-100 cm (3 kaki).
Cakarnya yang pendek dan kuat juga membantu pekerjaan menggali untuk
membuka sisi-sisi sarang ini. Burung ini melontarkan partikel tanah
yang tertimbun dengan bantuan cakarnya. Beberapa spesies pemakan-lebah
ini hidup dalam koloni yang terdiri dari 1000 burung atau lebih.
Para ilmuwan tidak dapat menjelaskan bagaimana masing-masing burung
mengenali sarangnya sendiri di antara koloni yang penuh berkerumun
dan berjumlah sangat banyak ini.29
Karakteristik menarik lainnya dari burung pemakan-lebah
adalah keahlian mereka dalam berburu hama atau binatang-binatang
kecil. Burung-burung ini memakan lebah. Hal ini cukup mengherankan
karena memakan lebah bisa berakibat fatal bagi burung. Namun, burung
pemakan-lebah tidak terpengaruh sama sekali dengan sengatan lebah.
Burung ini mula-mula menggosok-gosokkan perut lebah yang diburunya
ke sebuah batang pohon sampai aus. Dengan demikian, bisa-sengatan
lebah menguap ke udara tanpa membahayakan.30
Ciri tubuhnya yang lain juga sesuai sehingga memudahkan burung pemakan-lebah
untuk menangkap serangga. Misalnya, paruh burung ini panjangnya
4,5 cm (1,8 inci). Ukuran panjang tersebut penting, karena, jika
paruh burung ini lebih pendek, serangga dapat mencelakakannya saat
burung sedang berburu. Tambahan pula, ujung paruhnya yang tajam
memungkinkan burung menangkap mangsanya dari bagian di antara dada
dan perutnya. Dengan cara ini, burung dapat mengosongkan bisa-sengatan
lebah dengan lebih leluasa.
Tentu saja, pengetahuan burung tentang bagaimana menangkal racun
dari serangga bukanlah perilaku yang dapat dipelajari dan diterapkannya
sendiri. Tidak ada seorang pun yang dapat mengklaim bahwa burung
ini mungkin telah menemukan sendiri jalan keluar seperti ini dan
mengambil risiko bahaya yang fatal dalam proses menggunakan metode
coba-coba. Penerapan taktik rasional sedemikian oleh burung menunjukkan
bahwa saat burung dilahirkan ke bumi, burung sudah memperoleh pengetahuan
ini sebagai bagian dari karakteristiknya. Selain itu, fakta bahwa
semua sifat yang berkaitan dengan tubuh burung ini memiliki struktur
yang sangat ideal bagi proses berburu adalah petunjuk nyata bahwa
makhluk ini diciptakan sesuai dengan kebutuhannya untuk berburu
lebah. Burung pemakan-lebah, seperti semua makhluk hidup lainnya
di bumi, telah diciptakan Allah lengkap dengan sifat-sifat yang
dimilikinya.
BURUNG PEMBURU
YANG SEMPURNA: ELANG
Saat
mencermati burung, kita melihat bahwa semua sifat-sifat pada tubuhnya
telah dirancang khususnya untuk terbang. Misalnya, struktur tubuh
elang, yang kita kenal sebagai salah satu burung yang memiliki kemampuan
bergerak terbaik, sempurna dalam segala bidang. Elang harus cukup
ringan agar mampu terbang dari mana saja dengan mudah, dan sekaligus
cukup kuat sehingga dapat membawa mangsanya setelah ditangkap. Seekor
elang botak memiliki lebih dari 7000 bulu. Namun demikian, bila
Anda mengumpulkan semua bulu ini, beratnya hanya sekitar 500 gram
(18 ounce). Sebagai tambahan, agar tubuhnya lebih ringan, bagian
dalam tulang elang berlubang. Seluruh bagian tulang ini tidak berisi
apa pun kecuali udara. Berat total elang botak hanya sedikit lebih
dari 272 gram (9,5 ounce). Pendek kata, berat tubuh elang sangat
ideal untuk terbang.
Elang memperoleh tenaga untuk terbang dari gerakan sayapnya yang
mengepak-ngepak ke bawah. Oleh sebab itu, jumlah otot yang mendorong
sayap ke bawah lebih besar daripada jumlah otot yang mendorongnya
ke atas. Otot-otot yang ringan sangat penting bagi seekor elang.
Otot-otot ini umumnya seberat setengah dari berat total tubuh elang.
Elang dapat terbang lebih cepat atau lebih lambat dengan mengubah
posisi sayapnya. Bila elang ingin terbang lebih cepat, dia menekuk
bagian depan sayap ke dalam, menerjang angin sehingga membelah udara.
Bila ingin terbang lebih lambat, bagian sayap elang yang lebar,
berbalik menentang angin.
Semua elang memiliki kelopak mata tambahan yang
disebut “selaput pengerjap”. Fungsi kelopak khusus ini
adalah untuk membersihkan dan melindungi mata burung. Misalnya,
elang biasanya mengerjapkan selaput tersebut saat memberi makan
anak-anaknya. Ini merupakan tindakan pencegahan untuk melindungi
mata sang induk dari segala bahaya yang secara tidak sengaja dapat
ditimbulkan oleh anak-anaknya saat mereka menyergap makanan.31
Rancangan elang tidak hanya memperhatikan hal
yang berkaitan dengan teknik terbang tanpa cacat, tetapi juga rancangan
khusus bulunya untuk mendarat. Saat mulai turun, elang mengurangi
kecepatannya dengan cara menarik ekornya dalam sudut tertentu terhadap
tubuhnya. Elang menurunkan sisi sayapnya sedemikian sehingga berfungsi
sebagai rem. Tetapi, saat kecepatan elang berkurang, turbulensi
gejolak udara terjadi di bagian atas permukaan sayap meningkatkan
kemungkinan bahaya elang kehilangan daya angkatnya. Elang mengatasi
bahaya ini dengan menaikkan tiga atau empat berkas bulu di bagian
ujung sayapnya. Hal ini membuat aliran udara masuk melintasi permukaan
sayap, yang menjaga aliran udara tetap lancar sehingga burung dapat
mendarat dengan mudah.32
Ada fakta nyata di dalam contoh-contoh yang diberikan sejauh ini.
Bahkan sekelumit detil pada rancangan tubuh elang sedemikian sempurnanya
sehingga tidak mungkin muncul tiba-tiba secara kebetulan. Hal ini
jelas membuktikan kepada kita bahwa elang juga, seperti burung dan
makhluk-makhluk yang lainnya, telah diciptakan oleh Allah, Yang
Mahakuasa.
AHLI MERAJUT DI
ALAM
Mungkinkah
kita mengatakan bahwa makhluk yang membangun sarang yang kuat dan
terbuat dari jalinan ranting yang saling mengait melalui gerakan
yang sangat sistematis, dengan cara memotong daun-daun hijau yang
segar menjadi carik-carik tipis dan panjang, telah “mempelajari
ini semua secara kebetulan”? Tentu saja, pernyataan “belajar
secara kebetulan” kurang memadai untuk menjelaskan keterampilan
yang sedemikian. Seperti yang akan Anda lihat dalam contoh yang
nanti kami berikan, sejumlah keistimewaan pada berbagai jenis hewan
secara terbuka akan menyingkap betapa irasional dan tidak masuk
akalnya penyataan para evolusionis.
Burung penganyam, atau manyar, mula-mula mengumpulkan bahan-bahan
yang akan digunakan. Burung ini memotong daun-daun hijau yang segar
menjadi carik tipis dan panjang atau memanfaatkan urat halus di
bagian tengah daun. Tentu saja, manyar punya alasan dalam menggunakan
dedaunan segar ini. Daun kering akan sulit ditangani dan digunakan
burung dalam proses merajut atau menganyam, sementara penggunaan
serat daun segar akan sangat memudahkan proses ini. Burung memulai
proses ini dengan mula-mula melilitkan ujung secarik daun yang panjang,
yang dirobek dari sebuah daun, pada sebuah ranting. Sambil menahan
satu ujung carik daun pada ranting dengan menggunakan satu kaki,
burung menangani ujung yang lainnya dengan paruhnya.
Agar serat tidak jatuh, burung menyatukannya dengan membentuk simpul.
Mula-mula, burung membuat lingkaran. Ini adalah jalan masuk ke sarangnya.
Kemudian, menggunakan paruhnya bolak balik, burung ini melewatkan
serat daun di atas dan di bawah serat lainnya secara teratur. Burung
ini harus menghitung berapa tegang setiap carik yang harus ditariknya
selama proses merajut, karena, jika rajutan ini lepas, sarang akan
runtuh. Selanjutnya, burung harus dapat membayangkan bentuk akhir
sarang sehingga dia dapat memutuskan kapan dinding sarang harus
dibelokkan atau dibentuk tonjolan ke arah luar.
Setelah merajut jalan masuk, burung mulai merajut
dinding sarang. Untuk melakukan hal ini, burung menggelantung ke
bawah dan meneruskan pekerjaannya dari dalam sarang. Dengan paruhnya,
dia menekan satu serat di bawah yang lainnya dan kemudian memegang
ujung serat yang bebas dan menariknya kuat-kuat. Dengan begini,
terbentuklah rajutan yang sangat teratur.33
Sesuai penjelasan di atas, burung perajut selalu bekerja mengikuti
langkah-langkah tertentu saat membangun sarangnya. Mula-mula, burung
ini mengumpulkan bahan yang paling tepat untuk sarang. Burung tidak
membuat sarangnya dari sembarang titik yang dipilih secara acak,
tetapi mengawalinya dari pintu masuk sarang dan dilanjutkan dengan
membangun dindingnya dari pintu masuk. Tentu saja kita tidak mungkin
menyatakan bahwa burung manyar memperoleh keterampilan ini secara
kebetulan tanpa disadarinya. Kenyataan bahwa burung manyar juga,
seperti makhluk yang lainnya, bertindak berdasarkan ilham dari Allah
adalah fakta nyata yang dapat dilihat oleh setiap orang yang berakal
dan sadar.
|