KEAHLIAN TUPAI
TERBANG
Allah
memperkenalkan diri-Nya melalui makhluk-makhluk yang memiliki keistimewaan
khusus yang diciptakan-Nya. Hal-hal teperinci yang dipelajari manusia
dari makhluk yang dikenalnya dengan baik meningkatkan kekaguman
mereka. Selain itu, pengetahuan yang didapat tentang makhluk yang
belum dikenal akan menyingkapkan tirai penghalang yang ada dalam
pikirannya. Bahkan berpikir tentang sifat-sifat makhluk ini sering
menjadi cara untuk melihat kesempurnaan ciptaan dalam makhluk tersebut
dan menghargai kehebatan Allah yang tak terbatas.
Tupai terbang, juga, merupakan salah satu dari berjuta makhluk yang
memiliki keistimewaan sehingga dapat mengubah cara berpikir yang
datar pada seseorang. Tupai ini dapat dijumpai di Australia dan
panjangnya 45 sampai 90 cm (1,5 sampai 3 kaki). Semua jenis tupai
terbang, yang dapat terbang dari satu pohon ke pohon yang lainnya
seperti pesawat terbang layang, tinggal di pohon. Agar dapat terbang
seperti ini, makhluk ini menggunakan selaput untuk terbang yang
terdapat di bawah lengannya.
Tupai berjuluk sugar-glider ini memiliki selaput
untuk melayang yang terentang dari pergelangan tangannya sampai
ke pergelangan kakinya. Selaput ini sempit dan memiliki rambut seperti
jumbai yang panjang. Pada tupai terbang jenis lain, struktur mirip-parasut
ini terdapat dalam bentuk selaput yang terbuat dari kulit berambut
halus. Hewan ini terbang dari batang pohon dan, dengan efek permukaan
layang mirip-sayap ini, dapat melintasi jarak 30 meter (98 kaki)
sekali jalan. Tupai terbang yang lebih besar berpindah dari satu
pohon ke pohon yang lain seperti pesawat terbang layang. Menurut
pengamatan, makhluk ini menempuh jarak 530 meter (1740 kaki) dalam
hanya enam lompatan berturut-turut.34
Seperti yang telah terlihat pada contoh-contoh lain yang diberikan
di buku ini, tupai terbang memiliki ciri yang khas. Saat seseorang
merenungkan bagaimana terbentuknya ciri-ciri tanpa banding pada
berjuta jenis makhluk di bumi, seseorang akan segera paham bahwa
tidak satu pun dapat tercipta dari peristiwa yang tak disengaja
dan bahwa setiap makhluk tidak mungkin memperoleh keistimewaan yang
sempurna ini dengan sendirinya atau secara kebetulan. Allah menciptakan
semua hewan, tumbuhan, dan manusia dengan sempurna. Ini adalah fakta
nyata bagi orang-orang yang merenungkannya dengan sadar dan bijaksana.
Memahami fakta ini dan menjalani hidup sesuai dengannya adalah perilaku
yang bermanfaat bagi seseorang sebab tugas manusia di dunia adalah
untuk melihat kebesaran ciptaan Allah dan memuji, di atas ciptaan
ini, kekuatan dan pengetahuan Allah yang tak terbatas.
Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah
Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi
segala sesuatu. (QS. Thaahaa, 20: 98)
KASIH SAYANG BURUNG
GREBE KEPADA ANAK-ANAKNYA
Kita
mungkin menganggap binatang yang tidak punya akal akan meninggalkan
begitu saja anaknya setelah melahirkannya. Namun demikian, berlawanan
dengan itu, hewan-hewan ini bertanggung jawab terhadap anak-anaknya
sampai tingkat tertentu sehingga mereka tidak mengabaikan langkah-langkah
yang dapat melindungi keturunannya dari bahaya yang mungkin mereka
hadapi di masa depan.
Salah satu contoh yang paling baik tentang ini adalah burung grebe,
sejenis burung air. Burung grebe membawa anak-anaknya di punggung
mereka, dan dengan demikian, orangtua menjadi semacam sarang terapung
bagi anak-anaknya. Anak-anak yang baru menetas naik ke punggung
ayah atau induknya. Sang induk secara perlahan mengangkat sayapnya
sehingga anak-anaknya tidak terjatuh dan memberi makan mereka butir-butir
yang dibawanya dengan paruhnya, dengan cara menolehkan kepalanya
ke satu sisi.
Namun demikian, yang diberikan burung grebe kepada anak-anaknya
untuk pertama kalinya bukanlah makanan yang sebenarnya. Grebe mula-mula
menyuruh anak-anaknya makan bulu yang bisa mereka kumpulkan dari
permukaan air atau mereka cabut dari dadanya. Setiap anak menelan
bulu dalam jumlah banyak. Baiklah, apakah alasan di balik perilaku
makan yang menarik ini?
Bulu-bulu yang dimakan anak burung tidak sepenuhnya
dicernakan melainkan dikumpulkan di lambungnya. Sebagian membentuk
sumbat dari bulu di bagian penghubung lambung dengan usus. Tulang-tulang
ikan dan bagian-bagian tidak tercerna dari makanan lain terkumpul
di sini. Dengan demikian, tulang-tulang ikan yang tajam atau bagian-bagian
serangga yang keras yang melintasi perut akan tertahan sehingga
tidak sampai membahayakan dinding halus usus. Kegiatan memakan bulu
ini akan terus berlanjut sepanjang kehidupan burung. Namun demikian,
bulu-bulu pertama yang diberikan sang induk kepada anak grebe merupakan
tindakan pencegahan yang penting untuk kesehatan anak-anak tersebut.35
Perilaku seperti burung grebe ini, tindakan yang ditujukan untuk
memenuhi kebutuhan anak-anaknya dan melindungi mereka dengan segala
cara, juga dapat dilihat pada makhluk-makhluk lainnya. Setiap makhluk
di bumi memikul segala jenis tanggung jawab bagi anak-anaknya sampai
mereka cukup dewasa dan dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
Perilaku sejenis ini yang terlihat di antara makhluk-makhluk di
alam menghapuskan pernyataan para evolusionis bahwa “alam
adalah medan pertarungan dan yang terkuatlah yang menang.”
Jelaslah bahwa perilaku sejenis ini bukan berasal dari kecerdasan
makhluk-makhluk tersebut, dan bahwa burung, harimau, atau hewan
lainnya tidak dapat bertindak berdasarkan kebutuhan hewan lainnya,
karena hal ini membutuhkan perhitungan terhadap hal-hal yang teperinci
sampai sekecil-kecilnya. Makhluk-makhluk ini bertindak berdasarkan
ilham dari Allah. Allah mengilhami semua makhluk dalam perilakunya
dan mereka menyesuaikan diri dengan sempurna. Setiap dari mereka
mematuhi Allah yang telah menciptakan mereka. Fakta ini dinyatakan
di dalam Al Quran sebagai berikut:
Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja
yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.
(QS. Ar Ruum, 30: 26)
MESIN TERBANG:
CAPUNG
Capung
memiliki kemampuan terbang yang tanpa cacat, sedemikian sehingga
dapat berhenti tiba-tiba dan mulai terbang ke arah berlawanan pada
kecepatan berapapun atau ke arah manapun yang dipilihnya. Lebih
lanjut lagi, capung dapat bergantung di udara di dalam posisi yang
tepat untuk menyerang mangsanya. Lagi pula, capung dapat menuju
langsung kepada mangsanya, berbelok dengan tangkas untuk melakukan
hal itu. Hal ini hanya sebagian kemampuan manuver capung yang telah
mengilhami pembuatan helikopter, produk perkembangan teknologi masa
kini.
Tubuh capung memiliki struktur berbentuk terpilin (spiral) yang
dibungkus dengan lapisan logam. Capung, yang memiliki warna bervariasi,
dari biru es sampai merah tua, memiliki dua pasang sayap pada punggungnya,
sepasang di depan dan sepasang lagi di belakang. Sayap bekerja secara
terkoordinasi. Dengan kata lain, sewaktu kedua sayap depan terangkat,
kedua sayap di belakang pun turun. Gerakan sayap dilaksanakan dengan
gerakan dua kelompok otot yang saling berlawanan. Salah satu ujung
otot melekat ke tonjolan tubuh berbentuk tuas. Sewaktu satu kelompok
otot berkontraksi dan menyebabkan terangkatnya sepasang sayap, kelompok
otot lainnya mengendur dalam derajat yang setara dan menyebabkan
pasangan sayap yang kedua turun. Sebenarnya, helikopter yang diproduksi
dengan menggunakan capung sebagai modelnya, turun dan naik menggunakan
prinsip yang sama.
Penerbangan capung yang sempurna dimungkinkan
oleh keempat sayap bebas yang besar ini yang menahan berat tubuhnya.
Keistimewaan tersebut memungkinkan serangga ini membuat gerakan
yang tiba-tiba, meningkatkan kecepatannya dan terbang pada kecepatan
yang mencapai 10 meter (33 feet) per detik.36
Kemampuan penglihatan capung,
yang sanggup membuat gerakan tiba-tiba pada berbagai kecepatan yang
amat tinggi, juga sempurna. Mata capung diperhitungkan, dalam lingkungan
ilmuwan, sebagai mata serangga terbaik di dunia. Setiap mata mengandung
30.000 lensa tersendiri. Mata ini tampak seperti dua kubah (hemisphere)
yang menutupi setengah bagian kepalanya, dan mata ini memberikan
bidang pandangan yang sangat luas bagi serangga. Dengan mata yang
luar biasa ini, capung hampir dapat melihat apa yang terjadi di
belakangnya.37
Seperti yang ditunjukkan di atas, capung memiliki sistem khas tersendiri
yang tersusun dengan sempurna. Sedikit saja kekurangan di bagian
manapun dari sistem ini akan menyebabkan sistem yang lainnya menjadi
tidak berguna. Namun demikian, semua sistem telah diciptakan dengan
sempurna sehingga makhluk-makhluk bertahan hidup dengan semua itu.
Rancangan yang khas pada capung adalah milik Allah. Dia memiliki
pengetahuan tentang segala ciptaan.
KEHIDUPAN DI GURUN
Panas
menyengat di siang hari, dingin membeku di malam hari, kemarau selama
berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan berturut-turut, kelangkaan
makanan… Semua ini adalah bagian dari lingkungan gurun. Sangat
sulit bertahan hidup dalam kondisi yang sedemikian keras. Namun,
di balik semua kesulitan ini, berbagai jenis makhluk bisa bertahan
hidup dan bahkan berkembang pesat di gurun. Bila kita amati, akan
tampak bahwa semua struktur tubuh dan gerakan makhluk-makhluk ini
telah diciptakan dengan karakteristik yang sesuai untuk kehidupan
di sana. Allah menciptakan ciri khas tertentu untuk melindungi makhluk-makhluk
ini dari panas. Bila kita memperhatikan lebih dekat sebagian contoh
ciri-ciri ini, kita dapat melihat dengan jelas bahwa kelengkapan
makhluk-makhluk ini tidak mungkin ada dengan begitu saja, melainkan
diciptakan oleh Sang Pencipta yang memiliki kekuatan yang sangat
hebat.
Ular berbisa gurun (Cerastes Vipera) hidup di
bawah pasir. Ular berbisa ini masuk ke dalam pasir dengan menggeliat
bergoyang-goyang menyamping. Ular ini menggerakkan ekornya dari
kiri ke kanan dengan sangat cepat. Gerakan ini lalu meliputi seluruh
tubuhnya dalam tiga pelintir. Akhirnya sekujur tubuh ular terkubur
sepenuhnya, kecuali satu atau kedua matanya saja. Dengan cara ini,
ular berbaring sambil menunggu, memburu mangsanya. Tetapi strategi
seperti ini dapat menimbulkan risiko bagi mata ular, karena mata
ini tetap berada di luar, di tempat yang dapat didera oleh badai
pasir secara tiba-tiba. Namun, karena mata ular dirancang khusus,
risiko tersebut terhapus seluruhnya. Mata ular berbisa ini terlindung
dari gangguan pasir karena memiliki “kaca mata” luar
yang terbuat dari sisik yang tembus pandang.38
Penghuni gurun yang lain, yaitu serigala gurun
bewarna krem, jenis serigala terkecil, memiliki telinga yang sangat
besar. Serigala ini hidup di gurun berpasir di Afrika dan Arab.
Telinganya yang lebar tidak hanya membantu menentukan tempat mangsanya
berada, tetapi juga berfungsi untuk mencegah panas berlebihan dan
membuat hewan ini tetap sejuk.39
Kadal bermoncong-sekop, yang tinggal di gurun,
bergerak seperti menari di pasir untuk mendinginkan ekor dan kakinya.
Kemudian, dengan bertumpu pada ekornya, kadal ini bergantian mengangkat
satu kaki belakang dan satu kaki depan. Setelah beberapa detik,
kakinya berganti posisi. Kadal ini seolah berenang di bukit pasir
dengan dukungan bentuk tubuh dan hidungnya yang aerodinamis, dan
telapak kakinya yang besar memungkinkan kadal berlari di pasir dengan
sangat cepat.40
Katak gurun, yang hidup di Australia, mirip dengan
tangki air. Saat hujan, katak ini mengisi kantung-kantung di tubuhnya
dengan air. Kemudian dia menguburkan dirinya sendiri di bawah pasir
dan mulai menunggu sampai hujan yang berikutnya turun. Bila merasa
haus, hewan gurun lainnya mencari katak ini dan meminum airnya,
dengan cara mengeluarkan katak ini dari pasir.41
KEANEKARAGAMAN
MATA HEWAN
Struktur
mata ikan memungkinkan ikan melihat di dalam air dengan jelas, sementara
mata burung memungkinkan burung untuk melihat di udara saat sedang
terbang. Struktur mata makhluk lainnya dirancang dengan khusus pula
sehingga sesuai dengan kebutuhan mereka. Jelaslah bahwa organ seperti
mata yang berstruktur kompleks tidak memperoleh ciri khasnya dengan
begitu saja, ciri yang berbeda-beda pada setiap makhluk. Setiap
orang yang mencermati contoh-contoh ini dengan sadar dan bijaksana
akan segera melihat fakta bahwa semua makhluk telah diciptakan oleh
Allah. Contoh-contoh yang diberikan di bawah ini merupakan cara
untuk merenungkan fakta ini.
Burung memiliki indra penglihatan yang lebih tajam daripada manusia,
dan mereka dapat mengamati wilayah yang lebih luas dengan teperinci.
Seekor burung dapat melihat sekaligus gambar-gambar yang hanya dapat
dilihat manusia per bagian; bagi burung, gambar-gambar ini terlihat
secara keseluruhan dengan pandangan sekilas. Bagi burung, ini keuntungan
besar dalam berburu. Bila dibandingkan dengan manusia, sebagian
burung dapat melihat benda dalam jarak enam kali lebih jauh daripada
pandangan kita.
Bagi manusia, kehilangan pandangan sesaat yang terjadi saat mata
berkedip, dalam hitungan detik, tidak terlalu penting. Tetapi, hal
ini bisa menjadi masalah besar bagi burung yang terbang sangat cepat
pada ketinggian beratus-ratus meter. Karena itulah, bila burung
mengedipkan mata, tidak terjadi penghentian apapun di dalam penglihatannya
karena burung memiliki kelopak mata ketiga yang disebut selaput
pengerjap. Selaput ini bersifat tembus pandang dan bergerak dari
satu sisi mata ke sisi mata yang lainnya. Maka, burung-burung dapat
mengedipkan mata tanpa benar-benar menutupnya. Sebagai tambahan,
burung-burung yang menyelam ke dalam air, menggunakan selaput ini
sebagai kaca mata penyelam sehingga melidungi mata dari bahaya.
Contoh yang lain adalah mata unta, yang juga memiliki keistimewaan
dalam memberikan perlindungan tepat seperti yang dibutuhkan. Tulang
keras di sekitarnya melindungi mata dari cahaya matahari dan pukulan.
Bahkan badai pasir yang paling kuat tidak dapat melukai mata unta
karena bulu mata unta memiliki struktur yang terpaut satu sama lain
dan mata dapat tertutup dengan sendirinya pada saat-saat bahaya.
Dengan demikian, tidak ada yang dapat memasuki mata hewan ini, walaupun
itu berupa setitik kecil debu.
Mata ikan melihat ke sekelilingnya dari balik sekat tembus pandang.
Tirai pelindung ini menyerupai kaca mata penyelam. Lensa mata ikan
yang bulat dan kukuh disesuaikan untuk melihat benda-benda dalam
jarak dekat. Alasan lain mata ikan berbentuk bulat adalah karena
cahaya dibiaskan saat melewati air. Karena mata ikan terisi cairan
yang berberat jenis hampir sama dengan berat jenis air, saat gambar
yang terbentuk dari luar dipantulkan di mata, pembiasan tidak terjadi.
Sebagai akibatnya, gambar dari benda di luar dengan sempurna dipusatkan
pada retina oleh lensa, dan tidak seperti manusia, ikan dapat melihat
dengan sangat jelas di dalam air.
SISTEM PENDINGINAN
KHUSUS PADA TUBUH RUSA
Baru-baru
ini, manusia telah menemukan sistem pendinginan mekanis dan, dengan
berbagai pengembangan dalam teknologinya, sistem ini terus digunakan
di zaman modern. Namun, kita bukan yang pertama kali menemukan sistem
pendinginan. Setiap makhluk berdarah panas di bumi telah memiliki
mekanisme pengendalian panas di dalam tubuhnya dan dalam penciptaannya
memang dirancang memiliki sistem ini. Ambil saja contoh sejenis
rusa di Afrika. Rusa Afrika ini harus melarikan diri dari musuhnya
agar dapat bertahan hidup, karena rusa tidak punya cara pertahanan
lain. Peningkatan kecepatan yang tiba-tiba ini menyebabkan peningkatan
suhu yang tajam di dalam tubuh rusa. Namun demikian, agar bertahan
hidup, rusa perlu menjaga agar suhu otaknya lebih dingin daripada
suhu tubuhnya.
Rusa Afrika punya sistem pendinginan yang khas
di dalam otaknya. Rusa dan hewan sejenis lainnya memiliki ratusan
pembuluh darah arteri kecil yang bercabang-cabang dan melewati tempat
penampungan darah yang besar yang terletak di samping saluran pernafasannya.
Udara yang dihirupnya mendinginkan tempat penampungan yang berhubungan
dengan hidung ini, sehingga darah yang melewati arteri-arteri kecil
di dalamnya juga menjadi dingin. Sejumlah arteri kecil ini kemudian
bersatu di dalam pembuluh darah tunggal yang membawa darah ke otak.42
Hal yang menarik di sini adalah sistem tanpa cacat ini tidak mungkin
timbul dengan sendirinya, karena ketiadaan sistem pendinginan tersebut
akan berarti akhir riwayat rusa saat ia mulai berlari untuk pertama
kalinya.
Seperti yang terlihat di dalam contoh sistem pendinginan rusa, rancang
bangun tubuh makhluk hidup memiliki kerumitan yang tidak dapat dijelaskan
oleh pernyataan “perkembangan bertahap” oleh para evolusionis.
Dengan kata lain, tidak mungkin organ dan struktur tubuh makhluk
hidup muncul melalui perubahan-perubahan kecil bertahap yang berlangsung
sejalan dengan waktu. Tubuh makhluk hidup penuh dengan struktur,
mirip dengan sistem pendingin yang dimiliki rusa, yang akan menjadi
tidak berguna bila ada satu bagian saja yang hilang. Hal ini membuktikan
bahwa makhluk hidup tidak dapat muncul ke dunia sejalan dengan waktu,
secara kebetulan, tetapi sebaliknya, telah diciptakan dengan sempurna
oleh Allah. Ini adalah fakta nyata bagi orang-orang yang cerdas
seperti juga dinyatakan dalam Al Quran:
Musa berkata: “Tuhan yang menguasai timur
dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu)
jika kamu mempergunakan akal.” (QS. Asy Syu’araa‘,
26: 28)
KEHEBATAN PENCIPTAAN
MANUSIA
Setelah
beberapa bulan berada dalam rahim ibu mereka, semua orang di sekitar
kita sampai kepada keadaan mereka saat ini. Bagi setiap manusia,
sudah dipersiapkan sistem sempurna yang sama di dalam tubuh ibu
mereka, dan setiap orang melalui tahap-tahap perkembangan yang sama.
Kelahiran adalah mukjizat besar. Bayi yang berkembang di dalam ruang
terlindung yang dipersiapkan khusus di dalam rahim ibunya, lahir
ke dunia setelah tenggang waktu tertentu. Perincian peristiwa yang
menakjubkan ini akan membawa setiap orang yang merenungkannya kepada
kesimpulan yang sangat penting. Mari kita bersama-sama meraih kesimpulan
ini dengan cara mencermati satu detil yang berperan penting dalam
perkembangan bayi:
Plasenta adalah jaringan daging yang terbentuk
di dalam tubuh wanita agar telur yang telah dibuahi dapat melekat
pada dinding rahim. Plasenta mengandung struktur pembuluh darah
yang halus, yang dipersiapkan untuk keperluan bayi yang sedang berkembang.
Pembuluh ini seperti cabang-cabang pohon. Di dalam plasenta, pembuluh
darah ibu dan bayi saling terhubung bersijalin dan saling mempertukarkan
bahan-bahan. Darah ibu dan darah bayi tidak pernah bercampur, tetapi
zat makanan dan oksigen dapat melintas dari darah ibu ke darah bayi,
sedangkan kotoran dibuang dari darah bayi dan akhirnya dikeluarkan
oleh tubuh sang ibu.43 Fungsi plasenta
sangat penting karena jaringan ini harus memenuhi semua kebutuhan
bayi, sekaligus harus selektif agar dapat melindunginya. Pertukaran
pada plasenta dapat berlangsung berkat selaput tipis yang disebut
“chorion.” Selaput ini memisahkan peredaran darah bayi
dari darah ibunya. Dengan adanya selaput ini, darah ibu tidak dapat
masuk ke pembuluh darah bayi. Sang bayi hanya menerima oksigen dan
zat makanan melalui selaput ini.
Nutrisi yang dibutuhkan bayi selama bulan-bulan pertama hidupnya
berbeda dari apa yang dibutuhkannya pada bulan kedelapan dan kesembilan
hidupnya, yaitu saat-saat menjelang kelahiran. Plasenta juga harus
menyesuaikan ini dalam konsumsi zat makanan. Sebenarnya, plasenta
menjalankan semua fungsi ini dengan cara yang tanpa cacat. Plasenta
selalu peka akan jumlah apa-apa zat yang harus diambilnya, dan sangat
berhati-hati serta selektif dalam hal ini. Sampai di sini, ada beberapa
pertanyaan yang perlu diajukan dan beberapa hal yang perlu diingat.
Pertama-tama, ada pertanyaan tentang bagaimana plasenta, yang berupa
jaringan yang terdiri dari sejumlah sel, dapat membuat perhitungan
seperti ini. Begitu pula, pertanyaan tentang bagaimana plasenta
tahu akan kebutuhan bayi, ini juga memerlukan jawaban. Orang yang
berakal akan segera menyadari bahwa sepotong daging yang disebut
plasenta tidak dapat melakukan hal ini dengan begitu saja dan tidak
dapat memperoleh sifat khas ini secara kebetulan. Dalam hal ini,
fakta yang kita peroleh sekali lagi sangatlah jelas: Allah menciptakan
plasenta lengkap dengan karakteristik yang bersesuaian dengan kebutuhan
bayi di dalam rahim ibu. Keajaiban kelahiran adalah contoh lain
lagi yang menampilkan keagungan cita rasa seni Allah dalam penciptaan.
Kita diingatkan tentang fakta ini di dalam Al Qur‘an:
Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu
(berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah
menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan
tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia
menyusun tubuh-mu. (QS. Al Infithaar, 82: 6-8)
AC YANG CANGGIH,
ALAT PERASA YANG SEMPURNA: KULIT
Sementara
ini, Anda dapat dengan mudah membalik halaman-halaman buku ini karena
tangan Anda tidak mengalami kesulitan dalam meraba tekstur halaman
buku. Dengan cara yang sama, Anda dapat pula memegang dan membawa
benda yang permukaannya licin, misalnya gelas. Anda dapat merasakan
kehalusan saat menyentuh bulu dan merasakan sesuatu yang keras saat
memegang batu. Dengan merasakan semua ini dan mengirimkan sinyal-sinyal
yang dibutuhkan ke otak Anda, kulit Anda memiliki sifat-sifat yang
memungkinkan Anda menggambarkan benda di dalam otak Anda.
Banyak sekali saraf yang terdapat di ujung jari. Dengan adanya saraf
ini, Anda dipermudah dalam bergerak dan tidak menyebabkan kesulitan
sedikit pun. Di lain pihak, di bagian “yang tidak begitu penting,”
pada punggung manusia misalnya, jumlah ujung saraf lebih sedikit.
Ini keuntungan yang sangat penting. Sekarang, mari membayangkan
hal sebaliknya: Mari kita anggap ujung jari kita tidak begitu peka
sedangkan saraf-saraf tersusun sedemikian sehingga berada lebih
banyak di bagian punggung tubuh kita. Hal ini, tidak diragukan lagi,
akan menjadi sangat merepotkan. Dalam keadaan yang seperti ini kita
tidak dapat menggunakan tangan kita sebagaimana mestinya, malah
kita akan merasakan benda sekecil apa pun yang menyentuh punggung
kita, lipatan baju kita, misalnya.
Kulit manusia adalah organ yang kompleks yang terdiri atas beberapa
lapisan dan mengandung saraf perasa, saluran peredaran darah, sistem
aliran udara, dan penyeimbang atau pengatur antara kelembapan dan
panas, yang melindungi tubuh seperti perisai terhadap sinar matahari.
Karena hal ini, manusia berada dalam bahaya besar jika sebagian
kulitnya rusak. Di bawah kulit ada lapisan yang mengandung lemak.
Lapisan lemak ini berfungsi sebagai sekat terhadap panas. Di atas
lapisan ini ada lapisan lain lagi, yang kebanyakan terdiri dari
protein sehingga membuat kulit menjadi kenyal.
Seandainya kita mengelupas kulit dan melihat sekadar satu sentimeter
(0,4 inci) di bawahnya, pemandangan yang kita temui akan tidak indah
sama sekali, bahkan menakutkan, di mana akan tampak lemak dan protein
serta berbagai pembuluh darah. Karena ciri-ciri pada kulit memungkinkannya
menutupi struktur ini, kulit berperan penting dalam memperindah
tubuh kita dan sekaligus juga memungkinkan kita melindungi diri
dari faktor-faktor luar. Agar dapat merenungkan dan memahami pentingnya
keberadaan kulit, kita cukup memikirkan beberapa fungsi kulit yang
vital bagi kita.
Kulit manusia mencegah terjadinya gangguan pada keseimbangan air
di dalam tubuh, kuat dan elastis, dapat menyembuhkan dirinya sendiri,
melindungi tubuh dari pancaran sinar yang membahayakan, menjaga
kontak dengan dunia luar, dan melindungi suhu tubuh di dalam cuaca
dingin atau panas.
Selain berfungsi sebagai detektor atau alat perasa dan pencari yang
peka, serta AC yang canggih, kulit manusia juga memenuhi segala
jenis keperluan manusia itu sendiri. Semua ini menunjukkan bahwa
kulit merupakan nikmat yang telah diciptakan oleh Allah, dengan
keindahan yang diberikannya bagi pandangan mata dan keistimewaan
yang dimilikinya untuk melindungi manusia. Kulit, topik yang sudah
ditulis di dalam berlembar-lembar buku, sekali lagi menunjukkan
kepada kita kehebatan Allah dalam mencipta.
KEKUATAN SISTEM
KISI-KISI TULANG
Tulang
kita, yang memikul peran sangat penting seperti menopang dan melindungi
tubuh kita, diciptakan dengan kemampuan dan kekuatan untuk menjalankan
fungsi ini. Tulang paha manusia, misalnya, punya kemampuan menopang
beban seberat satu ton. Sesungguhnya, dalam setiap langkah kaki
kita, muatan seberat 3 kali berat tubuh kita dibebankan kepada tulang
ini. Sebenarnya, saat seorang pelompat galah mendarat di tanah,
setiap sentimeter tulang pinggul dikenai tekanan 1.400 kilogram
(3.086 pound).
Untuk paham sepenuhnya tentang kesempurnaan rancangan tulang, mari
kita membuat perbandingan sebagai berikut: Salah satu bahan yang
paling bermanfaat dan paling kuat yang digunakan manusia adalah
baja, karena baja bersifat kuat sekaligus lentur dan mudah dibentuk.
Namun demikian, tulang kita lebih kuat sekaligus 10 kali lebih fleksibel
dibandingkan dengan baja padat. Selain itu, tulang lebih ringan
daripada baja. Kerangka yang dibuat dari baja akan 3 kali lebih
berat daripada kerangka manusia.
Kita juga dapat mengambil pelajaran bila membandingkan kesempurnaan
rancangan tulang dengan teknik bangunan modern. Sampai kurun waktu
50 tahun terakhir abad keduapuluh, tugas membangun gedung tinggi
sangatlah mahal dan menghabiskan waktu. Tetapi, dengan berbagai
perkembangan teknologi, sudah banyak teknik baru yang dikembangkan
dalam merancang bangunan. Salah satu teknik yang terpenting dikenal
sebagai lattice system (“sistem kisi-kisi.”) Dalam sistem
ini, bagian penopang bangunan tidak terdiri atas satu potong balok,
tetapi terbuat dari sejumlah batang yang saling bersilangan dalam
bentuk kisi-kisi. Dibantu perhitungan rumit yang dibuat oleh komputer,
pembangunan jembatan dan struktur industri yang bagus dan mengesankan
akan jauh lebih kuat dan akan makan biaya lebih rendah bila menggunakan
teknik ini.
Struktur bagian dalam tulang juga dibangun dengan sistem kisi-kisi
yang sekarang kita gunakan dalam pembangunan gedung dan jembatan.
Bila tulang dipotong dan diperiksa, sistem yang sangat menarik terlihat
pada rancangan bagian dalamnya. Saling menyilang satu sama lain,
ribuan batang kecil membentuk struktur yang rumit. Struktur ini
pada dasarnya adalah sistem kisi-kisi yang dibangun di dalam tulang.
Berkat struktur ini, tulang kita menjadi sangat kuat sekaligus ringan,
sehingga kita dapat menggunakannya dengan mudah.
Jika yang terjadi adalah sebaliknya, dengan kata lain jika bagian
dalam tulang kita terisi penuh dan keras, berat tulang akan jauh
melebihi jumlah beban yang dapat kita topang sehingga akan retak
dan patah menghadapi pukulan atau serangan yang paling lemah sekali
pun.
Struktur tulang, yang dicoba tirukan oleh manusia menggunakan teknologi
masa kini, hanyalah satu contoh dari karya seni Allah yang tiada
tara. Setiap orang perlu melihat kecemerlangan ciptaan yang khas
dan sempurna milik Allah di dalam tubuhnya sendiri dan bersyukur,
serta merenunginya.
JARINGAN DISTRIBUSI
TERBESAR DI DUNIA: SISTEM PEREDARAN DARAH
Cobalah
bayangkan sebuah kota yang memiliki 100 triliun rumah tangga. Menurut
Anda, mungkinkah ada perusahaan distribusi yang mampu memenuhi kebutuhan
semua rumah tangga di kota tersebut? Sebagian besar orang akan menjawab,
“Tentu saja tidak.” Tetapi, sistem yang serupa sudah
ada di dalam tubuh manusia. Namun rumah-rumah di dalam tubuh manusia
adalah sel, dan perusahaan distribusinya adalah sistem peredaran
darah yang memiliki komponen amat banyak.
Bagian-bagian pembentuk sistem peredaran darah mengunjungi sekitar
100 triliun sel di dalam tubuh manusia satu per satu. Inti dari
sistem ini adalah jantung. Jantung, yang memiliki 4 buah bilik yang
berbeda dan memompa darah segar serta darah kotor tanpa mencampur
keduanya ke wilayah yang berbeda-beda di dalam tubuh, serta memiliki
katup yang berfungsi sebagai penutup pengaman, memiliki rancangan
yang dibangun dengan keseimbangan yang sangat teliti.
Saat kita memeriksa jantung, kita melihat bahwa jantung tidak hanya
terdiri dari pompa, melainkan juga katup yang menentukan arah darah
yang dipompa. Adanya katup menjamin bahwa darah yang dipompa oleh
otot jantung bergerak dengan tepat ke arah yang sesuai. Lebih lanjut
lagi, jantung dihubungkan ke kedua paru-paru dan bagian tubuh lainnya
oleh pembuluh darah utama. Pembuluh darah yang menuju tubuh terbagi
menjadi beberapa cabang yang, pada gilirannya, menjadi cabang-cabang
kecil dalam proses yang berlanjut terus. Pemisahan ini berlanjut
sampai ke vena amat kecil atau kapiler yang kemudian meluas menjadi
vena yang lebih besar sampai kembali ke jantung lagi. Vena menuju
paru-paru untuk membuang karbondioksida di dalam darah dan mengisi
darah dengan oksigen.
Bila kita memeriksa sistem peredaran darah ini, yang meliputi jantung,
pembuluh darah dan paru-paru, terungkaplah sistem yang rumit. Jika
dilengkapi dengan ginjal, yang bertugas membersihkan darah, dan
pankreas, yang menyesuaikan kadar gula dalam darah dengan sekresi
(pengeluaran) insulin atau glikogen, lalu hati, yang mengendalikan
kandungan kimiawi darah, serta berbagai bagian sistem kekebalan
dalam darah, tampaklah struktur yang menakjubkan. Setiap bagian
dari sistem yang rumit ini berada dalam keselarasan dan saling terhubung
satu sama lain dengan cara yang sangat teratur. Semua unsur harmonis
ini mempunyai satu tujuan. Jika satu bagian saja tidak ada, akan
terjadi kerusakan di dalam sistem. Hal ini dapat mengakibatkan kematian
orang yang memiliki sistem peredaran darah tersebut.
Jantung tidak dapat menjaga kelangsungan hidup tubuh manusia lebih
dari satu menit tanpa paru-paru yang bertugas membersihkan darah
yang dipompa oleh jantung. Sistem peredaran darah ini tercipta lengkap
dengan semua bagiannya, dalam seketika. Dengan demikian, hal ini
menunjukkan rancangan yang sempurna, yaitu penciptaan, pada jantung
dan sistem peredaran darah, serta menjelaskan seni penciptaan yang
tiada bandingannya dari Allah, Tuhan semesta alam.
|