|
RANCANGAN PADA CAHAYA
Sungguh luar biasa bahwa radiasi
dari matahari (dan dari banyak rangkaian bintang) harus termampatkan dalam
pita spektrum elektromagnetik yang sangat sempit sehingga memancarkan
radiasi yang tepat bagi kesinambungan seluruh kehidupan di bumi.
(Ian Campbell, Fisikawan dari Inggris) 65
Matahari
mungkin sesuatu yang paling sering kita lihat sepanjang hidup kita. Kapan
pun kita menengadahkan muka ke langit di siang hari, kita bisa melihat
sinarnya yang menyilaukan. Jika seseorang bertanya, "Apa manfaat matahari?"
mungkin kita akan menjawab tanpa berpikir sama sekali bahwa matahari memberi
kita cahaya dan panas. Jawaban tersebut, meskipun dangkal, sesungguhnya
benar.
Akan tetapi, apakah matahari hanya "kebetulan saja" memancarkan
cahaya dan panas bagi kita? Apakah ini ketidaksengajaan dan tanpa terencana?
Atau apakah matahari khusus dirancang bagi kita? Mungkinkah bola api
yang dahsyat di langit ini menjadi "lampu" raksasa yang diciptakan untuk
memenuhi dengan tepat kebutuhan kita?
Penelitian terkini menunjukkan bahwa jawaban untuk dua pertanyaan
terakhir adalah "ya". "Ya", karena pada sinar matahari ada rancangan yang
memicu ketakjuban.
Panjang Gelombang yang Tepat
Cahaya dan panas adalah dua perwujudan berbeda radiasi elektro-magnetik.
Dalam semua perwujudannya, radiasi elektromagnetik merambat di ruang
angkasa dalam gelombang yang serupa dengan gelombang yang terbentuk ketika
sebuah batu dilemparkan ke danau. Riak air yang terbentuk oleh batu itu
dapat memiliki ketinggian yang berbeda, dan jarak antarpuncak riak mungkin
bervariasi pula. Demikian juga radiasi elektromagnetik, dapat memiliki
panjang gelombang yang berbeda.

PERBEDAAN PANJANG GELOMBANG RADIASI ELEKTROMAGNET
Bintang-bintang dan sumber-sumber cahaya lain di alam
semesta tidak semuanya memberikan jenis radiasi yang sama. Sebaliknya,
mereka memancarkan energi dalam rentang panjang gelombang yang luas.
Sinar gamma, yang memiliki panjang gelombang terpendek, hanya 1/1025
dari panjang gelombang radio terpanjang. Cukup aneh, hampir semua
radiasi yang dipancarkan matahari jatuh ke dalam pita tunggal yang
juga 1/1025 dari keseluruhan spektrum. Alasannya adalah bahwa hanya
jenis-jenis radiasi yang penting dan sesuai bagi kehidupan yang
jatuh pada pita sempit ini.
|
Namun, analogi ini sebaiknya tidak diambil terlalu jauh karena
ada perbedaan yang sangat besar dalam panjang gelombang radiasi elektro-magnetik.
Beberapa di antaranya memiliki panjang beberapa kilometer sedangkan lainnya
lebih pendek dari sepermiliar sentimeter, dan panjang gelombang lain dapat
ditemukan pada spektrum kontinu dan tanpa tersela di antara kedua angka
ini. Untuk mempermudah, para ilmuwan membagi spektrum ini berdasarkan
panjang gelombang, dan mereka memberi nama berbeda bagi setiap bagian.
Misalnya, radiasi dengan panjang gelombang terpendek (sepertriliun sentimeter)
disebut "sinar Gamma"; sinar Gamma memiliki energi yang sangat besar.
Panjang gelombang terpanjang disebut "gelombang radio"; gelombang ini
panjangnya mencapai beberapa kilometer namun membawa energi sangat kecil
(karena kandungan energi ini, gelombang radio sama sekali tidak berbahaya
bagi kita, sementara terpapar sinar Gamma bisa berakibat fatal). Cahaya
adalah sebuah bentuk radiasi elektromagnetik yang terletak di antara kedua
ekstrem panjang gelombang tersebut.
Hal pertama untuk diperhatikan tentang spektrum elektromagnetik
adalah betapa lebarnya spektrum tersebut: Panjang gelombang terpanjang
adalah 1025 kali ukuran panjang gelombang terpendek. Jika ditulis secara
lengkap, 1025 tampak seperti di bawah ini:
10. 000. 000. 000. 000. 000. 000. 000. 000
Angka sebesar itu tidak berarti dengan sendirinya. Mari
kita membuat beberapa perbandingan.
Misalnya, 4 miliar tahun (perkiraan umur bumi) berarti sama
dengan sekitar 1017 detik. Jika Anda ingin menghitung dari
1 sampai 1025, dan melakukannya dengan kecepatan satu angka
per detik tanpa berhenti, siang dan malam, penghitungan ini akan menghabiskan
waktu 100 juta kali lebih lama daripada umur bumi itu sendiri! Jika kita
menyusun tumpukan 1025 lembar kartu, kita akan mendapatkan
tumpukan yang merentang mencapai separo alam semesta yang teramati.
Ini merupakan spektrum sangat lebar yang di dalamnya tersebar
panjang gelombang berbeda-beda dari energi elektromagnetik alam semesta.
Sekarang, yang menarik tentang hal ini adalah bahwa energi elektromagnetik
yang diradiasikan oleh matahari kita berada pada bagian spektrum yang
sangat, sangat sempit. Sebanyak 70% radiasi matahari mempunyai panjang
gelombang antara 0,3 dan 1,5 mikron, dan dalam pita sempit tersebut terdapat
tiga jenis cahaya: cahaya tampak, cahaya infra-merah-dekat, dan cahaya
ultraviolet.
Tiga jenis cahaya itu tampaknya sudah cukup, namun gabungan
ketiganya merupakan bagian yang hampir tidak berarti dibandingkan keseluruhan
spektrum. Ingat 1025 kartu yang merentang sejauh separo alam
semesta? Dibandingkan dengan seluruhnya, lebar pita cahaya yang diradiasikan
matahari sama dengan satu kartu saja!
Mengapa cahaya matahari dibatasi pada cakupan yang begitu
sempit?
Jawaban pertanyaan itu sangat penting karena satu-satunya
radiasi yang mampu mendukung kehidupan di bumi adalah radiasi dengan panjang
gelombang yang berada dalam batas sempit ini.
Dalam buku Energy and the Atmosphere, fisikawan
dari Inggris, Ian Campbell, menjawab pertanyaan ini dan menyatakan, "Sungguh
luar biasa bahwa radiasi dari matahari (dan dari banyak rangkaian bintang)
harus termampatkan dalam pita spektrum elektromagnetik yang sangat sempit
sehingga memancarkan radiasi yang tepat bagi kesinambungan seluruh kehidupan
di bumi." Menurut Campbell, situasi ini "menakjubkan".66
Sekarang, mari kita mencermati "rancangan cahaya yang menakjubkan"
ini.
Dari Ultraviolet ke Inframerah
Telah disebutkan, terdapat selisih 1:1025 dalam ukuran panjang
gelombang elektromagnetik terpanjang dan terpendek. Telah disebutkan
pula bahwa kandungan energi bergantung pada panjang gelombang: panjang
gelombang lebih pendek mengandung energi lebih besar dari pada panjang
gelombang lebih panjang. Perbedaan lainnya mengenai bagaimana radiasi
pada panjang gelombang yang berbeda berinteraksi dengan materi.
Bentuk-bentuk radiasi terpendek disebut (dengan urutan panjang
gelombang meningkat) "sinar gamma", "sinar X", dan "sinar ultraviolet".
Semua radiasi ini memiliki kemampuan membelah atom karena kandungan energinya
yang begitu besar. Ketiga radiasi tersebut dapat menyebabkan molekul-molekul
khususnya molekul organik terurai. Dampaknya, ketiga radiasi tersebut
menguraikan materi pada level atom atau molekul.
Radiasi dengan panjang gelombang lebih panjang daripada cahaya
tampak dimulai dari inframerah, dan melebar hingga gelombang radio. Pengaruh
radiasi ini terhadap materi kurang serius karena energinya tidak terlalu
besar.
"Pengaruh terhadap materi" tersebut berkaitan dengan reaksi
kimia. Sejumlah reaksi kimia yang penting dapat terjadi hanya jika energi
ditambahkan pada reaksi tersebut. Energi yang dibutuhkan untuk memulai
reaksi kimia disebut "ambang batas energi (energy threshold)". Jika energi
kurang dari ambang batas ini, reaksi tidak akan pernah dimulai dan jika
energi lebih besar, tidak ada gunanya: dalam kedua kasus, energi akan
terbuang.
Dalam keseluruhan spektrum elektromagnetik, hanya terdapat
satu pita kecil yang mempunyai energi sesuai dengan ambang batas energi.
Panjang gelombangnya berkisar antara 0,7 mikron dan 0,4 mikron, dan jika
Anda ingin melihatnya, Anda bisa: hanya dengan menengadahkan kepala dan
melihat sekeliling, dan ini disebut "cahaya tampak". Radiasi ini menyebabkan
terjadinya reaksi kimia dalam mata Anda, dan karena itulah Anda dapat
melihat.
Radiasi yang disebut sebagai "cahaya-tampak"
membentuk 41% cahaya matahari, meskipun radiasi ini menempati kurang dari
1/1025 dari keseluruhan spektrum elektromagnetik. Dalam artikelnya
yang terkenal, "Life and Light", pada Scientific American, fisikawan terkenal,
George Wald, mengupas masalah ini dan menulis, "Radiasi yang berguna untuk
memulai reaksi kimia yang teratur terdiri dari sebagian besar radiasi
matahari kita."67 Bahwa
matahari harus meradiasikan cahaya yang begitu tepat untuk kehidupan,
benar-benar merupakan contoh rancangan yang luar biasa.
Hampir
seluruh radiasi matahari termampatkan pada pita sempit panjang gelombang
yang berkisar antara 0,3 sampai 1,5 mikron. Pita ini mencakup sinar
ultraviolet-dekat, cahaya-tampak dan sinar inframerah.
|
Apakah sisa cahaya yang diradiasikan matahari ada gunanya?
Ketika kita mengamati bagian cahaya ini,
kita mendapati bahwa sebagian besar radiasi matahari yang jatuh di luar
rentang cahaya tampak berada pada bagian spektrum yang disebut "inframerah-dekat".
Infra-merah-dekat dimulai setelah cahaya tampak berakhir dan sekali lagi,
meliputi bagian yang sangat kecil dari keseluruhan spektrum kurang dari
1/1025. 68
Apakah sinar inframerah berguna? Ya, namun kali ini tidak
ada gunanya mengamati sekeliling karena Anda tidak dapat melihatnya dengan
mata telanjang. Tetapi, Anda dengan mudah dapat merasakannya: Kehangatan
yang Anda rasakan pada wajah saat memandang matahari yang bersinar pada
musim panas atau musim semi disebabkan oleh radiasi inframerah dari matahari.
Radiasi inframerah matahari adalah radiasi yang membawa energi
panas, yang menjaga bumi tetap panas. Radiasi ini juga penting bagi kehidupan
seperti halnya cahaya tampak. Dan yang menarik adalah bahwa matahari kita
agaknya diciptakan hanya untuk melayani kedua tujuan ini, karena kedua
jenis cahaya ini menyusun bagian terbesar matahari.
Dan bagian ketiga matahari? Apakah bermanfaat?
Anda boleh yakin terhadapnya. Ini adalah
"sinar ultra-violet-dekat" dan membentuk bagian terkecil dari sinar matahari.
Seperti semua sinar ultraviolet, sinar ini berenergi tinggi dan dapat
menyebabkan kerusakan sel hidup. Namun sinar ultraviolet matahari merupakan
jenis "paling kurang berbahaya" karena paling dekat dengan cahaya tampak.
Meskipun paparan berlebihan terhadap sinar ultra-violet matahari telah
terbukti menyebabkan kanker dan mutasi sel, sinar ini memiliki satu manfaat:
Sinar ultraviolet yang berada pada pita begitu sempit in i69
diperlukan untuk pembentukan vitamin D pada manusia dan binatang bertulang
belakang. (Vitamin D penting untuk pembentukan dan makanan tulang: Tanpa
vitamin D tulang menjadi lunak atau cacat, disebut penyakit rachitis yang
terjadi pada orang-orang yang tidak terkena cahaya matahari dalam waktu
yang sangat lama.)
Dengan kata lain, semua radiasi yang dipancarkan oleh matahari
penting bagi kehidupan: tidak sedikit pun sia-sia. Yang menarik adalah
bahwa semua radiasi ini dibatasi pada cakupan 1/1025 dari keseluruhan
spektrum elektromagnetik, namun cukup untuk menjaga kita tetap hangat,
bisa melihat, dan memungkinkan terjadinya semua reaksi kimia yang diperlukan
kehidupan.
Bahkan kalaupun semua kondisi lain yang diperlukan kehidupan
telah ada, jika cahaya yang diradiasikan matahari jatuh pada bagian lain
spektrum elektromagnetik, maka tidak akan ada kehidupan di atas bumi ini.
Sangat tidak mungkin menjelaskan terpenuhinya persyaratan ini, yang memiliki
kemungkinan 1 banding 1025, dengan logika kebetulan.
Dan kalau semua ini belum cukup, cahaya melakukan hal lain:
cahaya juga memungkinkan kita kenyang!
Fotosintesis dan Cahaya
Fotosintesis adalah sebuah proses kimia yang namanya dikenal
hampir oleh semua orang yang pernah bersekolah. Tetapi, kebanyakan orang
tidak menyadari betapa sangat pentingnya proses ini bagi kehidupan di
atas bumi, atau misteri apa yang ada di dalam proses ini.
Pertama, mari kita lupakan ilmu kimia SMU kita, dan perhatikan
rumus reaksi fotosintesis ini:
6H2O + 6CO2 + cahaya matahari Z C6H12O6
+ 6O2 Glukosa
Artinya: Air dan karbondioksida dan cahaya matahari menghasilkan
gula dan oksigen.
Secara lebih terperinci, yang terjadi dalam reaksi kimia
ini adalah, enam molekul air (H2O) bergabung dengan enam molekul karbondioksida
(CO2) dalam reaksi yang mendapatkan energi dari sinar matahari. Saat reaksi
selesai, hasilnya adalah sebuah molekul glukosa (C6H12O6), gula sederhana
yang merupakan elemen makanan yang penting, dan enam molekul gas oksigen
(O2). Sebagai sumber semua makanan di planet kita, glukosa mengandung
energi yang sangat besar.

Selama ratusan juta tahun, tumbuh-tumbuhan sibuk melakukan sesuatu
yang tidak dapat ditiru laboratorium mana pun: menggunakan cahaya
matahari, mereka menghasilkan makanan. Tetapi persyaratan penting
untuk transformasi luar biasa ini adalah bahwa cahaya yang diterima
tumbuh-tumbuhan harus tepat untuk berlangsungnya fotosintesis. |
Walaupun reaksi ini tampaknya sederhana, ternyata sangat
rumit. Hanya ada satu tempat di mana reaksi ini terjadi: pada tumbuh-tumbuhan.
Tumbuh-tumbuhan di dunia ini menghasilkan makanan dasar bagi semua makhluk
hidup. Setiap makhluk hidup lainnya pada akhirnya mendapat asupan glukosa
dengan berbagai cara. Binatang herbivora memakan tumbuh-tumbuhan secara
langsung, dan binatang karnivora memakan tumbuh-tumbuhan dan/atau binatang
lain. Manusia tidak terkecuali: Energi kita dihasilkan dari makanan yang
kita makan dan berasal dari sumber yang sama. Apel, kentang, coklat, atau
steak, atau apa pun yang Anda makan memberikan energi yang berasal dari
matahari.
Akan tetapi, fotosintesis penting untuk alasan lain. Reaksi
ini menghasilkan dua produk: Di samping glukosa, reaksi ini juga melepaskan
enam molekul oksigen. Yang terjadi di sini adalah bahwa tumbuh-tumbuhan
selalu membersihkan atmosfer yang terus-menerus "terpolusi" oleh makhluk
bernapas manusia dan binatang, yang energinya berasal dari pembakaran
dengan oksigen, sebuah reaksi yang menghasilkan karbondioksida. Jika tumbuh-tumbuhan
tidak melepaskan oksigen, penghirup oksigen akhirnya akan menghabiskan
semua oksigen dalam atmosfer, dan ini akan menjadi akhir bagi makhluk-makhluk
tersebut. Alih-alih, oksigen di atmosfer secara terus-menerus diperbarui
oleh tumbuh-tumbuhan.
Tanpa fotosintesis, kehidupan tumbuh-tumbuhan tidak akan
ada; dan tanpa kehidupan tumbuh-tumbuhan, tidak akan ada kehidupan binatang
atau manusia. Reaksi kimia yang mengagumkan ini, yang belum pernah ditiru
laboratorium mana pun, terjadi pada rerumputan yang Anda injak, dan pada
pepohonan yang mungkin bahkan tidak pernah Anda tengok. Ini juga pernah
terjadi pada sayuran di atas piring makan malam Anda. Ini merupakan salah
satu proses dasar kehidupan.
Yang menarik adalah betapa cermatnya rancangan proses fotosintesis
ini. Ketika kita mempelajarinya, tidak akan luput dari pengamatan kita
bahwa ada keseimbangan yang sempurna antara fotosintesis tumbuh-tumbuhan
dan penggunaan energi oleh penghirup oksigen. Tanaman menyediakan glukosa
dan oksigen. Penghirup oksigen membakar glukosa dengan oksigen di dalam
sel-sel mereka untuk mendapatkan energi dan melepaskan karbondioksida
dan air (dengan kata lain, mereka membalikkan reaksi fotosintesis) yang
digunakan tumbuh-tumbuhan untuk membuat lebih banyak glukosa dan oksigen.
Dan demikianlah proses ini berlangsung, sebuah siklus berkesinambungan
yang disebut "siklus karbon", dan siklus ini digerakkan oleh energi dari
matahari.
Untuk melihat betapa sempurnanya siklus ini diciptakan, mari
kita pusatkan sesaat perhatian kita hanya pada salah satu unsur siklus
tersebut: sinar matahari.
Pada bagian pertama bab ini, kita membahas cahaya matahari,
dan mendapati bahwa komponen radiasinya dirancang secara khusus untuk
memungkinkan kehidupan di bumi. Mungkinkah matahari sengaja dirancang
juga untuk fotosintesis? Atau apakah tumbuh-tumbuhan cukup fleksibel sehingga
dapat melangsungkan reaksi ini tanpa peduli cahaya apa pun yang mengenainya?
Ahli astronomi Amerika, George Greenstein membahasnya dalam
The Symbiotic Universe:
Klorofil adalah molekul yang melangsungkan fotosintesis…
Mekanisme fotosintesis dimulai dengan penyerapan cahaya matahari oleh
molekul klorofil. Namun agar fotosintesis terjadi, cahaya yang diterima
harus berupa warna yang sesuai. Cahaya dari warna yang salah tidak akan
menghasilkan keajaiban ini.
Analogi yang bagus adalah sebuah televisi.
Agar TV menerima saluran (gelombang) yang dikehendaki, TV harus ditala
pada saluran tersebut: Talakan TV pada saluran yang berbeda, maka tidak
akan terjadi penerimaan. Ini sama dengan fotosintesis, dalam analogi ini
matahari berfungsi sebagai transmiter dan molekul klorofil sebagai TV.
Jika molekul dan cahaya matahari tidak saling sesuai - disesuaikan dalam
hal warna - fotosintesis tidak akan terjadi. Kenyataannya, warna matahari
sudah tepat. 70
Pada bab terakhir, kami menunjukkan kesalahan pada gagasan
tentang kemampuan kehidupan untuk beradaptasi. Sebagian evolusionis berpendapat
bahwa "kalau kondisi berbeda, kehidupan juga akan berevolusi agar sesuai
sempurna dengan keadaan tersebut". Berpikir secara dangkal tentang fotosintesis
dan tumbuhan, seseorang bisa saja sampai pada kesimpulan serupa: "Andaikan
cahaya matahari berbeda, tumbuhan akan berevolusi sesuai dengannya".
Namun kenyataannya ini tidak mungkin.
Meskipun dia sendiri seorang evolusionis, George Greenstein
mengakui bahwa:
Orang mungkin berpikir bahwa
suatu adaptasi telah terjadi: adaptasi kehidupan tumbuh-tumbuhan terhadap
sifat cahaya matahari. Bagaimanapun, andaikan matahari memiliki suhu berbeda
dengan suhunya saat ini, bisakah molekul lain yang beradaptasi untuk menyerap
cahaya dengan warna berbeda menggantikan klorofil? Cukup jelas jawabannya
adalah tidak, sebab dalam batasan luas, seluruh molekul menyerap cahaya
dari warna yang sama. Penyerapan cahaya dilakukan melalui eksitasi elektron
dalam molekul ke keadaan energi yang lebih tinggi, dan hal yang sama terjadi
pada molekul mana pun. Lebih lanjut, cahaya tersusun dari foton, paket-paket
energi, dan foton dengan energi yang salah sama sekali tidak dapat diserap....
Sebagaimana kenyataannya, terdapat kesesuaian yang sempurna antara sifat
fisika bintang dan molekul. Andaikan kesesuaian tersebut tidak terpenuhi,
tentu saja, tidak mungkin terdapat kehidupan.71

KESESUAIAN CAHAYA MATAHARI DAN KLOROFIL
Tumbuhan mampu melakukan fotosintesis karena
molekul klorofil dalam selnya sensitif terhadap cahaya matahari.
Namun klorofil hanya mampu menggunakan kisaran panjang gelombang
yang sangat terbatas, dan kisaran panjang gelombang tersebut adalah
yang diradiasikan matahari paling kuat. Yang lebih menarik adalah
kisaran ini hanya setara dengan 1/1025 dari keseluruhan spektrum
elektromagnetik.
Pada dua grafik di atas, kesesuaian yang luar
biasa antara cahaya matahari dengan klorofil dapat terlihat. Diagram
paling atas adalah diagram yang menunjukkan distribusi cahaya
yang dipancarkan oleh matahari. Diagram bawah adalah diagram yang
menunjukkan cahaya yang memungkinkan fotosintesis berlangsung.
Kenyataan bahwa kedua kurva ini hampir serupa menunjukkan bagaimana
sempurnanya rancangan pada cahaya tampak.
|
Secara singkat, yang dikatakan Greenstein adalah: Tidak ada
tumbuhan yang mampu melakukan fotosintesis kecuali dalam batas yang sangat
sempit dari panjang gelombang cahaya. Dan batasan tersebut persis dengan
cahaya yang diberikan oleh matahari.
Keharmonisan antara sifat fisika bintang dan molekul klorofil
yang dimaksud Greenstein adalah sebuah keharmonisan yang terlalu luar
biasa untuk dijelaskan sebagai kebetulan. Hanya terdapat satu peluang
dari 1025 kemungkinan bahwa matahari akan menyediakan jenis cahaya yang
penting bagi kita, dan harus terdapat molekul dalam dunia kita yang mampu
memanfaatkan cahaya itu. Keharmonisan sempurna ini merupakan bukti nyata
rancangan yang disengaja dan direncanakan.
Dengan kata lain, terdapat Pencipta tunggal, Pengatur cahaya
matahari dan molekul tumbuh-tumbuhan, yang telah menciptakan keduanya
dalam keharmonisan, sesuai dengan yang diungkapkan di dalam Al Quran:
"Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk
Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling Baik. Bertasbih kepada-Nya
yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa
lagi Mahabijaksana." (QS. Al Hasyr, 59: 24)
Cahaya pada Mata Anda
Kita telah mengamati bagaimana cahaya matahari yang hanya
terdiri dari tiga berkas sempit spektrum elektromagnetik sampai kepada
kita:
1. Cahaya inframerah, dengan panjang gelombang lebih panjang
daripada cahaya-tampak dan yang menjaga bumi tetap hangat.
2. Sejumlah kecil cahaya ultraviolet, dengan panjang gelombang
lebih pendek daripada cahaya tampak dan salah satu manfaatnya untuk pembentukan
vitamin D.
3. Cahaya tampak, yang memungkinkan penglihatan dan mendukung
tumbuhan berfotosintesis.
Keberadaan "cahaya tampak" penting untuk penglihatan biologis
di samping untuk proses fotosintesis. Alasannya adalah, tidak mungkin
bagi mata biologis untuk melihat pita spektrum mana pun di luar spektrum
cahaya-tampak dan sedikit inframerah-dekat.
Untuk menerangkan mengapa harus seperti
itu, pertama-tama kita perlu memahami bagaimana proses melihat terjadi.
Proses ini dimulai dari partikel cahaya yang disebut "foton" yang melalui
pupil mata, dan menimpa permukaan retina yang terletak di bagian belakang
mata. Retina mengandung sel yang sensitif terhadap cahaya. Sel tersebut
begitu sensitif sehingga setiap sel dapat mengenali sekalipun hanya sebuah
foton yang menimpa retina. Energi foton mengaktifkan "rhodopsin", suatu
molekul kompleks yang banyak terkandung dalam sel retina. Selanjutnya
rhodopsin mengaktifkan sel-sel lain, dan sel lain tersebut pada gilirannya
mengaktifkan sel yang lain lagi.72
Akhirnya arus listrik dibangkitkan dan diantarkan ke otak oleh syaraf
optik.
Persyaratan pertama agar sistem ini bekerja adalah sel retina
tersebut harus mampu mengenali foton ketika menimpanya. Agar terjadi,
foton harus membawa jumlah energi yang sesuai: Jika energi tersebut terlalu
banyak atau kurang, foton tidak akan mengaktifkan susunan rhodopsin. Mengubah
ukuran mata tidak ada pengaruhnya; yang penting adalah keserasian antara
ukuran sel dan panjang gelombang foton yang masuk.
Hanya sinar cahaya yang sesuai untuk penglihatan biologis yang memiliki
panjang gelombang yang jatuh dalam batas yang disebut "visible light."
Bagian yang luas dari energi yang dipancarakan oleh matahari jatuh
pada batas tersebut. |
Merancang mata organik yang dapat melihat bagian lain spektrum
elektromagnetik ternyata tidak mungkin di dalam dunia yang didominasi
oleh kehidupan yang berbasis karbon. Dalam Nature's Destiny, Michael Denton
membahas hal ini secara terperinci dan menyetujui bahwa mata organik hanya
dapat melihat dalam kisaran spektrum cahaya tampak. Sementara model mata
lain yang, secara teoritis, dapat dirancang, tidak ada satu pun yang dapat
melihat kisaran spektrum lain. Denton mengungkapkan alasannya:
Sinar UV, X, dan sinar Gamma terlalu
berenergi dan sangat merusak, sedangkan inframerah dan gelombang radio
terlalu lemah untuk dideteksi karena energi mereka untuk berinteraksi
dengan materi terlalu kecil.... Jadi akan jelas bahwa untuk beberapa alasan
berbeda, bagian tampak spektrum elektromagnetik merupakan bagian yang
sangat sesuai untuk penglihatan biologis, dan terutama untuk mata-kamera
vertebrata yang beresolusi tinggi dan yang memiliki rancangan dan bentuk
sangat mendekati mata manusia.73
Setelah jeda untuk memikirkan apa yang telah dijelaskan sejauh
ini, kita sampai pada kesimpulan ini: Matahari memancarkan energi dalam
pita sempit (begitu sempit, hanya selebar 1/1025 saja dari
keseluruhan spektrum elektromagnetik) yang telah dipilih secara hati-hati.
Begitu tepat pita ini disesuaikan sehingga menjaga dunia tetap hangat,
mendukung fungsi biologis bentuk-bentuk kehidupan yang kompleks, memungkinkan
fotosintesis, dan memungkinkan makhluk hidup di dunia ini untuk melihat.
Bintang yang Tepat, Planet yang Tepat,
dan Jarak yang Tepat
Dalam bab "planet Biru", kita membandingkan dunia kita dengan
planet-planet lain dalam tata surya, dan mendapati bahwa rentang suhu
yang penting untuk keberadaan kehidupan hanya terdapat di bumi. Alasan
utama untuk ini adalah bahwa jarak bumi dari matahari sangat tepat: planet-planet
luar seperti Mars, Jupiter, atau Pluto terlalu dingin sedangkan planet-planet
dalam Venus dan Merkurius terlalu panas.
Mereka yang menolak mengakui bahwa terdapat rancangan yang
disengaja pada jarak antara bumi dengan matahari berkilah sebagai berikut:
Alam semesta dipenuhi dengan bintang, beberapa di antara
bintang tersebut lebih besar daripada matahari dan beberapa di antaranya
lebih kecil. Bintang-bintang tersebut bisa saja mempunyai sistem planet
sendiri. Jika sebuah bintang lebih besar dari matahari, maka planet yang
ideal untuk kehidupan akan terletak lebih jauh dari jarak bumi dengan
matahari. Contohnya, sebuah planet dalam orbit sebuah raksasa-merah berjarak
sama dengan Pluto mungkin saja memiliki iklim seperti bumi kita. Planet
seperti itu akan sesuai untuk kehidupan seperti halnya bumi kita.
Pernyataan tersebut tidak berlaku karena justru mengabaikan
fakta bahwa bintang-bintang berbeda ukuran meradiasikan jenis energi yang
berbeda.
Faktor-faktor yang menentukan panjang gelombang energi yang
diradiasikan oleh bintang adalah ukuran dan suhu permukaannya (faktor
suhu permukaan secara langsung berhubungan dengan ukuran). Misalnya,
matahari meradiasikan cahaya ultraviolet-dekat, cahaya tampak, dan inframerah-dekat
karena suhu permukaannya sekitar 6.000oC. Andaikan matahari sedikit lebih
besar, suhu permukaannya akan lebih besar; dan jika demikian, tingkat
energi radiasi matahari juga akan lebih besar dan matahari akan jauh lebih
banyak meradiasikan sinar ultraviolet yang merusak daripada sekarang ini.
Ini menunjukkan bahwa untuk meradiasikan cahaya yang akan
mendukung kehidupan, bintang mana pun harus memiliki ukuran yang dekat
dengan matahari kita. Namun, kalaupun dalam orbit bintang-bintang seperti
itu terdapat planet-planet yang mendukung kehidupan, planet-planet tersebut
harus terletak pada jarak yang tidak berbeda dengan jarak bumi dan matahari.
Dengan kata lain, raksasa merah, raksasa biru, atau bintang
apa pun yang berbeda ukuran dengan matahari, tidak mempunyai planet yang
dapat menampung kehidupan. Sumber energi yang mampu menunjang kehidupan
hanya bintang seperti matahari kita. Satu-satunya jarak planet yang sesuai
untuk kehidupan hanya jarak antara bumi dengan matahari.
Terdapat cara lain untuk mengungkapkan kebenaran ini: Matahari
dan bumi diciptakan sesuai dengan seharusnya. Dan sesungguhnya, dalam
Al Quran diungkapkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu berdasarkan
perhitungan yang teliti:
"Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat,
dan (manjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan
Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.' (QS. Al An'aam, 6: 96)
Keserasian Cahaya dan Atmosfer
Sejak awal bab ini, telah kita bahas radiasi yang dipancarkan
matahari dan bagaimana matahari dirancang secara khusus untuk mendukung
kehidupan. Masih terdapat faktor penting lain yang belum kita singgung:
Agar radiasi ini mampu mencapai permukaan bumi, radiasi harus melewati
atmosfer.
Matahari
kita mempunyai temperatur permukaan sekitar 6.000oC. Andaikan temperatur
permukaan sedikit lebih besar atau kecil, cahaya yang dihasilkan tidak
akan mampu mendukung kehidupan. |
Sinar matahari tentu saja tidak memberikan manfaat jika atmosfer
tidak membiarkannya menembus. Namun ini terjadi; bahkan, atmosfer kita
dirancang khusus agar mudah tembus bagi radiasi yang menguntungkan ini.
Yang menarik bukan bagaimana atmosfer memungkinkan cahaya
matahari yang menguntungkan melewatinya, melainkan kenyataan bahwa hanya
cahaya matahari yang dibiarkan tembus. Atmosfer membiarkan masuk cahaya
tampak dan inframerah-dekat yang penting bagi kehidupan namun menahan
radiasi lain yang mematikan. Akibatnya, atmosfer menjadi penyaring penting
terhadap radiasi kosmik yang mencapai bumi dari matahari dan sumber lain.
Denton menyatakan:
Gas-gas dalam atmosfer itu sendiri menyerap
radiasi elektromagnetik selain cahaya tampak dan inframerah-dekat....
Dari seluruh radiasi elektro-magnetik, dari gelombang radio hingga sinar
gamma, satu-satunya bagian spektrum yang diperbolehkan melewati atmosfer
merupakan berkas yang sangat sempit yang mencakup cahaya tampak dan inframerah-dekat.
Nyaris tidak terdapat radiasi gamma, X, ultraviolet, inframerah-jauh,
dan gelombang mikro yang mencapai permukaan bumi.74
Tidak mungkin mengabaikan keahlian rancangan ini. Matahari
memancarkan hanya 1/1025 dari keseluruhan selang radiasi elektromagnetik
yang mungkin dipancarkan, yang kebetulan merupakan kisaran yang sesuai
hanya untuk kita, dan radiasi itulah yang dibiarkan lewat oleh atmosfer!
Sampai di sini juga perlu dijelaskan bahwa hampir semua ultraviolet-dekat
yang dipancarkan matahari terperangkap lapisan ozon atmosfer.
Meskipun
menghalangi semua bentuk radiasi lainnya, air membiarkan cahaya-tampak
menembus bermeter-meter kedalamannya. Akibatnya, tumbuh-tumbuhan di
dalam laut mampu melakukan fotosintesis. Andaikan air tidak memiliki
sifat ini, keseimbangan ekologi yang penting bagi kehidupan di planet
kita tidak dapat terjadi. |
Satu hal lagi yang membuat radiasi elektromagnetik ini bahkan
lebih menarik adalah, seperti halnya udara, air juga memiliki keter-tembusan
yang sangat khusus: Satu-satunya radiasi yang mampu menyebar melalui
air adalah bagian cahaya tampak. Bahkan radiasi infra-merah-dekat, yang
menembus atmosfer (dan yang menyediakan panas), menembus hanya beberapa
milimeter ke dalam air. Karena itulah, hanya beberapa milimeter permukaan
lautan yang dipanaskan oleh radiasi dari matahari. Panas ini secara bertahap
dibawa ke kedalaman dan sebagai hasilnya, pada kedalaman tertentu, temperatur
air laut hampir sama di seluruh dunia. Tentu saja ini menciptakan lingkungan
yang sangat sesuai bagi kehidupan.
Hal lain yang menarik tentang air adalah bahwa warna yang
berbeda dari cahaya tampak mampu menembus jarak yang berbeda dalam air.
Lebih dari delapan belas meter, misalnya, cahaya merah tidak mampu menembus,
sedangkan cahaya kuning mampu mencapai kedalaman seratus meter. Di lain
pihak, cahaya biru dan hijau menembus sampai 240 meter. Ini merupakan
rancangan yang sangat penting karena cahaya yang justru sangat penting
bagi proses fotosintesis adalah cahaya biru dan hijau. Karena air memungkinkan
warna-warna ini menembus lebih dalam daripada cahaya lain, tumbuh-tumbuhan
yang berfotosintesis dapat hidup sampai 240 meter di bawah permukaan.
Ini semua merupakan fakta yang paling penting. Hukum fisika
apa pun yang berhubungan dengan cahaya yang kita amati, kita mendapati
bahwa segala sesuatunya telah diatur dengan tepat agar kehidupan dapat
terwujud. Mengomentari situasi ini, Encyclopedia Britannica mengakui
betapa luar biasanya semua itu:
Ketika memikirkan pentingnya cahaya-tampak
dari matahari bagi semua aspek kehidupan di bumi, tak pelak seseorang
akan dicengangkan oleh celah yang begitu sempit pada penyerapan atmosfer
dan pada spektrum penyerapan air.75
Kesimpulan
Filosofi materialis dan Darwinisme, yang bersumber pada
materialisme, keduanya menganggap bahwa kehidupan manusia muncul di alam
semesta hanya kebetulan dan bahwa "kebetulan" tersebut tanpa disertai
tujuan apa pun. Namun pengetahuan yang dicapai melalui kemajuan ilmu alam
menunjukkan bahwa dalam setiap detail alam semesta, terdapat rancangan
dan perencanaan dengan tujuan akhir kehidupan manusia. Rancangan yang
demikian "tepat", sehingga bahkan satu unsur seperti cahaya, yang mungkin
tidak pernah kita pikirkan sebelumnya, pasti akan menimbulkan ketakjuban.
Menyatakan dan menjelaskan rancangan seteliti itu sebagai
suatu kebetulan tidaklah masuk akal. Kenyataan bahwa semua radiasi matahari
termampatkan pada pita spektrum sempit, hanya 1/1025 dari total spektrum
elektromagnetik, kenyataan bahwa cahaya yang penting bagi kehidupan tepat
berada dalam pita spektrum sempit tersebut, kenyataan bahwa atmosfer
menghalangi panjang gelombang radiasi yang lain dan melewatkan hanya panjang
gelombang pada bagian tersebut, kenyataan bahwa air juga menghalangi
semua bentuk radiasi yang mematikan lainnya dan hanya melewatkan cahaya-tampak:
Mungkinkah semua itu benar-benar kebetulan? Kesesuaian luar biasa seperti
ini dapat dijelaskan bukan dengan kebetulan, namun dengan rancangan yang
disengaja. Ini pada gilirannya menunjukkan kepada kita bahwa seluruh alam
semesta beserta seluruh detailnya-termasuk sinar matahari yang memungkinkan
kita melihat dan menjaga kita tetap hangat secara khusus telah diciptakan
dan diperuntukkan bagi kita untuk hidup.
Kesimpulan yang dicapai oleh sains merupakan sebuah kebenaran
yang telah diajarkan dalam Al Quran selama empat belas abad kepada umat
manusia. Ilmu alam menunjukkan bahwa cahaya matahari telah diciptakan
untuk kita, dengan kata lain, cahaya matahari telah diciptakan untuk "melayani
kita". Dalam Al Quran difirmankan bahwa: "Matahari dan bulan (beredar)
menurut perhitungan." (QS. Ar-Rahmaan, 55: 5). Dalam ayat lain
disebutkan:
"Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan
menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air
hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu.... Dan Dia telah
menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar
(dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia
telah memberimu (keperluanmu) dari segala yang kamu mohonkan kepada-Nya.
Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya.
Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat
Allah)." (QS Ibrahim, 14: 32-34)
|