|
RANCANGAN PADA AIR
Hal
ini, seperti kebanyakan argumen ateis lainnya, berasal dari Kebutaan mendalam
akan Filsafat Alamiah; karena andaikan laut hanya ada separo dari kuantitasnya
sekarang, maka hanya ada separo juga Kuantitas Uap, dan akibatnya, kita
hanya mempunyai Sungai separo dari jumlahnya yang sekarang untuk menyuplai
semua daratan kering yang kita miliki sekarang, dan separo pula untuk
kuantitas air yang akan diuapkan, serta panas yang menguapkannya.
(John Ray, Naturalis Inggris abad ke-18) 76
Sebagian besar planet kita diselimuti air. Samudra dan laut
menempati tiga perempat bagian permukaan bumi, sementara pada daratannya
sendiri terdapat sungai dan danau yang tidak terhitung jumlahnya. Salju
dan es di puncak gunung-gunung tinggi adalah air dalam bentuk bekunya.
Sejumlah besar air bumi berada di langit: Setiap awan mengandung ribuan terkadang
jutaan-ton air dalam betuk uap. Dari waktu ke waktu, sebagian uap air
ini berubah menjadi tetesan dan jatuh ke tanah: dengan kata lain, turun
hujan. Bahkan udara yang Anda hirup sekarang mengandung sejumlah uap air.
Singkatnya, belahan mana pun dari permukaan bumi yang Anda
lihat, Anda pasti akan melihat air di suatu tempat. Bahkan, ruangan tempat
Anda duduk pada saat ini barangkali mengandung sekitar empat puluh sampai
lima puluh liter air. Lihatlah ke sekeliling. Anda tidak bisa melihatnya?
Lihat lagi, lebih cermat, kali ini dengan mengalihkan mata Anda dari tulisan
ini dan amatilah tangan, lengan, kaki, serta tubuh Anda. Andalah 40-50
liter air itu!
Andalah, karena sekitar 70% tubuh manusia adalah air. Sel
tubuh Anda mengandung pelbagai macam zat tetapi tak ada yang sebanyak
atau sepenting air. Bagian terbesar dari darah yang beredar di setiap
tempat dalam tubuh Anda tentu saja air. Tetapi ini tidak hanya berlaku
bagi Anda sendiri atau orang lain: sebagian besar tubuh semua makhluk
hidup adalah air. Tanpa air, tampaknya kehidupan tidak mungkin ada.
Air adalah zat yang dirancang secara khusus untuk menjadi
dasar kehidupan. Setiap sifat fisik dan kimianya khusus diciptakan untuk
kehidupan.
Kesesuaian Air
Ahli biokimia, A. E. Needham, dalam bukunya The Uniqueness
of Biological Materials, menunjukkan betapa pentingnya cairan bagi pembentukan
kehidupan. Jika hukum alam semesta memungkinkan keberadaan zat padat atau
gas saja, maka tidak akan pernah ada kehidupan. Alasannya adalah bahwa
atom-atom zat padat berikatan terlalu rapat dan terlalu statis dan sama
sekali tidak memungkinkan proses molekuler dinamis yang penting bagi terjadinya
kehidupan. Sebaliknya, dalam gas, atom-atom bergerak bebas dan acak: Mekanisme
kompleks bentuk kehidupan tidak mungkin berfungsi dalam struktur seperti
itu.
Singkatnya,
lingkungan cair mutlak dibutuhkan dalam proses-proses pembentukan kehidupan.
Yang paling ideal dari semua cairan atau tepatnya, satu-satunya cairan
ideal untuk tujuan ini adalah air.
Kenyataan bahwa air memiliki sifat-sifat yang sangat sesuai
untuk kehidupan menarik perhatian ilmuwan sejak dulu. Namun, usaha pertama
untuk menyelidikinya secara terperinci adalah Astronomy and General
Physics Considered with Reference to Natural Theology, sebuah buku
yang ditulis oleh naturalis Inggris, William Whewell, yang diterbitkan
pada tahun 1832. Whewell telah menguji sifat termal air dan mencermati
bahwa beberapa di antaranya tampak melanggar hukum alam yang diyakini.
Kesimpulan yang ditariknya dari pengujian ini adalah bahwa ketidakkonsistenan
ini harus dianggap sebagai bukti bahwa zat ini telah diciptakan khusus
demi keberadaan kehidupan.
Analisis paling komprehensif tentang kesesuaian air bagi
kehidupan muncul dari Lawrence Henderson, seorang profesor dari Departemen
Kimia Biologi Universitas Harvard, sekitar satu abad setelah buku Whe-well.
Dalam bukunya, The Fitness of the Environment, yang sebagian
orang kemudian menyebutnya "Karya ilmiah paling penting pada perempat
pertama abad ke-20", Henderson sampai pada kesimpulan mengenai lingkungan
alam dunia kita, sebagai berikut:
Kesesuaian... (dari senyawa-senyawa
ini menghasilkan) serangkaian sifat yang sangat atau hampir unik pada
air, karbon dioksida, senyawa-senyawa karbon, hidrogen, dan oksigen, serta
lautan-sangat banyak, sangat bervariasi, sangat lengkap di antara semua
yang diamati dalam permasalahan ini, sehingga bersama-sama mereka membentuk
kesesuaian yang tentu saja paling mungkin. 77
Sifat Panas Air yang Luar Biasa
Salah satu pokok bahasan dalam buku Henderson adalah sifat
termal air. Henderson menjelaskan bahwa ada lima macam sifat termal air
yang tidak biasa:
1) Semua zat padat yang dikenal akan menyusut jika semakin
dingin. Ini juga terjadi pada semua zat cair yang dikenal: Ketika suhunya
menurun, zat cair ini kehilangan volume. Ketika volume berkurang, kekerapan
meningkat sehingga bagian yang lebih dingin dari zat cair itu menjadi
lebih berat. Ini sebabnya volume bentuk padat suatu zat lebih besar dari-pada
bentuk cairnya. Ada satu kasus di mana "hukum" ini dilanggar: air. Seperti
zat cair lain, volume air menyusut ketika suhunya turun, namun ini berlaku
hanya sampai pada suhu tertentu (4oC) dan seterusnya- tidak seperti semua
zat cair lainnya yang diketahui air tiba-tiba mengembang dan ketika akhirnya
air membeku, air semakin mengembang. Sebagai akibatnya, "air padat" lebih
ringan daripada "air cair". Menurut hukum fisika normal, air padat, yang
disebut es, seharusnya lebih berat daripada air cair, dan seharusnya
tenggelam ketika menjadi es; namun ternyata, es mengapung.
2) Ketika es mencair atau air menguap, es
atau air menyerap panas dari lingkungannya. Ketika transisi tersebut dibalik
(yaitu ketika air membeku atau uap mengembun, panas dilepaskan. Dalam
fisika istilah "panas laten (latent heat)" digunakan untuk menggambarkan
panas yang dilepaskan tersebut. 78
Semua zat cair mempunyai panas laten seperti itu namun air termasuk di
antara zat cair yang mempunyai panas laten tertinggi. Pada suhu "normal",
satu-satunya zat cair dengan panas laten lebih tinggi dari air ketika
membeku adalah amonia. Di sisi lain, dalam kaitannya dengan sifat panas
laten pada pengembunan, tidak ada zat cair yang bisa mengimbangi air.
3) "Kapasitas termal" air, yaitu jumlah panas yang diperlukan
untuk meningkatkan suhu air per satu derajat, lebih tinggi dari kebanyakan
zat cair lainnya.
4) Daya hantar panas air, kemampuannya untuk menghantarkan
panas, paling tidak empat kali lebih besar daripada zat cair lainnya.
5) Sebaliknya, daya hantar panas es dan salju rendah.
Sampai di sini Anda mungkin bertanya-tanya, apa gunanya
kelima sifat fisik yang tampak begitu teknis ini. Ternyata, setiap sifat
itu sangat penting karena kehidupan secara umum dan kehidupan diri kita
dimungkinkan di dunia ini terutama karena kelima sifat tersebut demikian
adanya.
Sekarang mari kita cermati satu per satu.
Efek Pembekuan "Dari Atas ke Bawah"
Zat cair lain membeku dari bawah ke atas; air membeku dari
atas ke bawah. Ini merupakan sifat pertama yang tidak biasa dari air,
dan ini sangat penting untuk keberadaan air di permukaan bumi. Kalau air
tidak bersifat demikian, artinya es tidak mengapung, sebagian besar air
planet kita akan terperangkap dalam es dan kehidupan tidak mungkin ada
di laut, danau, kolam, dan sungai.

Tidak seperti zat cair lain, air mengembang ketika membeku. Karena
itulah, es mengambang di air. |
Mari kita cermati secara terperinci mengapa demikian. Banyak
tempat di dunia ini di mana suhu turun di bawah 0oC pada musim
dingin, sering bahkan lebih rendah lagi. Suhu sedingin itu tentu saja
akan mempengaruhi air di laut, danau, dsb. Air semakin dingin dan bagian-bagiannya
mulai membeku. Jika es tidak berperilaku seperti sekarang ini (atau tidak
mengambang), es akan tenggelam ke dasar sementara bagian air yang lebih
hangat akan naik ke permukaan dan terkena udara.
Tetapi suhu udara itu masih membekukan sehingga bagian air
ini akan membeku juga dan tenggelam. Proses ini akan berlanjut sampai
tidak tersisa air cair sama sekali. Namun bukan itu yang terjadi. Melainkan
sebaliknya: Ketika air semakin dingin, air menjadi lebih berat sampai
suhunya mencapai 4oC, pada titik ini segala sesuatunya tiba-tiba berubah.
Setelah itu, air mulai mengembang dan menjadi lebih ringan seiring menurunnya
suhu. Akibatnya, air bersuhu 4oC tetap di bawah, air bersuhu 3oC berada
di atasnya, air bersuhu 2oC berada di atasnya lagi dan seterusnya. Pada
permukaan sajalah suhu air benar-benar mencapai 0oC dan di situ air membeku.
Namun hanya permukaan yang membeku: Lapisan air bersuhu 4oC di bawah es
tetap cair dan itu cukup bagi makhluk hidup dan tanaman bawah air untuk
terus hidup.

Karena air membeku dari atas ke bawah, samudra dunia tetap cair meskipun
mungkin ada lapisan es di permukaan. Jika air tidak memiliki sifat
“luar biasa” ini, hampir semua air di dunia membeku dan
kehidupan di dalam laut tidak akan mungkin. |
(Perlu dijelaskan di sini bahwa sifat kelima air-daya hantar
panas es dan salju yang rendah-juga penting dalam proses ini. Karena es
dan salju merupakan penghantar panas yang buruk, lapisan es dan salju
mencegah panas pada air bagian bawah terlepas ke atmosfer. Akibatnya,
kalaupun suhu udara mencapai -50oOC, tebal lapisan es laut
tidak akan pernah lebih dari satu atau dua meter dan akan terdapat banyak
retakan di dalamnya. Makhluk seperti anjing laut dan pinguin yang hidup
di daerah kutub dapat mengambil keuntungan dari keadaan ini untuk mencapai
air di bawah es.)
Sekali lagi, mari kita memikirkan apa yang akan terjadi jika
air tidak berperilaku seperti itu dan sebaliknya berperilaku "normal".
Misalkan air menjadi semakin berat ketika suhu semakin rendah, seperti
zat cair lainnya, dan es tenggelam. Lantas bagaimana?
Dalam kasus seperti itu, proses pembekuan di samudra dan
laut akan dimulai dari bawah dan berlanjut ke semua bagian di atas, karena
tidak ada lapisan es di permukaan yang mencegah sisa panas terlepas. Dengan
kata lain, sebagian besar danau, laut dan samudra bumi akan menjadi es
padat dengan lapisan air, barangkali sedalam beberapa meter di atasnya.
Bahkan ketika suhu udara meningkat, es di dasar tidak akan pernah mencair
sepenuhnya. Dalam laut seperti itu, tidak akan terdapat kehidupan, dan
dalam sistem ekologi dengan laut mati, kehidupan di daratan juga menjadi
tidak mungkin. Dengan kata lain, jika air tidak "menyimpang" dan berperilaku
normal, planet kita akan menjadi dunia yang mati.
Mengapa air tidak berperilaku normal? Mengapa air tiba-tiba
mulai mengembang pada suhu 4oC, setelah menyusut sebagaimana mestinya?
Itu adalah pertanyaan yang tak seorang pun mampu menjawabnya.
Keringat dan Penyejukan
Sifat air kedua dan ketiga yang disebutkan di atas-panas
laten yang tinggi dan kapasitas termal yang lebih besar dari zat cair
lain-juga sangat penting bagi kita. Kedua sifat tersebut merupakan kunci
untuk fungsi tubuh yang penting namun jarang kita pikirkan manfaatnya.
Fungsi itu adalah berkeringat.
Benar, apa gunanya berkeringat?

Sifat termal air memungkinkan kita membuang panas berlebihan dari
tubuh dengan cara berkeringat. |
Untuk memahaminya, Anda harus mendapatkan sedikit latar belakang.
Semua mamalia memiliki suhu tubuh relatif sama. Meskipun bervariasi, itu
tidak terlalu mencolok dan suhu tubuh mamalia berkisar antara 35o-
40oC. Suhu tubuh manusia sekitar 37oC dalam kondisi
normal. Ini merupakan suhu kritis dan mutlak harus dijaga agar tetap konstan.
Jika suhu tubuh Anda menurun hanya beberapa derajat, banyak fungsi vital
tubuh akan gagal. Jika suhu tubuh meningkat meskipun hanya beberapa derajat,
seperti yang terjadi ketika kita sakit, pengaruhnya bisa membahayakan.
Suhu tubuh yang bertahan di atas 40oC dapat membawa kematian.
Singkatnya, suhu tubuh kita memiliki keseimbangan yang sangat
kritis dan tidak memungkinkan variasi.
Akan tetapi, tubuh kita memiliki masalah serius: tubuh aktif
setiap saat. Semua gerak fisik, seperti halnya gerak mesin, memerlukan
produksi energi untuk tetap aktif. Namun kapan saja energi dihasilkan,
panas selalu dikeluarkan sebagai produk sampingan. Anda bisa melihatnya
dengan mudah untuk diri sendiri. Letakkan buku ini, dan lari sepuluh kilometer
di bawah terik matahari dan lihat betapa panasnya tubuh Anda.
Tetapi kenyataannya, jika Anda memikirkannya, Anda akan menyadari
bahwa Anda sama sekali tidak menjadi sepanas yang seharusnya. .
Satuan panas adalah kalori. Orang normal yang berlari 10
kilometer dalam satu jam akan menghasilkan sekitar 1.000 kalori panas.
Panas itu harus dilepaskan dari tubuh. Jika tidak, Anda akan pingsan sampai
koma sebelum Anda menyelesaikan kilometer pertama.
Namun bahaya tersebut dihindari oleh sifat ketiga air.
Yang pertama adalah kapasitas termal air. Artinya, untuk
meningkatkan suhu air, diperlukan panas yang tinggi. Tubuh kita terdiri
atas 70% air, tetapi berkat kapasitas termalnya, air itu tidak menjadi
panas dengan cepat. Bayangkan sebuah gerakan yang meningkatkan panas tubuh
sebesar 10oC. Jika tubuh kita mengandung alkohol alih-alih air, gerakan
yang sama akan meningkatkan suhu tubuh 20oC, dan untuk zat lain dengan
kapasitas termal lebih rendah, keadaan bahkan akan lebih buruk: menaikkan
50oC untuk garam, 100oC untuk besi, dan 300oC untuk timbal. Kapasitas
termal air yang tinggi lah yang mencegah terjadinya perubahan panas sebesar
itu.
Namun, bahkan kenaikan 10oC akan fatal, seperti telah disebutkan
di atas. Untuk mencegahnya, sifat kedua air-panas laten-berperan di sini.
Untuk menjaga tubuh tetap sejuk terhadap panas yang dihasilkan,
tubuh menggunakan mekanisme keringat. Ketika kita berkeringat, air menyebar
di permukaan kulit dan dengan cepat menguap. Tetapi karena panas laten
air sangat besar, penguapan itu membutuhkan panas yang besar pula. Panas
tersebut tentu saja diambil dari tubuh sehingga kita tetap sejuk. Proses
penyejukan ini begitu efektif sehingga terkadang menyebabkan kita merasa
kedinginan meskipun cuaca agak panas.
Karena itulah, seseorang yang telah berlari sejauh sepuluh
kilometer akan berkurang suhu tubuhnya sampai 6oC sebagai akibat penguapan
air satu liter saja. Semakin banyak energi yang dikeluarkannya, semakin
meningkat suhu tubuhnya, namun pada saat yang sama, semakin banyak dia
berkeringat dan menjadi sejuk. Di antara faktor-faktor yang membuat sistem
pengatur panas tubuh bekerja seluar biasa ini, yang utama adalah sifat
termal air. Tidak ada zat cair lain akan menyediakan sistem pengeluaran
keringat seefesien air. Contohnya, jika alkohol menggantikan air, pengurangan
panas hanya sebesar 2,2oC; bahkan pada amonia, hanya sebesar 3,6oC.
Terdapat aspek penting lain dalam hal ini. Jika panas yang
dilepaskan dalam tubuh tidak dibawa ke permukaan, yaitu ke kulit, baik
kedua sifat air maupun proses pengeluaran keringat tidak akan berguna.
Karena itulah struktur tubuh juga harus menjadi penghantar panas yang
baik. Pada poin inilah, satu lagi sifat penting air berperan: Tidak seperti
zat cair lainnya, air memiliki kapasitas sangat tinggi untuk konduktivitas
termal, yaitu kemampuan menghantarkan panas. Karena alasan ini, tubuh
membawa panas yang dihasilkan di dalamnya ke kulit. (Saluran darah dekat
kulit melebar untuk tujuan ini dan itulah sebabnya kita memerah ketika
terlalu panas.) Jika konduktivitas termal air berkurang separo atau sepertiganya,
laju penghantaran panas ke kulit akan jauh lebih lambat, dan ini akan
membuat bentuk kehidupan kompleks seperti mamalia tidak mungkin hidup.
Semua itu menunjukkan bahwa tiga sifat termal air yang sangat
berbeda bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama: mendinginkan tubuh
makhluk hidup yang kompleks seperti manusia. Air adalah zat cair yang
dirancang khusus untuk tugas ini.
Sebuah Dunia Bersuhu Sedang
Kelima macam sifat termal air yang disebutkan dalam buku
Henderson, The Fitness of Environment, juga memainkan peran penting dalam
menghasilkan iklim yang ramah dan seimbang yang dimiliki bumi.
Panas laten dan kapasitas termal air yang lebih besar dibandingkan
zat cair lainnya adalah penyebab air memanas dan mendingin lebih lambat
daripada daratan. Pada daratan, perbedaan suhu antara tempat terpanas
dan terdingin dapat mencapai 140oC: di laut, perbedaan tersebut paling
banyak berkisar antara 15o-20oC. Situasi serupa
terdapat dalam perbedaan suhu di malam dan siang hari: pada lingkungan
gersang di daratan, perbedaan suhu bisa mencapai 20o-30oC;
di laut, perbedaannya tidak pernah lebih dari beberapa derajat. Dan tidak
hanya laut yang dipengaruhi seperti ini: Uap air di atmosfer juga merupakan
agen keseimbangan yang besar. Salah satu akibatnya adalah di daerah gurun
di mana uap air sangat sedikit, perbedaan antara suhu siang dan malam
hari sangat ekstrem sedangkan daerah di mana iklim laut dominan, perbedaan
tersebut lebih kecil.

Volume air yang sangat besar dalam lautan di bumi menjaga temperatur
planet ini tetap seimbang. Itulah sebabnya, perbedaan temperatur antara
siang dan malam sangat kecil di daerah dekat laut, terutama di sepanjang
pantai. Di daerah gurun jauh dari laut, perbedaan temperatur antara
siang dan malam bisa setinggi 40oC. |
Berkat sifat-sifat termal air yang unik, perbedaan suhu antara
musim panas dan musim dingin atau antara malam dan siang yang selalu konstan
dalam batasan-batasan tertentu sehingga manusia dan bentuk kehidupan lainnya
dapat bertahan hidup. Jika permukaan dunia kita memiliki air lebih sedikit
daripada daratan, perbedaan suhu antara malam dan siang akan jauh lebih
besar, bidang daratan yang luas akan menjadi gurun, dan kehidupan tidak
mungkin ada, atau setidaknya, jauh lebih sulit. Demikian pula, jika sifat
termal air tidak seperti sekarang ini, hasilnya adalah sebuah planet yang
sangat tidak sesuai untuk kehidupan.
Disimpulkan, sifat ini mempunyai tiga keutamaan.
Pertama, sifat ini dengan kuat menyeragamkan dan membatasi suhu bumi;
kedua, sifat ini memungkinkan pengaturan suhu yang sangat efektif pada
organisme hidup; dan ketiga, sifat ini mendukung siklus meteorologis.
Semua pengaruh tersebut benar-benar maksimum, karena tidak ada zat lain
dapat dibandingkan dengan air dalam hal ini. 79
Tekanan Permukaan yang Tinggi
Sifat-sifat air yang telah kita bahas sampai sekarang adalah
sifat termal: yaitu sifat-sifat yang berkaitan dengan panas. Air juga
memiliki sejumlah sifat fisik yang ternyata juga sangat tepat bagi kehidupan.
Salah satunya adalah tegangan permukaan air yang sangat
tinggi. "Tegangan permukaan" didefinisikan sebagai sebuah perilaku permukaan-bebas
dari zat cair untuk menyerupai kulit elastis di bawah pengaruh tegangan.
Perilaku ini disebabkan oleh gaya tarik antara molekul-molekul dalam permukaan
zat cair.
Contoh terbaik pengaruh tegangan permukaan dapat dilihat
pada air. Bahkan tegangan permukaan air sangat tinggi sehingga menyebabkan
beberapa fenomena fisik yang aneh terjadi. Sebuah cangkir dapat menampung
sejumlah air yang sedikit lebih tinggi daripada tinggi cangkir itu sendiri
tanpa tumpah. Jarum besi yang secara hati-hati diletakkan di atas permukaan
air yang tidak bergerak akan mengambang.

Tanaman dirancang untuk memanfaatkan tegangan permukaan air yang
tinggi. Berkat sifat ini, air dapat naik bermeter-meter bahkan sampai
ke dedaunan di puncak pepohonan di hutan. |
Tegangan permukaan air jauh lebih tinggi daripada tegangan
permukaan zat cair lain. Beberapa konsekuensi biologis dari sifat ini
sangat penting dan ini tampak jelas terutama pada tanaman.
Pernahkan Anda bertanya-tanya bagaimana tanaman mampu membawa
air dari kedalaman tanah bermeter-meter ke atas tanpa pompa, otot, atau
semacamnya? Jawaban untuk teka-teki ini adalah tegangan permukaan. Saluran
dalam akar dan batang tanaman dirancang untuk memanfaatkan tegangan permukaan
air yang tinggi. Saluran-saluran ini semakin tinggi semakin mengecil dan
menyebabkan air "merayap ke atas" dengan sendirinya.
Yang memungkinkan rancangan sempurna ini adalah tegangan
permukaan air yang tinggi. Jika tegangan permukaan air sama rendahnya
dengan tegangan pada kebanyakan zat cair lainnya, secara fisiologi tidak
mungkin bagi tanaman besar seperti pohon-pohonan untuk hidup di tanah
kering.
Konsekuensi penting lain dari tingginya tegangan permukaan
air adalah peretakan batu. Karena tegangan permukaannya, air bisa menembus
ke celah-celah terdalam melalui retakan-retakan terkecil di mana air membeku
ketika suhu turun di bawah nol. Seperti kita ketahui, air mempunyai sifat
tidak normal dengan mengembang ketika membeku. Pengembangan ini menimbulkan
tekanan di dalam batu yang akhirnya menyebabkan batu pecah. Proses ini
sangat penting karena melepaskan mineral yang terperangkap dalam batu
ke dalam lingkungan dan juga membantu formasi tanah.
Sifat-Sifat Kimia Air
Di samping sifat-sifat fisiknya, sifat-sifat kimia air juga
sangat sesuai untuk kehidupan. Di antara sifat-sifat kimia air, yang terutama
adalah bahwa air merupakan pelarut yang baik: Hampir semua zat kimia bisa
dilarutkan dalam air.
Konsekuensi yang sangat penting dari sifat kimia ini adalah
mineral-mineral dan zat-zat yang berguna yang terkandung tanah terlarut
dalam air dan dibawa ke laut oleh sungai. Diperkirakan lima milyar ton
zat dibawa ke sungai setiap tahun. Zat-zat tersebut penting bagi kehidupan
laut.
Air juga mempercepat (mengkatalisis) hampir
semua reaksi kimia yang diketahui. Sifat kimia air yang penting lainnya
adalah reaktivitas kimianya ada pada tingkat yang ideal. Air tidak terlalu
reaktif yang membuatnya berpotensi merusak (seperti asam sulfat) dan
tidak juga terlalu lamban (seperti argon yang tidak bereaksi kimia). Mengutip
Michael Denton: "Tampaknya, seperti semua sifatnya yang lain, reaktivitas
air ideal baik bagi peran biologis maupun geologisnya." 80
Detail lain tentang kesesuaian sifat-sifat kimia air untuk
kehidupan selalu terungkap ketika para peneliti menyelidiki zat tersebut
lebih jauh. Harold Morowitz, seorang profesor biofisika dari Universitas
Yale, menyatakan:
Beberapa tahun ke belakang telah
menyaksikan studi yang berkembang tentang sebuah sifat air yang baru dipahami
(yaitu, konduktansi proton) yang ternyata hampir unik bagi zat tersebut,
merupakan unsur kunci transfer energi biologis, dan tentu saja penting
bagi asal usul kehidupan. Semakin dalam dipelajari, semakin terkesan sebagian
dari kami dengan kesesuaian alam dalam bentuk yang begitu tepat..... 81
Viskositas Ideal Air
Setiap kali kita memikirkan zat cair, bayangan yang terbentuk
dalam pikiran kita adalah zat yang sangat cair. Kenyataannya, zat cair
yang berbeda memiliki tingkat viskositas (kekentalan) yang berbeda: Kekentalan
ter/aspal, gliserin, minyak zaitun, dan asam sulfat, misalnya, sangat
bervariasi. Dan jika kita bandingkan zat-zat cair tersebut dengan air,
perbedaannya menjadi lebih jelas. Air 10 juta kali lebih cair daripada
aspal, 1.000 kali lebih cair daripada gliserin, 100 kali lebih cair daripada
minyak zaitun, dan 25 kali lebih cair daripada asam sulfat.
Seperti yang ditunjukkan oleh perbandingan singkat itu,
air memiliki tingkat viskositas yang sangat rendah. Bahkan, jika kita
mengabaikan beberapa zat seperti eter dan hidrogen cair, air ternyata
berviskositas lebih kecil dari apa pun kecuali gas.

Kekentalan air yang rendah sangat penting bagi kita. Jika air sedikit
saja lebih kental, tidak akan mungkin darah dialirkan ke seluruh tubuh
melalui sistem kapiler. Sebagai contoh, sistem pembuluh darah hati
tubuh kita yang rumit (kiri) tidak akan pernah ada. |
Apakah kekentalan air yang rendah menguntungkan bagi kita?
Akan berbedakah keadaan jika zat cair vital ini memiliki kekentalan lebih
besar atau lebih kecil? Michael Denton menjawabnya untuk kita:
Kesesuaian air akan berkurang jika kekentalan air lebih
rendah. Struktur sistem kehidupan akan bergerak jauh lebih acak di bawah
pengaruh gaya-gaya deformasi jika kekentalan air sama rendahnya dengan
hidrogen cair.... Jika kekentalan air sangat lebih rendah, struktur yang
rawan akan mudah dikacaukan... dan air tidak akan mungkin mendukung struktur
mikroskopik rumit yang permanen. Arsitektur molekular sel yang rawan mungkin
tidak akan bertahan.
Jika kekentalan lebih tinggi, gerak
terkontrol makromolekul yang besar dan terutama struktur seperti mitokondria
dan organel-organel kecil tidak akan mungkin, demikian pula proses-proses
seperti pembelahan sel. Semua aktivitas penting sel akan membeku dengan
efektif, dan jenis-jenis kehidupan seluler yang jauh menyerupai yang biasa
kita kenal akan tidak mungkin ada. Perkembangan organisme yang lebih tinggi,
yang secara kritis bergantung pada kemampuan sel untuk bergerak dan merangkak
dalam fase embriogenesis, pasti tidak mungkin terjadi jika kekentalan
air sedikit saja lebih tinggi dari kekentalan normal.
82
Kekentalan air yang rendah tidak hanya penting untuk gerak
seluler, namun juga untuk sistem sirkulasi.

Kekentalan air yang rendah penting untuk semua makhluk hidup, bahkan
tanaman. Pembuluh-pembuluh kecil daun yang tampak pada gambar di atas
bisa mengangkut air karena air sangat cair. |
Semua makhluk hidup dengan ukuran tubuh lebih dari seperempat
milimeter memiliki sistem sirkulasi pusat. Hal ini karena pada ukuran
lebih dari itu, tidak mungkin makanan dan oksigen didifusikan ke seluruh
tubuh organisme. Artinya, makanan dan oksigen tidak bisa lagi masuk secara
langsung ke dalam sel, dan produk sampingannya pun tidak bisa dibuang
begitu saja. Ada banyak sel dalam tubuh sebuah organisme, karenanya oksigen
dan energi yang diambil tubuh perlu didistribusikan (dipompa) ke tubuh
melalui "saluran"; dan saluran lain diperlukan pula untuk mengangkut buangan.
"Saluran" ini adalah pembuluh vena dan arteri dalam sistem sirkulasi.
Jantung adalah pompa yang menjaga sistem ini agar terus bekerja, sementara
zat yang dibawa melalui "saluran" itu adalah cairan yang kita sebut "darah",
yang sebagian besar merupakan air, (95 % dari plasma darah-materi yang
tersisa setelah sel darah, protein, dan hormon telah dikeluarkan-adalah
air.)
Itulah sebabnya kekentalan air sangat penting agar sistem
sirkulasi berfungsi efisien. Jika air memiliki kekentalan seperti aspal
misalnya, pasti tidak ada jantung organisme yang dapat memompanya. Jika
air memiliki kekentalan minyak zaitun, yang lebih kecil seratus juta
kali daripada aspal, jantung mungkin bisa memompanya, namun akan sangat
sulit dan darah tidak akan pernah bisa mencapai miliaran kapiler di seluruh
pelosok tubuh kita.
Mari kita cermati kapiler-kapiler tersebut. Tujuannya adalah
membawa oksigen, makanan, hormon, dan lain-lain yang penting bagi kehidupan
ke setiap sel di seluruh tubuh. Jika sebuah sel berjarak lebih dari 50
mikron (satu mikron adalah satu milimeter dibagi seribu) dari kapiler,
maka sel tersebut tidak bisa memanfaatkan "layanan" kapiler. Sel dengan
jarak 50 mikron dari kapiler akan mati kelaparan.
Itulah sebabnya tubuh manusia diciptakan sedemikian rupa
sehingga kapilernya membentuk jejaring yang menjangkau semua sel. Tubuh
manusia normal memiliki sekitar 5 miliar kapiler yang panjangnya, jika
dibentangkan, sekitar 950 kilometer. Pada sebagian mamalia, ada sebanyak
3.000 kapiler dalam setiap satu sentimeter persegi jaringan otot. Jika
Anda menyatukan sepuluh ribu kapiler terkecil dalam tubuh manusia, hasil
jalinannya mungkin setebal isi pensil. Diameter kapiler bervariasi dari
3-5 mikron: sama dengan tiga sampai lima milimeter dibagi seribu.
Jika darah akan menembus jalan sesempit itu tanpa terhambat
atau melambat, maka darah harus cair, dan berkat kekentalan air yang rendah,
demikian adanya. Menurut Michael Denton, jika kekentalan air sedikit saja
lebih besar dari seharusnya, sistem sirkuasi darah sama sekali tidak bermanfaat:
Sistem kapiler akan bekerja
hanya jika zat cair yang dipompa melalui seluruh tabungnya memiliki kekentalan
yang sangat rendah. Kekentalan rendah sangat penting karena aliran berbanding
terbalik dengan kekentalan... Dari sini mudah dilihat bahwa jika kekentalan
air memiliki nilai hanya beberapa kali lebih besar dari seharusnya, memompa
darah melalui kapiler akan memerlukan tekanan besar, dan hampir semua
jenis sistem sirkulasi pasti tidak akan bekerja…Jika kekentalan air sedikit
lebih besar, dan kapiler terkecil berdiameter 10 mikron alih-alih 3 mikron,
maka kapiler harus memenuhi hampir semua jaringan otot agar dapat menyediakan
oksigen dan glukosa dengan efektif. Jelas sekali rancangan bentuk kehidupan
makroskopik tidak akan mungkin dan sangat terbatasi.... Maka tampaknya
kekentalan air harus demikian adanya agar menjadi perantara yang sesuai
bagi kehidupan. 83
Dengan kata lain, seperti semua sifat lainnya, kekentalan
air juga "dirancang khusus" untuk kehidupan. Mencermati kekentalan zat-zat
cair berbeda, kita lihat antara satu zat dengan yang lain ada selisih
hingga miliaran kali. Di antara miliaran itu hanya ada satu zat cair dengan
kekentalan yang diciptakan tepat seperti yang diperlukan: air.
Kesimpulan
Segala sesuatu yang sudah kita ketahui dalam bab ini sejak
awal menunjukkan bahwa sifat termal, fisik, kimia, dan kekentalan air
tepat seperti seharusnya demi keberadaan kehidupan. Air dirancang begitu
sempurna untuk kehidupan, sehingga dalam beberapa kasus, hukum-hukum alam
dilanggar demi tujuan tersebut. Contoh terbaik dari hal ini adalah pengembangan
yang tidak terduga dan tidak dapat dipahami pada volume air ketika suhunya
turun di bawah 4oC: Jika pengembangan tidak terjadi, es tidak akan mengambang,
lautan akan membeku menjadi padatan total, dan kehidupan tidak mungkin
ada.
Air "begitu tepat" untuk kehidupan, sampai-sampai tidak
dapat dibandingkan dengan zat cair lain. Sebagian besar planet ini, dunia
dengan atribut lain (suhu, cahaya, spektrum elektromagnetik, atmosfer,
permukaan, dan lain-lain) yang semuanya sesuai untuk kehidupan, telah
diisi air dengan jumlah tepat untuk kehidupan. Jelaslah bahwa semua itu
bukan kebetulan, dan sebaliknya pasti merupakan rancangan yang disengaja.
Untuk menguraikannya dengan cara lain, semua sifat fisik
dan kimia air menunjukkan bahwa dia diciptakan khusus untuk kehidupan.
Bumi, yang sengaja diciptakan untuk tempat hidup umat manusia, dihidupkan
dengan air yang khusus diciptakan untuk membentuk dasar kehidupan manusia.
Dalam air, Allah telah memberi kita kehidupan dan dengannya Dia menumbuhkan
makanan yang kita makan dari tanah.
Akan tetapi, aspek terpenting dari semua ini adalah bahwa
kebenaran ini, yang telah ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, diungkapkan
dalam Al Quran, yang diturunkan kepada umat manusia sebagai petunjuk empat
belas abad yang lalu. Mengenai air dan umat manusia, dikemukakan firman
Allah dalam Al Quran:
"Dialah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit
untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan)
tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.
Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun,
kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan."
(QS. An -Nahl, 16: 10-11)
|