Harimau yang tersamarkan secara sempurna, dengan ketangkasan, taring, cakar, kecepatan dan kekuatannya, merupakan seekor pemburu sempurna. Satu ciri khas harimau lainnya adalah ia tidak pernah berada pada posisi sedemikian hingga angin bertiup dari arah belakangnya. Sebab hal ini akan menerbangkan aroma tubuhnya ke arah mangsanya dan menyebabkan keberadaannya diketahui. Selain harimau, akan Anda saksikan dalam film ini beragam satwa dengan keahlian menyamarkan diri yang sempurna. Mustahil aneka ketrampilan menakjubkan ini, yang diperlukan hewan untuk berburu dan melindungi diri, ada dengan sendirinya tanpa disengaja atau dipelajari oleh hewan itu sendiri. Semua ini menunjukkan bahwa Allahlah yang telah menciptakan mereka beserta segala ciri yang mereka butuhkan.
Ikan yang menyembunyikan diri dengan cara penyamaran atau kamuflase… Mata palsu pada sirip ikan yang mengecoh musuh mereka… Sang udang cerdas yang menggunakan ’kepalan tangannya’ untuk melawan musuh... Atau ikan listrik yang memberikan kesulitan bagi teori Darwin... Film ini membuka pintu bagi Anda untuk menyelami dunia di bawah permukaan air. Sekali lagi, Anda akan terpesona pada keindahan tak tertandingi ciptaan Allah.
Film dokumenter ini menampilkan satu sisi dari teori evolusi yang hingga kini masih tersembunyi. Film ini menyingkap kaitan ideologis antara Darwinisme dan ideologi penindas seperti fasisme dan komunisme. Anda akan menyaksikan dampak penerapan paham Darwinisme di ladang-ladang pembantaian Hitler, Stalin atau Mao.
Sekali lagi Tupi dan Ping-ping mengalami petualangan yang sangat mengesankan. Apaan sih….? Rupanya mereka bertemu ikan Salmon yang akan pergi kembali ke kampung halamannya. Selain itu, mereka bertemu serangga yang dapat berubah bentuk, yaitu Ulat dan Kupu-kupu. Eh, yang tidak terduga, mereka berjumpa anak burung yang dulu pernah mereka tolong. Tapi kali ini Tupi dan Ping-ping yang ditolong. Memang ada apa sih dengan Tupi dan Ping-ping?
Dalam film ini, Anda akan berkunjung ke sebuah tempat mengagumkan di mana seluk beluknya – massa, bentuk dan bagian-bagian penyusunnya, suhu dan sebagainya – dirancang “dengan kesesuaian yang sempurna bagi kehidupan dan kelestarian makhluk hidup.” Tempat itu adalah bumi kita... Jutaan satwa, tumbuhan, serangga dan makhluk laut, dengan seluruh bentuk tubuh, warna, ciri dan sifat mereka, hidup bersama di atas planet istimewa ini. Keselarasan luar biasa di bumi dan kehidupan memukau di atasnya adalah sejumlah bukti bagi keberadaan Allah dan kesempurnaan ciptaanNya.
Dalam film ini, Anda akan berkelana di sebuah tempat menakjubkan, dengan ciri seperti massa, bentuk, rancangan, suhu, dan sebagainya, yang “benar-benar sesuai untuk hidup dan kelangsungan hidup makhluk hidup.” Planet ini adalah bumi kita… Jutaan hewan, tumbuhan, serangga dan makhluk laut, semua dengan bentuk, rancangan, warna dan sifatnya yang beraneka ragam hidup bersama di atas planet istimewa ini. Keserasian luar biasa di bumi dan kehidupan mengagumkan di atas permukaannya adalah bukti-bukti keberadaan Allah dan mahakarya penciptaan oleh-Nya.
Manusia berhubungan dengan alam semesta hanya melalui pancaindra mereka. Tak seorang pun yang dapat mencapai wujud ”dunia luar” yang sesungguhnya, melebihi dari yang dapat dirasakan oleh indranya. Lantas, bagaimana kita tahu bahwa dunia ini tidaklah berbeda dari apa yang kita rasakan melalui indra itu? Film ini mengajak Anda merenungkan pertanyaan penting ini. Saat Anda menyaksikan film ini, akan Anda pahami betapa paham materialis telah keliru karena mengingkari keberadaan Allah dengan menganggap bahwa keberadaan materi bersifat mutlak. Film ini didasarkan atas buku “Timelessness and the Reality of Fate” (”Ketiadaan Waktu dan Hakikat Takdir”) karya Harun Yahya.
Sangatlah jelas bahwa tujuan di balik penciptaan manusia, sesosok wujud yang memiliki kecerdasan, kesadaran dan akal budi, bukanlah untuk mendapatkan keberuntungan sementara dalam kehidupan dunia yang singkat ini. Manusia diuji oleh Allah, satu-satunya Tuhan baginya, dan inilah kenyataan yang terbesar dalam hidupnya. Film ini bertujuan mengingatkan Anda kembali akan kenyataan ini, yakni bahwa kehidupan dunia ini hanyalah tempat ujian sementara, di mana manusia diuji sebelum mereka sampai pada kehidupan akhirat yang kekal.
Setanisme… Jalan gelap menuju neraka… Inilah jalan yang dipilih oleh mereka yang telah disesatkan oleh setan dan yang kini telah menjadi pengikutnya. Dalam film ini, selain sejarah hitam Setanisme, akan Anda saksikan pula persekutuan berdarah antara setanisme dan paham lain seperti ateisme dan materialisme. Akan Anda pahami bagaimana mereka bekerja sama bahu-membahu untuk memalingkan manusia dari jalan Allah dan memperdaya mereka dengan janji-janji kosong. Dengan cara ini mereka bertujuan menjerumuskan manusia agar menjalani kehidupan kekal di dalam neraka.
Jagat raya suatu hari pasti akan berakhir. Hari Kiamat tak terhindarkan lagi akan pasti terjadi sebagaimana diberitakan dalam Al Qur’an dalam salah satu ayat: “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya...” (QS. Al Hajj, 22:7). Meski merahasiakan waktu datangnya Hari Kiamat, Allah mewahyukan kepada Nabi Muhammad sejumlah peristiwa dan pertanda tertentu yang menunjukkan datangnya Hari Kiamat. Dalam film ini, akan Anda saksikan sejumlah pertanda yang mengisyaratkan sangat dekatnya Hari Kiamat itu: dari peperangan dan kekacauan yang jumlahnya semakin meningkat hingga penghancuran kota-kota besar, dari gempa bumi hingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Allah menciptakan satwa dengan segala kelengkapan tubuh yang memungkinkan mereka dapat hidup dengan baik di lingkugan tempat tinggal mereka. Lumba-lumba, mamalia yang lucu dan cerdas, dilengkapi dengan perangkat tubuh yang memukau: bentuk moncong, mata, alat komunikasi bahkan kulitnya. Akan Anda saksikan pula fakta penciptaan yang lain dalam film ini: satwa darat terbesar di bumi, gajah. Temukan pada penciptaan gajah: rancangan tanpa cacat pada belalai, desain kaki yang memungkinkannya berjalan dengan ringan dan lembut meskipun tubuhnya besar.